2

Bagaimana Apresiasi Itu?

Posted by Malestha Andheka on 13:54:00
Gue paling seneng ketika dari beberapa orang mau menghargai karya yang telah gue buat. Paling seneng lagi suatu ketika pada saat gue diterima oleh doi. Itu bagian hati yang telah melontarkan kata padanya. Dan hasilnya tidak sia-sia karena langsung diterima, walopun nunggu belasan hari. Cukup. Enggak akan gue bahas lebih. Paling tidak itu semua adalah gambaran sebuah apresiasi. Bisa berupa karya yang telah kita buat atau lain jenis.

Di zaman modern seperti sekarang yang makin kekinian ini, ada banyak hal orang lebih memilih mengapresiasi idolanya saja ketimbang temennya yang lagi beranjak. Akan hal itu, menurut gue membuat rasa semangat temen itu bergoyang.

Namun persetan dengan goyangan ngeboor, semangat yang patah bisa di sambung kembali apabila terus berusaha. Biasanya, susahnya mengapresiasi itu hanya karena malas. Entah malas itu adalah kata becanda, entah malas itu adalah suatu kata tanda berhenti.

Untuk kamu yang merasa disepelekan, gue kasih saran, agar selalu jangan patah hati. Jika suatu saat nanti lo bisa mengangkat nama lo sendiri. Kelak kemudian temen lo bakalan terkagum untuk mencari apresiasi.

Kesadaran dari beberapa orang, terkadang mengikuti mood dia. Dari cara pandangnya, cara sudut ia memperhatikan, cara mencaritahu kesibukkannya, dan bahkan cara-cara lainnya yang termuat.

Jika suatu saat temen lo terangkat namanya di lingkungan sekitar bahkan nyampe jutawan orang, apakah lo tetap mengacuhkannya?

Oh tentu tidak. Teman yang pada awalnya tidak terbiasa, akan menjadi biasa jika suatu waktu ia berjumpa setiap harinya. Karena ada pada faktor kebiasaan. Dari kebiasaan ini, mulai membangun yang namanya persahabatan.

Dalam persahabatan yang kuat selalu menciptakan keharmonisan dalam tutur berbicaranya. Berulang kali topik yang dibacarakan, walopun melenceng drastis, teman selalu menanggapi. Semuanya terasa sangat nyambung meskipun berakhir tidak keruan.

Akan karena hal itu, mulai tumbuh dari macam karakter dari pribadi yang berkembang dari diri sendiri. Semuanya ada pada diri seseorang.

Jika seseorang itu penikmat karya seluruh orang lain tanpa pilih, dia adalah orang yang tidak pernah mengeluhkan hidup. Jika seseorang yang tidak menikmati arti sebuah karya maka dia adalah orang yang tidak pernah mengerti arti kerja keras dalam berusaha berkarya di kehidupan ini.

Melihat semuanya itu, bagaimana menurut kalian?

Mari berkarya sebanyak mungkin, karena kita mampu mewujudkannya ketika masa depan tiba. Goodluck!

Tetap selalu semangat meski banyak yang perlu untuk dipelajari. Banyak untuk selalu belajar, belajar, dan belajar adalah kegiatan yang membosankan. Namun membuat rasa semangat ingin berkobar karena mengkhayal masa depan adalah suatu dorongan dari nilai pembelajaran.

Yaps, sampe di sini postingan gue hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua bagaimana apresiasi itu penting dilakukan.

2 Comments


"Jika seseorang itu penikmat karya seluruh orang lain tanpa pilih, dia adalah orang yang tidak pernah mengeluhkan hidup."

Bener nih, menikmati karya orang lain dalam bentuk tulisan maupun lisan mapuoun visual, dapat membentuk karakter kita untuk menghargai orang lain dengan karakter yg berbeda beda. Manusia yg picky soal karya orang lain biasanya nggak akan gampang menerima kekurangan orang lain :)


Yaps, benar sekali. Terkadang dalam diri seseorang menghargai karya orang lain (temannya) lebih berat ketimbang yg dia suka saja. Hal ini menghambat cara berpikir kreatif dan inovatif untuk berkarya.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.