0

Liburan ke Inggris

Posted by Malestha Andheka on 22:12:00
NAMA gue Andheka. Lengkap aja deh, Andheka Malestha. Seperti banyak orang katakan, mereka memanggil gue dengan Andhek. Bahkan yang kesal gue menoleh ketika mereka memanggil dengan sebutan, Males. Pffftt.

Gue engga mempersoalkan nama pena atau panggilan kok. Biar lebih akrab, lo boleh manggil gue Deka atau Dika. Dika itu seperti panggilan gue didalam keluarga besar. Entah dari mana panggilan itu, penting gue seneng.

Lulus SMA ini gue nganggur dirumah seharian. Menjelang lulus dari SMA itu gue mempunyai libur berkepanjangan. Liburan kali ini menurut gue sangat suram. Bahkan gue sekarang jarang untuk mendapatkan uang. Meminta kedua orangtua saja, gue enggan untuk mengulurkan tangan. Gue tipikal orang yang mandiri, kan ingin bekerja keras mengejar karya kreatif yang gue buat.

Selama berkonsisten ngeblog, gue sering mengirim beberapa cerpen dan kemudian gue kirimkan ke berbagai majalah. Alhasil yang gue dapatkan hanyalah dikacangin. Gue merasa tidak di hargain dalam hal demikian. Namun kegigihan gue engga berhenti disitu saja. Mungkin gue hanya kurang beruntung. Gue ulang kembali hingga membuatnya jauh lebih baik.

Keseharian yang hanya ngeblog bagi gue engga merasa membosankan. Gue bisa meneruskan hati gue berbicara melalui tulisan ini. Walaupun kelihatannya tidak ada yang membaca, gue engga mau tahu soal itu. Terpenting blog yang gue buat sebagai latihan menulis gue agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Itu ulasan sedikit dari gue. Dan sekarang gue mau ngomogin soal vacation. Ngomong-ngomong soal liburan, gue mempunyai sebuah bayangan untuk pergi ke Inggris. Bahkan ke luar negeri lainnya pernah gue jelajahi lho sebelumnya. Hmm.. Dalam mimpi. Iya sih emang mimpi gue kebesaran, memang.

Kenapa gue pengin banget ke Inggris? Mau beli tahu sama tempe kalau lo tahu. Ya engga lah, itu mah bercanda. Maaf dikit ngelantur aneh gini. Hehehehe.

Tepatnya saat gue lagi menulis ini sebenarnya gue lagi ngikut suatu kompetisi yang diadakan oleh Mister Potato. Blog kompetisi ini dinamakan NGEMIL EKSIS PERGI KE INGGRIS. Hadiahnya tuh menarik banget broh, bisa ke #INGGRISGRATIS emang sengaja gue caps-lock biar jelas. :p

Sedikit gue bercerita nih ya. Soal beruntung atau tidak dalam sebuah audisi gue selalu jatuh kurang beruntung. Bahkan pernah diberi tulisan 'Anda harus belajar lagi'. Gue hanya manggut-manggut membawa selembar kertas kurang keberuntungan itu.

Oke. Balik lagi soal Inggris.

Ngomong-ngomong negara Inggris, siapa sih yang engga menginginkan liburannya kesana? Emak gue aja manggis-manggis melihat siaran TV yang meliput ke luar negeri. Karena gue keluarga sederhana yang pas-pasan, gue hanya mampu berkhayal saja lebih dari cukup untuk mewujudkan.

Biar lebih detail gue sebutin tempat populer di Inggris yang ingin gue kunjungi deh. Simak baik-baik ya.

Here we go!

1 Menara Jam Big Ben.


Big Ben tuh konon katanya sebutan dari Elizabeth Tower atau menara jam yang menjadi landmark di kota London. Sebagai landmark di kota London, tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang terkenal. Selain banyak bule-bule disini, juga banyak wisatawan asing negara lainnya juga lho yang berkunjung. Kalau gue bisa kesana, gue mau foto dengan bule yang ngga kalah absurd gayanya and me.

2. Westminster Palace.


Houses of Parliament adalah gedung parlemen pusat pemerintahan United Kingdom. Bujug buseeeett! Bangunan ini juga pernah menjadi saksi bertemunya dua majelis United Kingdom. Ini mah gedeeee banget gedungnya. Intinya sama gedung kuliah gue emang engga ada apa-apanya, uy!

