0

Cerita Dari Jakarta

Posted by Malestha Andheka on 20:35:00
Jadi, pada awalnya, cerita dari Jakarta ini dibuka saat gue liburan semesteran, gitu. Rencana gue dan teman, eh iya enggak teman sih. Keluarga? Iya enggak juga, sih. Saudara? Uhm, kali ini..., enggak juga, sih. Apa dong? Musuh? Enggak! Sahabat? Nah, mungkin bisa disebut itu, dan bisa disebut mereka keluarga dalam dunia persahabatan.

Ehm, daripada gue pendam pengalaman dalam hati, mending gue buka lebar supaya orang bisa membacanya untuk menghibur diri. Meski gue terlalu terbuka, namun gue lebih suka berbicara dari depan ketimbang dari belakang yang gak habis-habis. Oke?

Sebelum gue bercerita pada postingan ini, tentu saja gue minta izin oleh kedua teman gue yang pada waktu itu gue ajak ke Jakarta. Mereka gue ajak berlibur, karena pada awalnya dulu sudah berencana sebelum akhirnya jatuh hari pemberangkatan ditentukan.

Berangkat dari kota gue tercinta di Solo, gue ketemuan dengan Toni dan Adhi di stasiun Purwosari. Tepat sore sebelum senja, kami standby di stasiun dengan wajah gembira. Gue bawa koper dan sekresek makanan. Toni membawa koper bututnya dan juga mengotong kresek. Sementara itu, Adhi membawa tas dan satu kresek. Namun ternyata, kresek itu ia tinggalkan karena berisi kotoran dari rumah yang dititipkan Nyokapnya untuk dilempar ke tempat sampah. Ironis.

Tak lama, kereta Bengawan Solo tiba. Kami beranjak meninggalkan stasiun, lalu berlalu ke kota Jakarta. Di dalam kereta, canda tawa kami siapkan, untuk menghapus mata kantuk yang datang. Sampai akhirnya tak terasakan, kami tiba pukul satu malam tepat.

Singkat cerita, gue ajak mereka berdua ke rumah tante gue. Seperti rencana pada awalnya, gue ajak mereka maka gue kudu bertanggungjawab untuk penginapan. Fix, okelah.

Tak berselang lama, pagi itu gue bangun jam sembilan dalam keadaan segar. Di pagi hari, udara sejuk gue hirup lalu hembuskan perlahan.

BRROOTTT. Ops! Biasa, pasti Adhi. "Opooo?" Katanya, merasa tak bersalah sambil menutupi pantatnya pake sepatu. Namun gataunya, alas sepatu itu bekas dia nginjek tokai anjing. Gitu dia ngerti, dia nangis. Gue ngakak, Toni kayang.

Di Jakarta, gak banyak tempat gue berkunjung. Dari mall ke mall, gue ajak mereka agar merasakan juga apa yang pernah gue rasakan dulu di sana. Rute pertamanya, gue ajak ke Gajah Mada Mall. Di situ, enggak banyak digandrungi anak muda, sih. Jujur, mallnya lumayan nyenengin untuk kesehatan mata.

Karena waktu masih lama, gue diajak keluarga tante gue ke Supermall Karawaci. Dari namanya udah sangar apalagi dalemnya, batin gue. Gue nelan ludah, takut mallnya peninggalan dari superman, lalu gue diajak terbang kemudian dijatuhin gitu aja. Hwalah, kok lebay, ya?! Gapapa, ceritanya aja juga cerita gue. Katrok? Ngapain dilanjut baca. Kalo gak baca, nanggung lho.

Setelah itu, gue pergi ke Kota Tua. Panasnya minta es krim dah di sana kalo siang. Baru setelah itu, gue ke Monas. Uhm..., di sana gue hormat kemudian pamer kacamata yang barusan gue pamerin ke teman gue. Sekali gue pamerin mereka, kacamata itu gue lepas. Karena gak pantes banget ke Monas pake kacamata renang.

Lalu, gue ngibrit ke Grand Indonesia Shopping Town. Ehm, di sini yang gue demen, banget malah. Ditempat ini, gue seneng, banget malah. Eh, malah lagi, gapapalah, emang malah itu kebahagiaan yang lebih. Tempat ini, menjadi sorotan gue untuk menyehatkan kedua mata gue menjadi lebih melek. Namun tak hanya di GI aja, sih. Gue mampir ke depannya, Plaza Senayan, lalu ke Thamrin City itu.

