0

Sakit Hati Yang Dialami Seseorang

Posted by Malestha Andheka on 07:46:00
MINGGU lalu gue sempat dikagetin temen soal ulang tahun temen deket. Saking deketnya gue jadi, engga ngerti bisa sedeket orang pedekate pada umumnya.

Entah ada apa jalan pikiran gue, gue hanya menerima harapan palsu olehnya. Waktu itu juga gue merasakan hati gue yang ancur ngga di hargain olehnya.

Anggap saja namanya Siti. Iya. Indah namanya, dan ngga hanya satu atau dua yang menyukainya kelak. By the way, dia lebih disebut sebagai primadona seketika gue terkesima dengan penuh tertegun melihat pesonanya.

Seketika gue face to face secara langsung, ingin rasanya gue memeluk untuk sekali meredakan hati. Namun gue bisa menghentikan niat ambisi.


Kedekatan gue dengan Siti hampir merintis lebih disebut intim untuk kita berdua. Setelah engga lama gue kudu mengikhlaskan Siti dengan seseorang. Mungkin itu sebuah pilihan.

Pada akhirnya gue menerima rasa dilema karena telah dimabuk cinta. Hingga akhirnya gue kudu menerima kesendirian ini walopun pilihan dia sudah menerima seseorang katimbang gue.

Tak lama kemudian Siti sudah putus hubungan. Siti merasakan sakit hati dengan pasangannya. Entah ada apa dia putus, namun itu sebuah pilihannya. Iya. Namanya juga cinta monyet, masih labilnya seperti ini.

Gue masih termenung menahan rasa tak dihargai oleh seseorang. Menjelang beberapa hari telah berlalu bukannya ada kabar baik malah jadi kabar buruk untuk gue.

Entah benar atau tidak, gue menggumam mendengar perantara oleh temen Siti. Ia menceritakan tentang gue dengan temen satu sekolah soal aksi gue suka dengannya seketika mengejar cinta. Temennya pun mendukung seketika gue engga mendapatkannya dan memberikan keperihan hati yang terdalam.

Gue tanyakan ke google dan mencoba melihat, ataukah dia cocok untuk gue atau tidak. Ini hasilnya.

Ternyata google berkata lain. Gue pun langsung pura-pura mati.

Saking pedihnya yang gue rasakan selama itu, untungnya temen gue berhasil meredakan. Gue bisa melupakannya step by step.

Tapi inilah yang paling sakit yang pernah gue rasakan selama ini. Mencintai seseorang, namun cintanya hanya untuk seseorang dan bukan gue. Membiarkan ucapan gue gantung begitu saja tanpa ada balasan. Apabila suatu saat nanti lo mengalami ini, lo bisa merasakan senang?

Gue engga bisa berharap lagi dengan cara dukun bertindak atau apa. Gue menerima dengan lapang dada meski dia selalu menerka gue dalam hal yang kurang bijak. Apabila itu yang ngebuat Siti sangat senang, namun buat gue ironis.

Ps: lihatlah kembali sebelum menebak karakter dalam diri seseorang sebelum introspeksi diri. Berhatilah mendengar ucapan kata teman sebelum melihat dibalik sebuah fakta yang nyata sesuai ucapan kata itu. Apabila sudah terjerumus sesuai pilihan, penyesalan akan datang diakhir nanti.

Tulis kolom dibawah yuk untuk komentar.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.