3. London Eye.


London Eye tuh juga sama tempat para wisatawan tidak melewatkan berkunjung disini. London eye ini merupakan kincir ria yang berada di tepi selatan sungai Thames yang tepatnya di London juga. Lihat deh diatas gambarnya. Iya emang gue nyari di internet, kalau gue cari dirumah adanya parutan keju nyokap. Kalau di kota gue tuh adanya tiap awal tahun di alun-alun. Kita bisa naik kok, engga di patok usia asalkan kita membayar aja sih. Tapi namanya tuh pasar malam bukan London eye.

4. Buckingham Palace.


Ini tempat sebagai kediamannya ratu (gue) Inggris di London. Siapa tahu nanti tempat ini juga menjadi objek wisata gue kalau beruntung menang dalam kompetisi ini, gue bakalan fotoin semua nyampe memori gue full. Berhubung menjadi tempat kediamannya ratu Inggris maka sering banget diselenggarakan upacara juga disini. Kalau tempat gue masih sekolah dulu untuk upacara tiap hari Senin di sekolah. Kalau disini mah gue kurang tahu. Hehehe.

5. Trafalgar Square.


Trafalgar Square adalah pusat segala sesuatuk. Biar kayak Syahrini gitu ngomongnya. Hehehe. Jadi, Trafalgar Square itu semacem ruangan tua lebih tua dari pada gue. Staff nya aja ramah-tamah dan pro aktif gitu broooh. Luaaaaasnya banget-banget lokasi tempat ini. Kalau di kota gue mah kayak gini jadi kebanggaan banget di kota. Menjadi tempatnya anak muda untuk nongkring.

6. Beatles Museum.


Ngomong-ngomong soal The Beatles gue emang penggila beratnya. Karena gue sendiri juga terjun ke aliran dia. Musik? Siapa sih yang engga suka dengerin musik? Dan tentunya musik dari The Beatles. Widiiih. Musisi legendaris mendunia ini emang cool abiss. 

Nih nama-nama personalnya gue sebutin satu persatu. John Lennon (rhythm guitar, vocals), Paul McCartney (bass guitar, vocals), George Harrison (lead guitar, vocals), Ringo Star (drums, vocals). The Beatles sudah released 12 studio albums, 13EPs and 22 single. Band asal Liverpool ini memang dikatakan top abiss banget dalam dunia rock.


Itu dia mereka. Gue tertegun melihat fotonya. Dirumah gue juga punya poster-poster dia lho. Sorry iya kalau gue nambahin kata-kata yang engga penting ini. Hikhikhik. Karena gue emang pengin banget berkunjung kesana. Dan engga hanya angan gue saja yang terbang.

7. King's Cross Station.


Oops gambarnya agak dikit kabur. Maaf ye kak, soalnya waktu gue ambil gambar kameranya fokus ke bule. :p

Begini gue engga cerita banyak tentang King's Cross Station. Yang jelas ini stasiun tertua yang pernah dibuat shooting film Harry Potter lho. Seandainya pada gambar gue jelas, lo pasti bakalan ingin hanyut kesana deh. Stasiun ini juga meninggalkan banyak sejarah pada saat gue belum dilahirin. Ada banyak hal seperti memiliki ciri khas arsitektur yang sama dengan Cordoba dan The Blue Mosque. Stasiun ini mulai dibuka pada tahun 1852. Udah gitu deh. Karena gue bukan ahli sejarah sih. Hehehehe.

Dan berikut 7 Stadion bola legendaris.

1. Stamford Bridge Chelsea.


Itu venue yang gue dapatkan di iPhone. Walaupun gambarnya agak blur atau bikin mata berkedip untuk memfokuskan maaf ye. Oh bukan. Bukan. Ini bukan salahnya yang mengambil gambar. Namun kesalahan gue yang ambilnya hanya screenshot. Karena gue bego ngga ngerti ngambilnya gimana jadi begitulah. Oke. Stadion ini memang selalu rame tiap kali ada pertandingan olimpiade gitu. Didalam stadion, ngga bakalan ada pengamen jalanan sama pedagang yang nawarin es kok. Jadi tak ada salahnya lo bawa sendiri. Namun hati-hati dengan penjaganya yang ketat ya.

2. Emirates Stadium Arsenal.


Stadion gedeeeee banget ini dihunu sejak 2006. Terus, konon katanya dinamakan Emirates Stadium Arsenal karena eh karena team Arsenal lalu mengalami kontrak selama 15 tahun. Gitu deh singkatnya. Kurang lebihnya stadion ini pernah di pake 93 tahun lamanya. Gilaaak! Lama banget bukan? Oke. Sekarang kita bahas selanjutnya saja ya.

