0

Pesan Tanpa Nama

Posted by Malestha Andheka on 16:07:00
Baru-baru ini gue dapet kabar misteri yang kerap gue baca. Entah melalui message, BlackBerryMessanger, sampai telinga gue langsung. Bukan, yang gue maksud bukan kabar misteri soal ramalan mistis. Tapi ada beberapa orang tak dikenal bahkan, ada di cek list kontak gue berlaga ingin ganggu soal hidup seseorang.

Puasa di bulan penuh maaf dan ampunan pada Ramadhan ini masih ada orang yang nongol untuk mencari suatu masalah. Karena gue enggak mau cari suatu masalah maka, gue ingin ceritain supaya cerita yang ada dalam hati gue menjadi tenang. Dan bisa kita pahami supaya berhati-hati apabila nemuin ini dalam message lo.

Pertama yang gue dapet, gue nerima message baru dari nomor yang tidak ada nama. Pesan itu tertulis mengatas namakan gue sebagai pemenang hasil undian berhadiah.

Hadiahnya pun bikin mengejutkan. Parahnya, gue sama sekali enggak ngerasa mengikuti kompetisi tersebut sampai akhirnya gue menjadi seorang pemenang yang berhak mendapatkan suatu hadiah yang sudah ditentukan.

Saat itu juga kebetulan gue lagi kagak ada pulsa buat membalas message tersebut. Belum lama kemudian, tak berselang ada lain pesan yang bertuliskan hal yang sama.

Sudah lah, cukup.

Selain melalui message, BlackBerryMessanger gue juga serupa. Ceritanya, berawal dari temen gue. Anggap saja namanya Supri. Supri cerita ke gue tentang keluhannya yang sedang menimpanya bertubi-tubi.

Dia di sangka merebut rezeki temennya yang tidak pure transparan dalam kerjanya saat bareng Budi adalah nama temannya yang mengadilinya. Budi terus menghakiminya sampai terlepas kata ingin mengobrak-abrik hidup Supri yang tidak salah dan berani memberikan bukti yang jelas dan spesifik.

Gue yang shock mendengar keluhan darinya, enggak bisa memberikan solusi. Pikiran gue hanya terlewat es blewah, es buah pakai susu, dan nasi padang yang mendadak terlintas untuk buka gue nanti sore.

Seketika saat itu, seakan ada lampu kuning di atas kepala Supri. Dia berniat membalas ucapan Budi melalui chatting.

Belum selesai Supri mengetik, Budi pun memberikan pesan singkat kepada Supri. Isinya, Budi minta maaf atas kesalahan katanya yang terbawa emosi dan amarah yang tidak ada makna dan artinya. Budi mengaku, saat memberikan pesan tersebut kepada Supri saat suatu ketika Budi juga memiliki tekanan batin dan masalah pribadi yang memberatkan pikirannya serta teruji emosinya.

Ya, hal itu sebagai pelajaran baru buat gue. Apabila ada yang berbuat tidak baik, gue tetap selalu berbuat baik dengannya. Bahkan, gue tanpa sungkan mendoakannya sekaligus supaya dia tetap sukses dan selalu mengingat gue adalah orang yang di kirim sebuah tulisan-tulisan buruk dengan kata-katanya.

Gue percaya, di bulan Ramadhan apabila kita berbuat baik, maka ada berkah dan amal kita diterima di sisi-Nya.

This is the end of the post.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.