0

Aku dan Naskahku

Posted by Malestha Andheka on 19:44:00
Pertamanya ini, gue mencoba nulis, tentang kisah perjalanan ketika menulis naskah. Pada awalnya gue sangat terinspirasi dari semua buku yang telah gue baca dulu. Dari bukunya Raditya Dika, Roy Saputra, Adhitya Mulya, Alitt (shitlicious), dan lain sebagainya.

Semua buku yang gue baca, gue jadikan referensi dalam menulis naskah. Jadi, tidak ada salahnya membaca sebanyak apapun untuk menggali inspirasi lebih dalam. Semakin banyak buku yang dibaca maka akan semakin banyak wawasan yang diperoleh. Tidak ada yang sulit apabila belum pernah mencoba, benar gak?

Namun kali pertama naskah gue selesai gue tulis, sampai pada akhirnya, naskah, langsung gue kirim ke penerbit. Dalam mengirim penerbit ini, sebelumnya gue sudah survei (melihat web-nya agar tidak salah kirim) supaya pasti. Pasti terbit! Itu adalah harapan yang antusias banget yang muncul dalam benak.

Setelah tiga bulan berlalu, gue dapat kabar dari penerbit yang gue lampirkan naskah. Seperti orang awam mencoba mengirim penerbit, gue pun ditolak. Naskah gue ditolak. Sekali lagi, naskah gue ditolak.

Karena merasa putus asa, gue membuka, lalu membacanya halaman demi halaman, sambil mengecek kesalahan dalam penulisan. Typo, enggak. EYD, juga bukan. Dan ternyata eh ternyata, ada bagian point tertentu tidak terlampaui.

Melihat semua itu, gue mulai sadar. Gue kudu berupaya lebih baik dari ini. Gue harus bisa menembus penerbit. Gue mampu mengerjakannya. Gue yakin, pasti suatu saat nanti bisa mengabulkan harapan gue. Jadi, paling tidak, gak hanya harapan palsu, seperti anak ABG yang mengeluhkan PHP.

Bulan selanjutnya, gue mengurungkan mengirim naskah itu kembali. Gue simpan naskah itu di almari, kemudian masih menyimpan file-nya, di draft.

Lalu, gue mencoba membuatnya yang baru lagi. Namun kali ini, gue buat dengan sistem kebut semalem seperti anak sekolahan yang kaget besoknya ada tugas. Setiap jamnya, gue habiskan buat menulis. Istirahat tiga jam untuk tidur, gitu selesai langsung nulis lagi.

Singkat cerita, gue selesai menulis naskah yang kedua. Karena naskah pertama gagal, gue mencoba mengirim kembali, namun lain, ini naskah yang kedua. Tentu saja berbeda dengan judul yang berbeda.

Nunggu tiga bulan kemudian, gue mendapatkan kabar, bahwa naskah gue ditolak.

Jleb.

Gue nangis.

Gue mengambilnya kembali sambil menghirup air mata yang keluar dari hidung. Iya, waktu itu lagi demam soalnya.

Seperti biasa, gue ulang kembali kesalahan yang sama. Sampai akhirnya, gue berinspirasi membuat naskah yang baru lagi. Namun kali ini, gue membuat dengan genre yang masih sama, yaitu komedi. Karena kebanyakan yang pernah gue baca adalah cerita komedi.

Dan dalam naskah yang ketiga ini, gue belum mendapat panggilan. Untuk mengingat, pada hari ini gue barusan mengirim naskah ketiga itu. Dan semoga, tidak seperti naskah sebelumnya ditolak.

Kalo kamu, pernah coba mengirim ke penerbit belum ceritanya? Misal belum, cobalah kirim. Takut, abaikan. Cobalah mengirim, supaya dapat meningkatkan kreatif kamu dalam menulis perparagraf.

Salam.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.