3. White Hart Lane Tottenham Hotspur.


Namanya panjaaang juga ya kalau dihafal bakalan nggantung di pikiran. Hiks. Gambar stadion ini gue engga tahu persis yang mana. Yang penting gue udah searching dan hasil yang gue temukan itu. Karena setelah gue searching hasilnya nihil. Atau gue yang bego nyarinya ya? Jadi hasilnya itu aja gambarnya. Sorry kalau gambarnya kurang perfect. :p

4. Old Trafford Manchester United.


Walah-walah ngomongin soal stadion lagi ini. Oke. Jadi begini gue engga bisa cerita banyak. Karena semua stadion yang gue ceritain nilainya mesti sama. Yaitu sama-sama gue deskripsikan kalau stadion ini memang gedeeee banget. Kalau gue lagi dikejar renternir paling larinya juga kesini. :p

5. Etihad Stadium Manchester City.


Cihuuuuy. Ini dia dimana stadion yang termegah. Awalnya gue kira sama dengan yang lain. Namun stadion ini mempunyai sebuah karakter yang berbeda. Apa itu karakter yang membedakannya? Ya. Kalau sama sih iya semua rumputnya engga pernah layu soalnya di rawat. Kalau yang membedakan? Ya. Benar. Dari tiket masuknya. Hehehe.

6. Anfield Liverpool.


Percaya engga percaya stadion ini bisa menampung kapasitas kurang lebih 45,376. Gilaaak! Gedeeeenya luar biasa bukan? Dimensions 105m dikali 68m. Jadi panjang kali lebarnya itu. Kalau kondisi stadionnya iya pasti perfect lah. Selalu terawat dan engga bakalan ada pedagang asongan masuk ke dalam.

7. Goodison Park Everton.


Kali ini gue mau ngomonginnya begini. Kenapa tiap kali ada pertandingan selalu rame? Ya. Karena disana tuh ya, pertandingan atau segala macam acara yang diselenggarakan selalu menarik seseorang. Maka dari itu banyak orang yang selaku untuk meramaikannya. Jika gue beruntung menang dalam kompetisi ini, gue juga akan meramaikannya kok.

London mempunyai budaya yang sangat unik menurut gue. Kota yang lebih indah dari segala keindahan. Entah apa yang ada dalam pikiran gue, hanya menyebutkan kata indah mulai bercampur mengelilingi sekujur kepala.

Jika pada suatu saat nanti gue bisa berencana besar ke Inggris, gue down untuk melanjutkan membayangkan. Seberapa berat yang gue bayangkan semakin jauh kebayang dalam pikiran.

Berawal dari mimpi gue mulai berandai-andai dari kecil hingga besar, gue salurkan dengan segala usaha. Sekecil apa pun gue memimpikan soal Inggris, gue menggumam lama. Yang ngebuat gue mangap tiga hari hanya cerita temen gue yang anaknya pelayaran.

Waktu itu gue engga sengaja ketemu di Alfamart. Kebetulan banget gue meet up dengan dia, walaupun pertemuan kali ini hanya buat gue mangap-mangap. Gue nongkring didepan pada kursi panjang pertokoan samping Alfamart.

"Jadi gimana? Elo belum pernah ke Inggris?"

Gue jawab hanya geleng-geleng.

Apabila gue jawab iya walau kenyataannya tidak, bakalan gue di tepis pundak gue. Jalankan pundak doang, kepala aja pasti. Karena berbohong itu lebih buruk dari kebaikkan (pasti lah).

Gue melanjutkan, "Habis kesana ya?"

"Iya Dik, wuah! Keren banget Inggris tuh ternyata."

Wuah! Emang serius. Gue bisa membayangkannya kok, ngebatin gue.

"Terus, kemana aja disana?"

"Banyak Dik. Kalau gue ceritain semua sampe malem disini kita."

Gue menalan ludah.

"Gue pamit dulu ya Dik. Kapan-kapan deh gue ceritain."

Gue manggut-manggut sambil melambaikan tangan ke arahnya.

Hal yang menarik keliling dunia cuman satu: gratis. Karena mustahil banget gue bisa kesana dengan tabungan gue yang tiap harinya terkumpul lima ribu doang. Huhuhu. Jika ada pasti anak pelayaran. Namun masuk ke dalam pelayaran itu juga engga semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan selain engga mudah, masuk ke dalam pelayaran juga engga murah. Karena gue anak yang sederhana, gue ambil dari ceritanya saja.

Kali ini, angan-angan gue mulai berandai keras pergi ke Inggris. Entah apa jalan pikiran gue selalu mengabaikan kata yang mesti kurun menghalangi. Kalau saja gue bisa meraihnya, betapa senangnya gue bisa mewujudkan keinginan gue selama ini yang telah gue mimpikan.


