2

Bedanya Teman Lama dan Teman Baru

Posted by Malestha Andheka on 11:59:00
Gimana rasanya jikalau lo merasa di singgung? Terus, gimana misalnya kalo lo ngerasa teman dekat adalah orang penyebar rahasia lo? Bagaimana bisa ini di jadikan seorang teman? Setelah lo ngerti semua, dan yang pasti teman lo yang bersalah selalu bilang, "Introspeksi diri dulu aja, sebelum menyalahkan orang lain".

Namun, sebelum gue melanjutkan menulis ini, gue pribadi sekalian introspeksi diri, ya. Entah mengapa, pada postingan hari ini, gue ingin menulis dengan sudut pandang, "Seorang teman".

Anggap saja namanya Paiman. Dia tipe orang yang tidak punya pendirian. Selain itu, dia tidak bisa mengambil keputusan secara tegas. Semua itu selalu tergantung dengan teman. Baginya, teman adalah orang yang di sekeliling kita, tapi selalu dekat ketika suka maupun duka.

Paiman sendiri adalah teman gue sekolah dulu. Tapi karena dia tidak punya pendirian untuk meneruskan pendidikan lebih tinggi, maka tanpa segan dia mengikuti gue di perkuliahan. Sehingga gue dan Paiman masih awet dalam satu kelas bersama. Bahkan, kami berdua selalu suap-suapan saat makan. Bentar, kalimat terakhir keliatan menjijikan.

Karena jumlah mahasiswa di perkuliahan sangat banyak, gue mempunyai teman baru. Begitu juga dengan Paiman. Dia mempunyai teman baru. Kami berdua bahkan, saling memperkenalkan satu sama lain dari mahasiswa yang kami kenal. Hal itu membuat kami merasa banyak teman.

Semenjak itu, mulai timbul oleh perbedaan dari peradaban yang muncul. Paiman adalah teman lama gue, mulai berbeda ketimbang yang gue kenal dulu. Pada awalnya saat gue ajak main dulu mau, tapi sekarang hanya mengacuhkan. Bahkan, tiap kali gue ajak ngobrol, dia selalu nunduk. Tapi nunduknya dia bukan maksud takut, patuh, atau taat. Melainkan nunduk melihat handphone yang ia mainkan. Gue yang berada di sampingnya ingin sekali memukulnya pake kemoceng.

Hal itu kembali berulang-ulang. Gue yang pada mulanya curiga, pada akhirnya curiga juga melihat perubahan yang menjanggal di Paiman. Di sisi itu, Paiman kerap bermain dengan Supri. Mereka berdua adalah sahabat gue. Gue dan Paiman kenal Supri sejak awal kali pertama masuk kuliah.

Sesekali gue melihat mereka, selalu riang dan ceria. Gue yang sudah mulai males, sampai akhirnya males juga. Ya, memang, teman baru selalu memberikan keceriaan yang berbeda daripada teman lama. Teman baru ibaratkan perkembangan zaman yang semakin maju. Apabila kita tidak mengenal teman baru, maka kita hanya berhenti berwawasan dengan teman lama. Namun, teman lama, lah, orang yang memberikan solusi yang baik dan selalu lapang dada ketika teman baru melupakanmu.

Menurut gue, hal ini mungkin bisa membuka hati sebelum akhirnya lo MELUPAKAN teman lama untuk membuka lebar teman baru. Perbedaan dari teman lama dan baru bisa kita kategori sebagai berikut.

Teman lama = orang yang membuatmu tertawa kali pertama ketika perkenalan > wadah curhat, dan mengerti pribadimu jauh lebih detail.

Teman baru = orang yang membuatmu merubah segi fisik ketika perkembangan zaman > wadah curhat yang isinya mengobrolkan teman lama.

Jadi, apakah kamu sendiri masih ingin melupakan teman lama yang sudah ngerti jelas karaktermu? Terus, bagaimana pendapatmu tentang bedanya teman lama dan teman baru ini? Jangan lupa, tulis komentarnya, ya.

2 Comments


Gue sih gak pernah ngebedain temen lama atau temen baru. Tapi kalo tentang Paiman, mungkin menurut gue doi lagi jenuh temenan sama lo. Bersama-sama sejak lama, tanpa ada rasa bosan itu hal yang nggak mungkin, kan? Apalagi kalo ada yang baru. Mending ada baiknya jaga jarak dulu. Kalo udah agak lama, baru deh lu tembak.


Yaps, benar sekali dan itu solusi yang bagus. Thanks, kak! Begitu, lah, bosan itu hal nggak mungkin. Karena dari bosan, seseorang bisa mengerti sifat satu sama lain.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.