1

Teman

Posted by Malestha Andheka on 15:50:00
SUATU seketika gue introspeksi diri sebelum menulis ini, banyak sering kali beberapa hal pengalaman absurd terulang yang pernah gue lakuin muncul. Kali ini gue mau ngomongin satu hal saja ialah teman.


Iya. Teman itu adalah orang yang ada disamping kita selain orangtua. Kali pertama itu juga teman adalah seseorang yang selalu ada didekat kita untuk menemani dikala kita sedang sendiri maupun sebagai wadah curhat seketika malapetaka melanda.

Beberapa hal yang gue tulis disini berdasarkan yang pernah gue baca di timeline pada Twitter pribadi gue. Iya. Masih sama tentang teman.

Setelah mengenal sejauh mana teman yang baik maupun buruk, sering kali kita sengaja atau tidak mengalami beberapa metode yang menghalang. Maksud gue adalah masalah. Entah itu dari intern atau pranata luar yang mendatangkan.

Terus, pertanyaannya begini, dari mana gue tahu itu semua? Iya. Dari sebuah pengamatan. Namun tak hanya itu, pranata luar juga selalu bersilat lidah yang terkadang dipandang sebelah mata.

Hipotesisnya mengenai teman dan juga sahabat supaya tidak rumit, hanya satu dan engga ngebuatnya agar tidak renggang ialah solidaritas. Ini lebih identik membawa orang untuk membuat jaringan pergaulan yang akan membuahkan rasa simpati dan empati terhadap seseorang kelak.

Baru-baru kali ini gue masih sering ngeliat yang selalu muncul di timeline gue tentang nge-bully temennya sendiri, kadang yang jauh lebih buruk ialah marahin temen di Twitter. Ini apaan coba?

Jika lo merasa nyaman tumpahin emosi itu di internet, masalah akan selalu menggiring lo menjadi lebih panjang. Alangkah baiknya, selesaikan itu dengan bertatap muka dengan nyata. Bukan begitu? Karena tak akan selamanya kita meneruskan secara tidak langsung.

Kemudian, kadang kala gue tahu juga bermacam yang ngebuat orang merasa terheran seketika saling memberi saran. Terkadang saran yang baik dianggap mengkritik secara halus dan lembut.

Ini maksudnya apa?

Kalau menurut gue arti teman adalah orang yang selalu mendengarkan isi hati mencari rekomendasi agar tidak terbeban didalam pikiran. Berpikirlah menjadi seorang positive thinking lebih optimis. Selain orangtua yang memberikan lo support, temanlah yang selalu tak pernah absen memberikan support.

Punya teman baru dan mempunyai jauh lebih baru lagi tak pernah meninggalkan juga teman lama. Berselang kemudian hari atau pun terlelapnya tahun, pasti ada batasan seseorang mengalami yang namanya perubahan. Yang namanya perubahan adalah dari segi sifat dan ingatan supaya mengingat nama teman itu kembali.

Jadi, apabila lo sedang musuhan dengan teman, coba ingatlah kembali sejauh mana lo mengenal dia semata. Yang mana sedang tertawa bersama. Melakukan kebiasaan bersama. Sampai saling menuangkan curhatan kepadanya.

Jika lo sudah mengerti apa yang gue tulis ini, semoga bermanfaat untuk lo semua agar mengerti indahnya berteman yang baik. Hidup tidak akan berwarna jika tanpa teman yang menuangkan.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.