                  Yap! Tersenyumlah!

Usai sudah yang gue tulis. Intinya tuh berawal dari sebuah mimpi sebagai pantauan arah yang selama ini belum terarahkan. Jika sudah terarah maka berandailah sejauh mungkin. Agar lebih berakurat maka nyatakanlah dengan segala usaha semangat. Walau ujungnya hanya kegagalan, diri gue selalu seneng. Dari kegagalan itulah gue belajar menjadi arahan yang lebih sempurna.

Nih gambar diambil ketika gue belum mandi dengan ngemil Veetos (Mister Potato).

Let's get, let me take a selfie!


Dan ini gambar setelah gue selesai mandi.

Check this out!

Let's get, let me take a selfie!


Gimana? Udah ngerti perubahannya bukan? No filter.

Oke. Jangan lupa tinggalkan pos komentar kalian dibawah sini ya. Gue yakin kalian semua akan sukses apabila sudah merasakan kegagalan.

0

Apa Itu Sosialisasi?

Posted by Malestha Andheka on 07:55:00
SEJAK sebelum mengenal atau bahkan mempergunakan Twitter, Facebook, Line, Path dan apps lainnya, tiap mau kabarin ke temen hanya SMS. Waktu itu gue masih inget banget seketika bokap membelikan hape pertama kalinya.

Waktu itu gue masih make friendster. Kalau Facebook tuh lagi in banget. Dan masih jarang banget orang yang punya. Sekali pun gue online friendster, itu apabila sedang mampir di warung internet (warnet). Karena dirumah gue bukan warnet, bokap tidak pasang modem atau wi-fi untuk menghubungkan internet (ngga nyambung abiss).

Namun pada saat gue belum megang hape sebelumnya, gue selalu samperin ke rumah-rumah temen agar memastikan. Gue engga sendiri. Sekali satu temen gue mengikuti, langsung gue ajakin ke rumah berikutnya.

Gue detail kan lagi begini ceritanya.

Waktu itu gue segera sigap untuk pergi ke rumah temen gue yang berbeda kompleks. Berhubung hape belum punya, gue jalan ngibrit ke rumah Ian dengan menggayuh sepeda.

Sebelum berencana hari ini memang jauh sebelumnya sudah direncanakan. Tepatnya hari kemarin yang sudah dianggap fix oleh teman-teman lain.

Selang engga lama lagi, kami meet up dirumah Tutik. Setelah berkumpul, kita rundingan untuk menengok Arinda yang sedang sakit di rumah sakit. Memang kami tiap kali berkumpul pasti disini. Perjalanan yang kami tempuh dengan mengenakan bmx masing-masing.

Semenjak gue memegang hape, komunikasi secara langsung menjadi renggang. Bahkan temen gue, gue sendiri engga ngerti kontaknya. Setidaknya gue masih simpan nomor rumahnya masing-masing.

Gitu deh singkatnya.

Dari situ kita bisa melihat sejati gue dengan temen gue bukan? Ya. Seimbang dengan rasa simpati dan empati.

Setelah lulus dari SD, hubungan sosialisasi hanya lewat telepon genggam. Temen gue yang sedang sakit, gue mengirim pesan 'GWS' kepadanya. Dulunya, gue berkumpul bersama untuk menengok bersamaan. Seketika temen gue ulang tahun, gue ucapin dirinya 'HPBD' melalui pesan. Jauh sebelumnya, gue datangin dia hanya untuk memberikannya surprise. Sekarang gue di sibukkan oleh telepon genggam yang membedakan semuanya itu. Namun begitu sebaliknya dengan temen gue.

Sebelum gue menulis semuanya ini, gue introspeksi dalam diri gue kelak. Selanjutnya gue apresiasikan menjadi sebuah cerita secara rauncy ini.

Waktu masih SD itu juga menjadi saksi dimana gue berbuat rasa simpati dan empati dengan seseorang. Kemajuannya zaman rasa simpati lah yang muncul tanpa menyatukan rasa empati.

Alangkah baiknya menjadi diri kita sendiri maka meluangkan waktu sedikit akan berguna untuk menyeimbangkan rasa sosialisasi kita kepada seseorang. Yang berguna agar rasa simpati dan empati semakin erat dalam menyeimbangkan cara berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung.

Oke.

End.

Maaf apabila tulisan gue membosankan atau pun membingungkan, setidaknya kita bisa menerjemahkan sendiri makna kata sosialisasi dalam diri kita bukan? Ya. Bisa. Menjawab salah satunya perantara untuk berkomunikasi.

Tinggalkan pos komentar kalian dibawah sini ya. :D

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.