2

Different But Same to The Road

Posted by Malestha Andheka on 22:42:00
Belakangan ini gue kerap di curhatin temen. Ceritanya, berawal dari kisah cintanya sampai ngomongin diskon yang lagi gede-gedean di mini market. Karena gue baik hati dan rendah hati gue luangin waktu buat dengerin dia sampai bergantinya musim.

Anggap saja namanya Budi. Yap, dia temen gue selama di kampus. Rambutnya pendek suka di jabrikin ke atas oleh air tiap kali masuk kelas. Kalo udah begitu dia makin pede dan makin rajin selfie di ponselnya buat berganti display personalnya tiap detik pada Black Berry Messangernya.

Gue sih enggak masalah soal itu. Karena kita tidak berhak ambil alih meski itu adalah kewajiban dari hobi dia untuk mengabadikan ponselnya.

Namun tiba pada suatu hari, gue melihat dia sendirian sedang bercengkerama di hall kampus. Wajahnya menunduk sedang asyik memainkan ponselnya sambil melet-melet keluar pada lidahnya.

Gue duduk sebelahnya sambil berseru, "Ada kelas Bud, jam berapa?"

"Jam 1 siang ini, nih." Pandangannya masih menatap ponsel tanpa melihat seseorang bertanya padanya.

"Yawes, sama kita. Naik ke atas bareng yuk!"

"Enggak. Gue nunggu Susi dulu di sini."

"Serah loh deh."

"Gampang."

Gue melengos buat berlalu masuk kelas. Bukan karena kesal, tapi geli mendengar balesnya tanpa respons yang baik.

Menginjak semester demi semester ke atas ini gue melihat banyak sesuatu yang aneh dari Budi. Mulai dari cara respons dia sampai tidak maunya dia bergaul dengan kerabat cowok.

Tak lama yang gue pikirkan, temen gue curhat ke gue tentang Budi. Dia tanya ke gue dengan raut muka yang bingung, "Dek, kok Budi bertemannya sama cewek-cewek mulu, ya?"

"Ya kali, dia mah gitu."

"Dia banci enggak sih?"

"Mana gue tau. Buktinya enggak deh."

"Hm, enggak salah kan?" Tebak Riza. "Apa emang hati dia kecil terus enggak mau bergaul dengan sesama jenis, ya?"

Gue menatap wajah Riza sambil berkata pelan, "Riz, lo tau, nih. Gue pernah ngomong ini ke Budi. Balesnya apa? Justru gini, gue bergaul sama cewek karena gue normal."

Riza terbahak-bahak sampai ngeluarin air pada kedua matanya. "Kalo gitu, dia nganggap kita homo bahkan seluruh cowok yang bergaul sama sesama jenis gitu? Pemikiran yang dangkal. Dia anak mamah yang enggak boleh main tiap malem pasti. Aneh!"

"Hahaha. Begitu selesai dia jawab gue geli aja, terus gue tinggal deh dia."

"Bisa gitu ya orang." Kepala Riza sambil menggeleng lemah.

"Menurut gue, Budi emang orangnya tidak bisa bergaul dengan kerabatnya bahkan orang baru dalam kehidupannya. Bagi dia mungkin, mereka asing yang telah ada di pandangannya. Sehingga orang terbaik untuk menuntun jalan hidupnya adalah cewek yang seakan cowok bukan jalan solusi yang baik untuk menuntun jalan hidupnya tersebut."

"Ok! Tapi Deka, kita lebih baik tidak pilih-pilih teman baik itu cowok maupun cewek loh di kehidupan ini."

"Bener. Tapi kalo emang orangnya freak seperti itu? Realita yang enggak mungkin, pasti ada orang yang memungkinkan buat membuktikannya."

"Hahahahahahha. Dia!"

Gue mengangguk sambil menggeleng membahas persoalan ini dengan Riza.

Dan setelah gue selesai ngobrol dengan Riza, seketika Budi melewati pandangan gue bersama Susi, Ratna, dan Pupi menuju kelas.

Riza makin kenceng tertawa sampai keselek permen yang abis di kunyah.

Sekilas cerita absurd dari pengalaman gue. Tapi sebelum menulis ini, gue merupakan temen baik Budi kok. Begitu pula sebaliknya. Postingan ini bukan sekadar memberitahu untuk berteman dengan siapa saja boleh. Namun juga untuk kita yang tidak boleh membedakan temen yang bukan sejalan sama kita atau tidak.

Kalian punya temen seperti ini juga enggak? Yuk, tulis kolom comments aja cerita absurdnya.

2 Comments


Mungkin si budi lagi pingin coba main sama cewe cewe. Berati si budi punya jiwa lembut kaya cewe cewe makanya doi lebih pewe main sama ciwi ciwi :p *pray for budi*
Oh iya gue mau kasih saran. Ngegosip itu ga baik, kasian si budi di omongin terus :p *pray for budi*

willynana.blogspot.com


Hai Fransisca, thanks for coming. Hehe :p Iya, gue sebelum nulis ini udah minta izin si Budi dulu kok. Dan katanya, dia gapapa jika di tulis sambil disisipi sisi baiknya. :p

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.