Pada hari berikutnya, gue belanja di Pondok Indah Mall. Gue puaskan napsu belanja di sana sambil sedikit pusing mikirin ngelunasin. Dari Pondok Indah Mall part 1 sampai 3 pun gue kunjungi. Karena dari mall ke mall itu terhubung oleh jembatan yang langsung masuk ke mallnya langsung. Setelah dari mall itu, gue ke mall, lagi! Biasa, pengin jadi orang Jakarta itu kudu ngerti mall dululah.

Gue beranjak ke Gandaria City. Di sini, gue flashback masa gue pernah perform dulu di sini. Namun pada hari itu, mall ini tak pernah sepi pengunjung. Sempat banget ada acara Cosplay di sini. Bagi yang enggak ngerti itu apa, itu adalah peran kita menjadi tokoh seorang kartun-kartun yang ada di televisi, gitu deh. Enak, seru, bahagia, apalagi. Semuanya lunas dah kalo ke Jakarta ngunjunginya kayak gini.

Pada keesokan harinya, gue beranjak ke Senayan City, lalu dilanjut ke Plaza Senayan. Gue tak hanya bareng teman gue aja. Gue ajak juga saudara gue yang di sana, Mayang namanya. Dia atasku dikit, sih. Iya, enggak tua banget. Tapi kalo sama gue, iya masih keliatan baby face gue, banget malah. Haha eh, iya bisa liat sendiri deh. Dia seorang perempuan yang berkarakter baik dan bertanggungjawab dalam kebijaksanaannya ketika adeknya berkunjung.

Malemnya itu, gue pergi ke Pasar Santa. Gatau itu pasar apaan, gue diajak ke sana. Gue di sana, makan jajanan yang membuat mata gue menarik perhatian. Dari yang pernah gue makan, tapi kayaknya emang belum pernah gue makan semua aja. Tapi apa daya, kalo gue makan semuanya, gue gak bakalan kuat. Karena sebagian orang menjual tak hanya aneka makanan dan minuman saja. Akan tetapi, juga ada kok clothing dan sepatu.

Saat malam sudah larut, gue berlalu ke gutik. Entah singkatan dari gulu (leher) tikus atau apa, gue ngibrit ke sana bareng Kak Mayang. Ternyata eh ternyata lagi, ini singkatan diambil dari Gule Tikungan. Karena berada di antara Blok M Square dan Blok M Plaza, itulah mengapa nama itu menjadi sorotan. Entah benar atau enggak, gue hanya ngasal nulis aja.

Gue santap makan itu hingga akhirnya piring tidak tersisa. Melihat wajah Toni, keliatannya udah mual-mual akibat kekenyangan. Sementara itu, Adhi kontras wajahnya udah gak keruan.

Setelah kenyang, kami kembali ke rumah bareng kakak gue, Mayang. Sesampai di rumah, kami langsung istirahat agar keesokan harinya bisa keluar makanan itu dengan sempurna dari belakang.

Pada pagi hari, gue bergegas membeli tiket kereta untuk pulang ke rumah. Gue takut sebelum akhirnya dapat tiket jika tidak dapat dan gue berlama-lama di sana. Sementara pada hari Senin, gue harus berkuliah.

Tepat jam sebelas siang, kereta dari stasiun Pasar Senen tiba. Sebelum meninggalkan rumah, gue berpamitan dulu dong dengan keluarga kakak gue, Mayang atas kerakusan gue dalam makan. Lalu kemudian, berterimakasih ini masih tetap berlanjut. Gue berterimakasih pada tante Endang dan keluarganya lengkap. Kemudian yang terakhir sebagai penutup postingan, gue berterimakasih pada KAMU yang bersedia membaca postingan gue hari ini dan postingan gue yang lain. Selalu ingatlah, support seseorang adalah cara kamu untuk selalu mendorong orang itu dalam berkarya dan kamu mendapatkan kemampuan cara menulis serta membaca menjadi lebih sempurna dalam pemahaman yang indah.

Tinggalkan komentar kamu dong supaya gue bisa mampir juga, nih. Asyik! I'm happy if your leave a comment at the post and happiness.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.