0

Ini Teman Atau Persaingan?

Posted by Malestha Andheka on 11:46:00
Hai! Duh, lama enggak posting update gue rasa makin hampa amat. Tapi tak lama lewat pasti gue selalu buat postingan baru kok. Ini kali gue tetap selalu mendorong diri untuk bersemangat membuat postingan. Asyik! Tumben, gue nulis postingan ini menggebu banget. Btw, ini emang postingan gue tulis sedang dalam perasaan bahagia, loh. Eeaaa.

Baru-baru ini yang gue amati menceritakan teman yang sekarang menjadi berubah sifat. Karena apa? Ya, karena ingin dimengerti. Enggaklah, emang lagunya Ada Band?

Dan kalo lo tahu, perubahan sifat teman ke kita pasti tak pernah ada kata ketidak cocokan, bahkan persaingan yang tak saling menjaga pertemanan.

Maka dari itu, gue coba nulis ini dengan menyebutkan nama dia adalah Bibo. Yap, Bibo adalah nama seorang cowok yang memiliki badan buncit. Kalo gue melihatnya dari kejauhan, dia bagaikan tong yang berhias. Karena seluruh kulitnya putih mengilat-ngilat, seakan pakai sun-block setiap saat.

Gue kenal Bibo sudah lama. Sejak dari SD gue sudah mengenalnya. Pertemanan gue dari dulu bukan lagi seperti sekarang.

Pada awal kali pertama dia membeli sebuah kamera, gue suka berfoto ceria dengannya. Dan kami saling silih bergantian untuk jadi model ala kepaksa. Karena gaya berpose sejak dulu apabila di lihat sekarang, pasti kayak kepaksa, gitu.

Setelah bertahun lama dan berkawan lama, kami mulai tumbuh semakin dewasa. Dia menjadi fotographer dari autodidak sendiri. Pada awalnya yang setiap kali ngefoto gue hasilnya nampak blur, sekarang jauh lebih blur. Lah, gimana sih?

Dan yang pasti, dalam social media, dia menjadi lebih hits. Bahkan, kami memiliki pegangan kesibukkan yang berbeda. Dia sibuk makan-tidur-kerja sampingan-potret. Sedangkan gue, jualan kaos-berkarya-nulis-travelling-makan-tidur.

Kegiatan kami seperti masa kecil pun mulai merenggang. Tadinya setiap kali foto gue langsung dikasih hasilnya. Sekarang? Kudu nunggu 10tahun lagi sebelum semua file ke tahap copy paste lewat flashdisk.

Gue jadi ingat pada suatu ketika kami saling berbicara soal foto. Dia dekati gue, lalu bilang, "Kapan fotonya? Tenang, sama aku mah gausah bayar-bayar. Lagipula, aku ikhlas kok bantuin. Apalagi ini aku jarang ada job foto."

Gua hanya mengangguk deal untuk meng-iyakan soal itu.

Apakah ini kesempatan gue? Apakah gue bisa langsung percaya dengan dia? Apakah hanya gue adalah sasaran dia untuk kena fee pada belakangan nanti? Batin gue mulai berpikir lebih keras. Namun kata yang terakhir adalah sebuah firasat.

Untuk menutup postingan hari ini, gue hanya pesan, sesuaikan ucapanmu dengan perilaku, apabila terlewat semuanya itu pasti timbul rasa kecewa pada diri seseorang yang membuatmu terjauh dari pertemanan.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.