0

Short Story by Deka for You!

Posted by Malestha Andheka on 23:09:00
Sasa adalah wanita anggun yang memiliki keindahan dengan kontras wajah yang ceria. Senyumnya yang tipis. Hidungnya yang mancung. Pipinya yang tirus dengan sedikit merah merona. Berambut hitam kental sebahu. Namun tunggu, tumbuh kumis yang nampak tak kecolongan meski diliat dengan kaca yang dihapus pake byclean. Gatau cara apaan, katanya untuk memperindah dirinya dari cermin.

Kecantikkan yang ia miliki, membuat para lelaki jantan ingin mendekatinya. Tapi tak ada satu pun lelaki yang mendekat. Karena Sasa seorang saudagar kaya raya ini tinggal di rumah mewah.

Lantainya bertingkat dua puluh tujuh. Sampai di rumahnya pun, jarak antara kamar menuju toilet kudu menempuh sekitar dua hektar lebih. Dan, bagian belakang rumahnya terdapat kolam renang yang dibuat tarasering yang bercorak modern.

Rumah minimalis itu dibuat dan di sketsa oleh Sasa sendiri. Lantas ia pintar dalam arsitektur, namun tidak ingin menjadi seorang arsitek professional. Karena dia ingin mencoba berinovatif yang lain. Seperti pandangannya yang sekarang adalah membuat bubur ayam sederhana supaya pada akhirnya dapat naik haji.

Naik haji adalah impian Sasa yang sudah ia tunggu-tunggu, namun belum kesampaian. Impian Sasa yang besar adalah itu. Kalo impian Sasa yang rendah mah, hanya jualan kecap keliling kompleks rumah aja. Mungkin dengan cara jualan itu, memudahkan Sasa untuk bersosialisasi dengan warga di ruang lingkup masyarakat awam.

Karena berkat keuletan Sasa yang sangat menggebu dalam usaha, Sasa dapat menciptakan kreasi baru dari bubur tersebut. Bubur itu panjang lebar ia ramu dengan banyak resep di dalamnya. Biasanya, bubur mempunyai khas yaitu, kerupuk. Tapi Sasa mempunyai khas tersendiri yaitu, karak. Entah nyambung atau tidak, yang buat, kan, Sasa ngapain protes?!

Setelah lama menekuni bubur karak itu, pada akhirnya Sasa berhasil mengumpulkan uang yang maksimal. Uang itu ia kumpulkan, lalu akan ia pergunakan naik haji bersama keluarganya tercinta. Bubur yang ia ciptakan, disukai oleh banyak orang. Bahkan, outlet dan toko dari beberapa cabang bubur yang Sasa buka, selalu laris nyampe piringnya pun tak tersisa.

Berkat kesuksesannya itu, bubur yang ia buat kini diberi nama yang sesuai dengan kerja payahnya sejak ingin mencoba sukses, Bubur Story.

Note: Semua yang pernah kita jalani, jangan pernah berhenti sebelum akhirnya melihat kegagalan yang menghalang. Karena kesuksesan selalu hadir setelah melampaui kegagalan yang menantang kita saat melangkah.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.