0

Dendam Bisa di Musnahkan

Posted by Malestha Andheka on 07:14:00
Eh hey, hey, hey, semua halo. Masih stay aja kali, ya, mampir di Blog gue. Baca semua artikelnya dong. Tinggalin jejakmu, gue akan berkunjung balik dah. Pada post hari ini, gue mau bercerita tentang seseorang yang dirinya gampang banget pendendam. Dan orang itu terbawa sangat oleh bawa perasaan. Menurut gue, dendam itu bisa di musnahkan kok. Btw, check this out is my story...

Anggap saja namanya Tori. Dia adalah seorang perempuan yang bijak. Pandai dalam hal bertindak, namun tak pernah disetujui oleh temannya ketika mengusulkan suatu pendapat. Dia menganggap, temannya benci terhadapnya.

Di rumah, Tori tak pernah bercerita dengan kedua orang tuanya. Dia menyimpan perasaan semua dalam batin. Terkadang ketika hati dia sedang terbuka, curahan sedikit curhatan itu, ia ceritakan ke sahabatnya. Tori mempercayakan oleh sahabatnya itu, tak pernah bercerita pada orang lain selain dirinya sendiri.

Sahabatnya itu bahkan, selalu menutupi kejelekan Tori dengan temannya yang lain. Apabila harus jujur, sahabatnya menyimpan banyak jenis keburukan dari Tori. Keburukannya itu adalah pendendam dan mudah terbawa banget perasaannya.

Beberapa hal yang kerap membuat perasaan terbawa, di antara lainnya sebagai berikut.
1. Candaan yang keterlaluan.
2. Mengatur hidup seseorang.
3. Membantah.
4. Dan lain sebagainya.

Pada hal tersebut, seseorang tidak dapat memaklumi halnya oleh ucapan orang lain. Akan yang terjadi mulai timbul dendam yang sangat dahsyat. Bukan seharusnya memberikan pengarahan yang lurus, melainkan justru diperpanjang, sehingga menyebabkan suatu permasalahan.

Di dalam ruang lingkup pergaulan Tori, dia dipandang baik oleh temannya. Semua rata menganggapnya baik. Tapi disisi lain, Tori tak pernah sadar dengan tindakannya sendiri, yaitu pendendam dan bawa perasaan sangat.

Pernah suatu ketika pada saat Tori bercandaan dengan sahabatnya itu, Tori merasa tersinggung sangat. Padahal sebenarnya, topik pembicaraan itu bukan bermaksud untuk menyinggung hatinya. Melainkan justru cenderung menyinggung perasaan sahabatnya sendiri yang mengemukakan. Lho?! Bukan hal ini aneh, iya, benar.

Faktor terjadinya hal itu, Tori jadi merasa jengkel dengan sahabatnya itu. Hingga di lain hari, dia sedikit renggang persahabatannya. Namun ketika Tori berpikir panjang lebar, dendam terlalu lama sangat tidak baik. Dia menyadari bahwa dirinya sendiri yang licik. Aneh. Kurang mengerti wawasan dalam hal kontak sosial.

Dalam suatu hari tak lama, Tori meminta maaf atas semua tindakannya selama ini. Dia ingin menjadi sahabatnya dari sahabatnya itu. Karena dia merasa kesepian juga tanpa seorang teman walopun seorang idaman yang selalu menemaninya itu bukan pilihannya untuk masa depan.

Memang dalam sebuah permasalahan sekecil apapun, alangkah baiknya menceritakan kepada teman dekat. Apabila terus di batin, perasaan akan mendorongmu untuk dendam kepadanya.

Zaman semakin maju, tradisi semakin modern, usia makin bertambah maka berperilakulah layaknya seseorang untuk melirik masa depan. Bukan hanya melayani seseorang yang selalu menghalang. Yang datang untuk selalu mendatangkan suatu permasalahan.

Jadi, bisa kita kutip, kalo dendam itu mending di musnahkan. Caranya, iya seperti tadi. Ceritakanlah apa yang menjanggal dalam hati. Setelah hati lega, buanglah dendam itu dengan melihat apa hasilnya jika kepuasan dalam mencela diri seseorang membuat diri sendiri menjadi pahlawan?

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.