2

Kenapa Gerhana Matahari di Tahun 1983 Dianggap Paling Menakutkan?

Posted by Malestha Andheka on 14:32:00
Ceritanya, semalam gue lagi ngobrol-ngobrol asyik bareng keluarga gue. Ini hari gue bisa berkumpul dan luangin waktu bareng. Suatu sore menjelang magrib televisi menyiarkan bahwasanya tentang hari esok terjadi gerhana matahari. Dari pengalaman, gue emang belum ngalamin hal ini.

Belum lama gue bayangin sendiri, Nyokap ceritain yang pernah dialaminya. Pada tahun 1983, gerhana matahari itu di rasakan. Ketika pada suatu siang di tahun itu kota Solo terlihat gelap.

Bukan, Nyokap gue gak tutupin kedua mata pakai tangan supaya gelap gitu. Tapi karena terjadinya gerhana matahari total. Nyokap merasakan pada tahun itu dia begitu ketakutan.

Saking takutnya, Nyokap menutup seluruh ruang. Semua pintu dia pastikan terkunci seakan maling biar gabisa masuk lewat mana pun. Setelah itu dia bersembunyi dibawah meja. Lalu, meja itu di puterin oleh selendang kain motif batik.

Kalo hal itu gue lakuin di zaman sekarang, gue di sangka ketakutan karena ngeliat mantan yang pamer pacar barunya. Masih menyimak ceritanya, gue mulai menyeletuk, "Kalo besok memang terjadi, apa yang kudu aku lakukan, Ma?"

Dengan enteng, dia membalas, "Kamu tidur aja, Dika. Atau kamu lihatnya di ember berisi air kalo pengin tau pergeseran matahari dan bulan." Katanya sambil ngos-ngosan.

"Tapi, mana ada kayak gitu coba..."

Keesokan harinya, jam 7.45 gue sengaja di teras. Pada waktu itu gue sengaja banget bangun pagi supaya bisa melihat fenomena ini secara langsung.

Gue siapin beberapa ember di depan rumah. Saking semangat menanti gerhana matahari, gue bawa gayung sekalian. Jadi, begitu gak keliatan gue bakal mandi di depan.

Nyokap pandangin gue buat ingetin, "Jangan liat secara langsung tanpa kacamata, Dika. Itu gak baik di mata. Bisa buta nanti. Mama inget, waktu tahun 1983 dulu gitu."

"Ini pakai ember kok, ada airnya. Kacamata minus ku ini, kan?"

"Bukan, itu harus khusus. 3 Dimensi atau harus mempunyai filter gitu. Udah, di dalem rumah aja, nanti gelap sendiri suasananya."

Gue mengangguk buat mengiyakan.

Beberapa ember yang berisi air gue siramin ke jalan secara rata. Dari ujung ke ujung jalan kampung gue basah oleh air tanda kekesalan gue yang udah gue siapin.

Saat waktu lewat lima menit, suasana mulai berubah. Udara mulai sedikit dingin. Awan mulai melihatkan mendungnya. Sinar matahari mulai berkurang. Sampai akhirnya..., gerhana matahari total pun tidak melintasi kota gue. Sepertinya, cuman 50% aja sih.

Duh, betapa menginginkannya melihat. Mungkin gue belum bisa melihat secara langsung, namun berita yang gue saksikan pagi tadi membuat rasa penasaran gue mulai meredam. By the way, fenomena ini memang lama kita saksikan bareng.

Mungkin ada kembali di tahun yang akan datang dan tidak gue tahu. Mungkin kita bisa saksikan bersama sambil saling mendoakan satu sama lain supaya panjang usia untuk menyaksikan bareng lagi.

Salam kenal gue dari kota Solo. Sekarang, share yuk apa yang lo lihat gerhana matahari di kota kalian!

2 Comments


aku malah bangun kesiangan, jadi ga bisa lihat gerhana matahari deh. cuma nonton di tv aj jadinya deh haha.
kunjungi http://ptbanyakcerita.blogspot.co.id


Yahh, tapi akan ada lagi sih cuman lama banget buat menantinya. Haha. Okey, by the way, thanks for reading. Langsung berkunjung, nih.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.