2

Nestapa Gue di Tahun Baru

Posted by Malestha Andheka on 00:51:00
Sekadar untuk mengingat kembali tahun baru 2015 kemarin, gue menulis ini. Gue menjadikan cerita pendek supaya gue teringat di tahun baru awal pertama kali itu, nestapa adalah yang gue alami. Sangat sedih rasanya mengingat hal ini. Bukannya seneng, tapi mengenaskan bagi gue. Ini adalah cerita gue, simak sebagai berikut.


Pada waktu itu gue bergegas hendak tahun baruan bareng temen gue di Mall. Tempat anak muda menongkring yang enggak jauh amat dari rumah ke sana. Karena enggak begitu jauh, gue motoran bareng temen gue Toni.

Kami berdua berjalan beriringan di jalan. Kami seperti orang partai yang ingin mempromokan benderanya. Kami berdua berhenti di rumah Denanda sebentar. Kami samperin dia sesuai janji.

Singkat cerita saja dah, tanpa gue singkat, cerita paling banyak memang di rumah Denanda. Dia emang enggak selalu siap ketika udah janji.

Waktu rasanya semakin cepat berlalu. Tanpa terasa diperjalanan yang melelahkan tak terasakan. Kami berhenti di The Park Mall Solo Baru. Kami naik tangga eskalator dan nongkring di food courtnya. Kesukaan kami di food court adalah jajanannya yang murah dan tidak begitu mengajak miskin di kantong.

Namun kami tidak pesan satu pun. Alasan mahal, tentu tidak. Kami beralih tempat setelah melihat jam mulai larut. Melewati Fun World, kami beranjak ke sana sebentar. Lumayan, sekalian cuci mata di sana.

Sesampainya di situ, gue bareng temen gue, main tinju-tinjuan bareng. Nahasnya, kecelakaan menimpa tangan gue. Gue menghentikan mainan seketika saat berlangsung. Gue perhatikan bagian pergelangan tangan kanan gue yang rasanya sakit banget ketimbang di putusin pacar.

Karena kami enggak mau melewatkan tahun baru, gue lupakan soal sakit. Kami berlalu ke Double Decker untuk makan malam.

Di sana, sekaligus merayakan tahun baruan. Gue pandangi langit dari dalam. Sangat dingin, ternyata AC yang menyala di atas kepala gue. Gue melengos malas, menyapu pandangan lain.

Saat mendekati jam dua belas petang, kami berlalu keluar. Gue melihat banyak kembang api yang melayang-layang di udara. Keindahan malam tahun baru itu gue rasakan kesakitan juga di bagian pergelangan tangan kanan. Sangat sakit dan kaku jika di gerakkan.

Setelah pulang tahun baruan itu, gue diberikan penanganan langsung oleh bokap. Dia menghantarkan gue ke tukang urut yang diceritakan nyokap.

Gitu nyampe di rumahnya tukang urut itu, tangan gue mulai di pijat-pijat. Sedikit demi sedikit, sakit itu tidak terasakan kembali. Namun rasa sakit terus membayangi. Bagian dalam tulang gue lecet yang menyebabkan gue susah untuk bergerak.

Sebelum gue pulang, gue diberi catatan oleh tukang pijat itu. Kalo makanlah singkong rebus untuk memulihkannya kembali. Perlu proses, kurang lebih seminggu untuk penyembuhan. Selain itu, gue kudu berhati-hati dalam bermain yang menggunakan kekerasan. Iya, kekerasan memang tidak pernah baik dilakukan, sekaligus tidak enak untuk dirasakan maupun diterima.

2 Comments


malem taun baru saya aja masih kerja... gak perlu mendramatisir.. hehe.. salam aja yah


Masmimow: hahaha semangat kerjanya kak! Tangan saya hanya keseleo saja tapi cenat-cenutnya enggak karuhan..

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.