0

Awal Dari Jatuh Cinta

Posted by Malestha Andheka on 00:45:00
Baru-baru ini gue lagi sadar, pengalaman gue mulai kembali muncul tanpa sadar. Setelah dari pengamatan yang lama, sampai akhirnya gue ingin menuliskan apa yang selama ini gue alami maupun yang ada dalam benak. Sebelum gue melanjutkan, mari kita simak bareng pelan-pelan, ya.

Kembali halnya soal cinta, gue terpesona pada pandangan pertama. Pesona itu membuat gue terpana kepada seseorang. Semenjak saat itu gue selalu mencoba memimpikan orang itu ke dalam ketidakpastian hati. Bermacam jenis ke ge-eran pun muncul mewarnai lebih indah.

Anggap saja namanya Bunga. Dia cewek manis dan anggun yang memiliki rambut panjang berwarna hitam pekat. Kedua alis matanya pun serupa dengan warna rambutnya. Hidungnya mancung dan mempunyai kedua pipi yang merah merona. Kulitnya pun putih bersih dan halus. Mungkin melihat dari kontras seperti ini, gue langsung jatuh cinta.

Gila, baper banget..., gue.

Setelah kenal lama, gue minta tukeran pin BBM maupun ID Line. Gitu gue punya, kami pun mulai saling akrab. Pada awalnya kami saling diem, akhirnya kami mengubah kebiasaan lama itu. Dalam chatting pun kita mulai saling bercerita dari hal yang penting, gak penting, gak begitu penting, dan gak penting banget.

Saat dua minggu telah berlalu, gue berniat untuk menembak dia dengan kata hati yang ingin menyampaikan. Seluruhnya, iya emang suka. Banyak mental yang kudu dipersiapkan oleh cowok adalah mengungkapkan perasaan kepada seorang idaman.

Singkat cerita, kata hati gue pun keluar. Semua arus cinta yang ada dalam diri gue mulai plooong. Rasanya sudah terlempar deh kalo lo udah mengungkapkan.

Sesaat itu Bunga pun membalas, "Ini kamu serius? Tunggu, aku perlu waktu untuk membalas ungkapanmu. Sabar, ya, aku masih memikirkan yang terbaik untuk kita berdua."

Tanpa membalas gue langsung menganggukan kepala. Kami pun kembali bercuap-cuap, namun berbeda obrolan yang tak mengarah soal hubungan terlebih dahulu.

Namun pada dua bulan kemudian, gue masih menanti apa jawaban Bunga untuk gue. Beberapa tebakan kata yang muncul dalam pikiran gue mulai menakuti. 'Jangan baper dulu, Bunga sama sekali ga suka sama lo.' Batin gue. Di sisi lain, tebakan dalam batin gue mulai kembali muncul.

'Dhekaaaaa, sorry, kali ini sorry banget gue gabisa nerima lo.'

'Lo siapa? Bodo amat, tau enggak?!'

'Jangan harap, dulu.'

'Hmm..., males buangeeet?!'

Hiburan oleh teman gue pun melenyapkan tebakan kata dalam batin gue. Sebelum teman datang menghibur, pada awalnya gue ingin menanyakan kembali soal hubungan. Namun karena gue rasa belum tepat, mungkin gue harus mengurungkan.

Setelah tak lama dari bulan itu, gue memberanikan diri untuk bertanya. Waktu itu kami lagi jalan bareng di Starbucks Coffee. Gue menyilangkan kedua tangan di hadapannya, lalu berkata, "Bunga, lo masih belum yakin ke gue?"

Sekali hembusan napas dia pun menjawab, "Dheka, katanya kamu mau sabar nunggu aku?"

Tanda seorang cewek yang sangat pintar ketika ditanyakan. Seorang cowok haruslah bertindak tegas.

"Iya, aku mau. Tapi, gimana kalo misalnya saat kamu sudah siap, kamu kasih tau ke aku?" Balas gue.

"Kalo gitu keliatannya ga pantes deh. Harusnya kamu yang nanyain balik."

Unsur penting yang perlu diketahui, cewek seperti ini memberitahukan kalo sifatnya gengsi. Sebagai cowok kalo mempunyai sifat serupa, tidak pernah memandang soal ini adalah php atau gantungin hubungan. Tapi banyak di luar sana, lebih memilih mundur dan menyebar kata php dan suka gantungin kepada cewek.

Beruntunglah lo kalo cowok lo dulu lemah lembut seperti itu.

"Oh, ok, lain kali aku tanya lagi." Gue masih pandangi kontrasnya, "Sampai saat ini, kamu serius enggak sih?"

Bunga menatap gue lebih dalam, lalu berseru jelas, "Dheka, kalo aku ga suka sama kamu atau ga serius sama kamu, aku bakalan ngomong berhenti kok. Kalo sejauh ini aku ga ngomong, ya, tandanya aku masih mau lanjut."

Kekhawatiran seorang cowok ketika di datarin gini adalah adanya tikungan. Iya, adanya orang ketiga yang masuk. Ada orang ketiga yang bertindak cepat mendahului.

"Iya, aku percaya. Aku juga ga suka cepet-cepet."

Bukan karena buru-buruin cewek, tapi seorang cowok juga butuh kepastian. Karena dari kepastian itu, cowok tidak merasa sia-sia untuk berhadapan dengan rasa kecewa.

Setelah 2 bulan lewat, bahkan sampai sekarang, gue masih belum mendapat balasan. Ini kali gue dan Bunga saling sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Baiknya, gue dan Bunga juga pandai meluangkan waktu untuk keluar bersama. Meski kami keluar bersama banyak teman, tapi cara itu sudah membuat gue happy.

Gue tutup dulu deh postingan kali ini, dan gue tunggu komentar kamu jika pernah mengalami.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.