2

Hal-hal Yang Bikin Ngeselin di BlackBerryMessanger

Posted by Malestha Andheka on 11:12:00
Kali ini gue pengin coba nulis apa yang selama ini udah gue pendam dari berbagai persepsi orang lain maupun pengamatan yang gue lihat. Dari semuanya itu, gue dapat hasil yang tidak nihil. Lumayan, kan, kalo hasil yang gue dapat langsung gue tulis ulang di sini? Ya, setidaknya gue masih punya arsip di postingan blog, lah. Sebelum gue mulai hilang ingatan, cara menghilangkan sikap lalai itu maka gue menulis. It's good!


Beberapa minggu ini gue jarang membuka BlackBerryMessanger di apps ponsel gue. Gue bukan males karena dapat broadcast hoax, only tes contact, sampai akhirnya dapat, "Jual followers Twitter and Instagram, Real!"

Jujur gue dapat broadcast, sebenarnya tidak begitu terganggu. Kalo udah begitu, gue juga bakalan langsung end chat tanpa mengintip broadcast sedikit pun. Biasanya, entah broadcast atau chat yang masuk saja, gue tak pernah fast respons untuk membacanya. Karena keselamatan saat berkendara atau sedang melakukan aktivitas tak boleh diganggu walaupun kenyataan ada kabar mendadak. Dan, yang pasti berbalas setelah semuanya usai akan lebih baik. Bukan begitu?

Baru-baru ini gue bingung maksud teman gue yang ada di BlackBerryMessanger. Setelah beberapa detik berlalu, tanpa segan dia mengganti statusnya. Bahkan, yang dia sering tulis di personal messange, "Aku pengin main, nih. Tapi kenapa enggak ada yang ngajakin, ya?" Mungkin dia kesepian.

Namun, setelah dia tidak merasa kesepian lagi, dia langsung mengganti pada personal messages miliknya. Hingga tak pernah berhenti dia ganti sampai 24 jam non stop. Gile, ini orang atau robot ganti personal messages mulu?

Dan, hal-hal yang bikin ngeselinnya di BlackBerryMessanger tuh hanya karena satu orang kerap mengganti personal messages yang membuat orang lain (salah satu teman yang ada di kontak BBM gue) ikut nimbrung. Kalo udah begitu, mulai timbul dari haters dan orang yang memulai beradu argumentasi di personal messanges mereka masing-masing.

Karena haters merasa terganggu, dia juga menulis personal messanges miliknya supaya doi tidak kembali membuat personal messanges seperti Tweet. Kalo saja mereka saling bertemu, gue jamin bakalan tempur menggunakan peluru air untuk menembaknya. DEERRRR!!!

Hal itu berulang-ulang ke sekian detik berganti. Sampai akhirnya mulai membuat racent updates gue refresh mulu. Kalo udah begitu, gimana gue enggak terganggu juga untuk komunikasi dengan apps ini?

Namun, yang pasti gue sadar. Gue tidak berhak mengambil alih cara dia untuk menulis personal messanges melalui ponsel miliknya. Agar dia berhenti untuk menulis. Karena menulis menurut gue adalah suatu karya yang terpikir dari keseharian kita. Walaupun enggak di Blog, kita masih bisa tuangkan semuanya di Twitter, Facebook, socmed lainnya, sampai akhirnya personal messanges pribadi.

Baginya, menulis di personal messanges lebih pendek ketimbang dia menulis di media lain. Selain itu, mereka selalu di respons cepat oleh temannya yang ada di kontak. Tapi bagaimana pun juga, orang yang terganggu bakalan ada. Pasti ada.

Untuk meluruskannya, ini bukan hanya yang ada dalam kontak personal dari BBM gue. Akan tetapi ini untuk kita semua. Mari kita biasakan sejak dini agar tidak selalu mencela orang lain. Meski terganggu, hal itu gue rasa adalah kenikmatan apps untuk memudahkan cara kita berkomunikasi secara tidak langsung lebih cepat. Jadi, abaikan kata jika misalnya merasa terganggu, setidaknya tidak menegur atau membalas make personal messanges at your phone for them.

Uhm, misal lo jadi gue, lo malah bagaimana, nih? Yaudah, kita lanjut di kolom comments aja, lah. Asyik.

2 Comments


hahaha..saya sepakat. BBM pun ada attitudenya ya


Yoi, lah. Hehe thanks banget udah mampir, ya.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.