1

Awas Penipuan Online

Posted by Malestha Andheka on 04:10:00
Hai teman. Pada postingan hari ini gue mau ngasih beberapa patah kata yang nantinya untuk meyakinkan kamu agar selalu berhati-hati belanja online. Walaupun belanja online mempermudah cara kita membeli tanpa keluar rumah. Namun, cara ini yang membuat diri seseorang mempunyai keraguan sebelum pada akhirnya terkena tipuan.

Kejadian ini pun dialami oleh teman gue. Anggap saja dirinya bernama Paiman. Dia korban penipuan online. Sebelum dia ditipu, dia tidak berprasangka yang negatif kepada orang menipu dia. Iya, karena tidak saling tau satu sama lain.

Awal pada kejadian ini sebelum akhirnya terjadi penipuan online adalah hari Jumat pada minggu kemarin. Di hari itu, Paiman berkeinginan untuk mengganti ponsel miliknya dengan alasan bosen. Upaya untuk mengganti menggebu-gebu agar ponsel miliknya terjual dengan harga tinggi.

Paiman tertarik iklan yang terpasang kuat di olx. Begitu melihat foto pada barangnya membuatnya makin ngiler, Paiman berusaha untuk menghubunginya. Tanpa lama, balasan dari pemilik ponsel berbalas dengan fast respons.

Di hari berikutnya, gue diajak Paiman untuk menjual ponselnya di suatu toko yang mau membeli ponsel dia dengan harga tinggi. Setelah mencari beberapa nama toko, sampai pada akhirnya Paiman lelah sendiri untuk mengambil salah satu yang berani dengan harga tinggi. Dari beberapa banyak yang dia lewati, hanya ada satu toko yang berani membeli ponsel Paiman senilai 1,6jt rupiah.

Gitu saling menyodorkan barang dan uang tunai untuk Paiman, dia segera menghitung agar tidak terjadi kesalahan. Setelah transaksi rampung, Paiman ngajak gue ke atm center terdekat.

Sepanjang perjalanan gue berkata ke dia, "Man, enggak transfer besok aja?"

"Enggak Deka, ini orang meminta aku untuk transfer hari ini."

"Tapi kita gabisa, Man."

"Kenapa lagi sih, Deka?"

"Atm centernya lagi dalam perbaikan. Aku punya firasat jelek ni."

Paiman melempar pandangan ke atm center. Tulisan atm dalam perbaikan, menempel di mesin atm. Paiman mengupas wajah sambil berdehem. Namun, antusiasnya untuk transfer kembali bangkit. Dia berlari menuju kantor security untuk menanyakan atm center yang lain.

Singkat cerita, Paiman transfer senilai ponsel dia terjual, 1,6jt. Yang padahal dia kudu lunas 4,2jt untuk membeli ponsel second dari iklan tersebut. Perjanjian deal dengan harga 4,2jt dari pemilik ponsel pada waktu itu saling setuju.

Pada keesokan harinya, Paiman main ke rumah gue dengan ngos-ngosan. Panas siang mulai terik membuatnya berkeringat. Gue membuka pintu setelah Paiman mengetok beberapa kali.

"Man, kok tumben gak telpon kalo mau main?" Kata gue.

"Aku ditipu!!!!"

"Ha? Kenapa bisa begitu?"

Begini ceritanya. Setelah Paiman transfer senilai 1,6jt yang sebenernya harus lunas 4,2jt, si pemilik ponsel memberikan Paiman waktu pada keesokan harinya.

Namun, gitu keesokan hari tiba si pemilik ponsel justru meminta tambahan menjadi 4,7jt. Karena Paiman muak, dia berusaha mencabut tanpa sistem berlanjut. Si pemilik ponsel pun tak mempersetuju.

Tak lama dari itu, kontak si pemilik ponsel menghilang di BBM kontak milik Paiman. Dia pun terkejut. Rasa menyesal karena keinginannya yang sangat terasa sia-sia.

Enggak berselang dia menceritakan, Paiman mengajak gue ke kantor kepolisian. Di sana, kantor kepolisian mencoba berusaha melacak. Namun, apa daya kasus ini dapat ditangani secara cepat.

Pesan dari gue, jangan sesekali percaya dengan orang lain yang belum kita kenal. Apabila orang itu menyuruh kita transfer, langkah terbaik adalah mengajaknya bertemu jauh lebih baik. Agar tidak terjadi mis komunikasi, justru yang menjadi penyesalan jadikan, lah, pengalaman yang jangan sampai terjadi kembali penipuan.

1 Comments


Ya ampun, kasian kali...

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.