0

Tentang Kebahagiaan

Posted by Malestha Andheka on 21:56:00
Lo merasa senang enggak ketika banyak yang mau berteman dengan lo? Lo merasa bahagia banget enggak saat teman lo semua pada support lo? Dan ini yang terakhir, iya ini terakhir. Lo paling merasa senang dan bahagia banget-banget sampai bangeeeeeeetttttttt dan huruf 'E' sama 'T' nyampe gak kehitung berapa banyaknya, lo di cintai oleh orang yang lo idolakan? Klik judulnya dulu kalo mau lanjut.

Thank you udah baca pada postingan ini. Sengaja gue tulis itu supaya kalo orang walking ke sini, enggak hanya singkat baca pada awalnya doang. Jadi, semuanya kudu dibaca, urut dan tuntas.

Lanjut. Kalo lo merasa senang dan selalu mendapat pujian dari orang lain, berarti lo tandanya di mata orang lain adalah orang yang dipercaya dengan baik. Namun dari banyak orang, terkadang tak pernah menyangka orang itu selalu berbuat bijak. Allright?!

Pada saat lo dalam posisi ketika di antara teman sedang saling tak mau kenal lagi alias ngambekan karena enggak kebagian roti tar, lo menghadapi itu bagaimana? Jikalau dekat si A lo pasti mendapatkan opini si B buruk. Namun jika mendekat si B, lo pasti mendapat opini A lebih buruk lagi.

Menurut gue pribadi, perpecahan di antara mereka itu karena kurang berkomunikasi secara segar. Sehingga membuat di antara dua pihak menjawab asal tebak asal ngomong asal usul asal siul asal gatau apalagi, menjadi salah kaprah. Kalo berani asal deketin, lalu ngobrol sepenuhnya dengan kedua mata tertutup aja supaya emosi meredam tapi pandangannya gelap.

By the way, itu adalah solusi aja ya. Pada kalimat gue yang terakhir di atas, ini tipsnya.

Seorang laki-laki gantle men, dalam mendekati seorang wanita terkadang selalu gengsi apabila ditraktir. Jadi, pria itu lebih baik traktir doi walaupun setelah traktir dia besok sampai akhirnya seminggu dia lupa makan karena sadar enggak ada duit.

Namun enggak banyak dari seorang wanita meminta untuk selalu ditraktir. Iya enggak? Wanita terkadang juga berpikir apabila ditraktir terus nyampe udah memberikan jawaban menolak cowok, minta traktir. Hanya karena tidak dipandang matre dari karakternya.

Lebih efisiennya sih di waktu membayar, patungan adalah meringankan kedua pasangan yang akan jadian tapi takut untuk mengungkapkan karena takut ditolak, dan takut menerima karena takut sakit hati yang tak kunjung lepas.

Ketakutan yang menghadang, akan selalu membayangi apabila tidak menjalani dulu sebuah hubungan yang belum nampak. Dari karakter yang telah membentuk pada diri kita, lebih nampaklah seseorang untuk bertanggungjawab atas ungkapan yang dikeluarkan.

Sehingga dari setiap orang mempunyai sifat yang berbeda-beda pula untuk mencintai. Pada dasarnya hubungan yang tercipta baik adalah hubungan yang harmonis dari hasil keduanya yang saling memperjuangkan tidak runtuh. Namun hubungan yang terasa sangat menyakitkan adalah hasil hubungan yang buruk saat mendapatkannya dari hasil nikung temannya sendiri.

Sakit hati itu masa lalu, move on itu masa depan. Bukankah seharusnya kita menerapkan kata hati itu untuk melihat lebih baik?

Enggak panjang deh pada postingan hari ini. Gue cuman pengin membuka postingan baru pada bulan April yang semoga tidak main Aprilmoop dari setiap komentar yang akan lo post dibawah ini.

Hayoo...

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.