0

5 Sebab Orang Malas

Posted by Malestha Andheka on 21:53:00
SAAT gue sudah mencoba introspeksi diri, akhirnya gue tersadarkan beberapa aktivitas selama ini dirumah yang nganggur. Bermacam segala aktivitas yang gue lakukan semua bercenderung membosankan.

Beranekaragam kegiatan gue pun juga terasa menjenuhkan sama sekali. Seakan gue malas, dan bawaannya hanya ingin menghabiskan uang. Namun gue sadar jika gue tidak mempunyai uang di saat liburan maka gue bisa menceritakan pengalaman apa selama liburan.

Dan kemudian gue mencoba mengirimkan beberapa CV ke perusahaan untuk melamar pekerjaan. Hasilnya gue harus menunggu dan menunggu. Setelah lewat beberapa minggu yang menyebalkan, gue hanya di kacangin. Mantap.

Lebih nestapa penderitaan gue kali ini mulai beruntun hari selanjutnya. Gue tipikal orang yang pro aktif dalam segala macam hobi dan ketekunan.

Setelah banyak membaca dari kumpulan blog orang lain, gue mulai terenyah. Akhirnya gue mencoba untuk konsisten agar blog gue bisa dibaca oleh banyak orang. Dan hasilnya.... Gue masih seperti menulis sendiri dan kemudian hanya dibaca sendiri. Namun gue engga mempermasalahkan soal itu semua. Gue kudu tetap semangat! Apa pun hasilnya yang gue dapet, gue memang banyak mempunyai PENGALAMAN.

Entah apa yang gue tulis diatas engga penting. Sekarang gue mau bahas tentang 5 Sebab Orang Malas.

1. Berhura-hura.

Apabila dari seseorang yang menginginkan dirinya lebih bersenang dulu, ngga akan mungkin ada lagi kata senang di kemudian hari. Beberapa banyak orang mengatakan, 'Berakitlah dahulu kan bersenang kemudian' itu memang benar. Ingatlah kata itu selalu dalam pikiran.

2. Santai.

Santai itu perlu. Namun jika belum memperoleh pekerjaan atau pun pengalaman kerja, jangan berharap bisa makan sesuap nasi. Bersantailah seketika sudah menggenggam sebuah pekerjaan semata.

3. Legowo.

Jika hanya menerima dengan ikhlas saja, apakah bisa merubah pengangguran menjadi karyawan menetap? Lebih dari yang tua renta bahkan masih muda sekarang hanya menerima apa adanya pada saat dirinya merasakan kenyamanan dengan saku, namun enggan mencoba beralih ke pekerjaan.

4. Rasa canggung.

Engga perlu sungkan untuk berbicara oleh teman kita yang sudah jadi. Apabila suatu saat lo bisa di rekrut maka apakah kita akan bilang tidak? Hiraukan saja rasa canggung menjadi rasa semangat.

5. Kebiasaan.

Yang terakhir nih, udah menjadi faktor pendorong dalam diri seseorang yang melekat. Pada mulanya seseorang di ciptakan dengan kemampuan daya pikir yang sama. Semua setara apabila melakukan pekerjaan yang sama. Namun bedanya dari sebuah karakteristik seseorang yang bercenderung malas atau pun tidak. Mungkin seseorang terhanyut malas karena kebiasaannya kurang me-managed waktu dengan baik.

Sekian yang gue tulis diatas, semoga bisa mendorong untuk bekerja lebih semangat. Sedikit-sedikit untuk mengurangi kemalasan dalam kejenuhan di setiap harinya. Kemudian sebelum gue tutup, jangan lupa untuk ramaikan kolom dibawah sini ya. :D

0

Rasa Pesimis

Posted by Malestha Andheka on 08:09:00
SETELAH banyak mediasi gue jalankan, semuanya hanya nihil. Gue rasa jika seseorang sudah jatuh pesimis maka mood mulai menurun. Segala aktivitas pun tidak di jalankan kembali.

Misalnya gue memberikan seorang tokoh untuk gue jadikan contoh.

Supri dan Paino ingin sekali mengikuti sebuah audisi solo vocal. Bahkan karier mereka sendiri sangat berbeda. Apabila kita lihat dari namanya, menurut lo lebih jenius siapa?

Ha? Siapa?

Benar. Supri banget. Memang Paino memang lumayan beda hobi dan kelangkaannya dengan Supri.

Paino bercenderung puitis banget apabila membuat sebuah kata-kata yang di share di Twitter. Kadang temennya aja nanggepin bilang, 'Lo kudu belajar bahasa lagi deh Pan!'

Oh ya panggilan Paino di kalangan temen-temennya tuh bukan Paino. Melainkan Pan. Bukan Pan yang artinya Pantat. Dan bukan juga kata Pan diberi imbuan kata u menjadi Pan-u. Tapi Pan iya adalah Pan. Yang artinya Paino Anak Ngeselin.

Kenapa dia disebut anak ngeselin?

Iya memang wajahnya aja yang menunjang.

Balik lagi pada saat mereka mengikuti audisi. Kegigihan mereka dalam mengikuti audisi solo vocal sangat berantusias banget. Bahkan Supri sendiri memberikan support kepada Paino yang mendaratkan kepalanya di sofa.

"Semangat friends. Kita pasti lolos kok terus, jadi finalis." Kata Supri.

"Aku udah pesimis kalah. Alias gagal Sup. Emang dalam dirimu ngga merasakan itu apa?" Sahut Paino mengelak.

Supri mulai menerka-nerka bilang, "Hanya begini sudah menyerah kamu friends?"

Paino hanya manggut-manggut.

Sementara Supri memanggil si Paino dengan kata 'friends' itu berarti 'enemy'. Kok bisa? Karena dalam sebuah audisi kita tetap bersaing fair walaupun teman sendiri memang menjadi peserta. Dalam artian, kita bersaing baik tidak buruk.

"Apa kita mundur aja enemy?" Tanya Supri.

"Sungguh? Serius?!" Ucap Paino.

"Engga ding."

Paino menepis pundak Supri karena berkata konyol.

Setelah mereka berdua berniat maju, akhirnya mereka bisa meninggalkan keraguannya yang akan
mencoba memberhetikan. Bahkan mereka berdua langsung lolos dan langsung menjadi finalis solo vocal yang di selenggarakan pada acara 17-san.

Tepuk tangan warga sekitar membuat mulut Supri dan Paino semakin lebar mempamerkan senyum yang hampir menyentuh kedua telinganya.

*senyum lebar banget sampai aja*

Oke.

This is the end of stories.

Dari cerita diatas, kita bisa cerminkan pada diri kita agar tetap tampil pede. Walaupun ada banyak teman yang mencoba menginginkan kita untuk mundur, teruslah berikan dia support agar menghapus kata mundur menjadi maju.

Rasa pesimis pada diri seseorang akan selalu muncul apabila melihat seseorang yang menurutnya lebih perfect dibandingkan kemampuan yang kita punya. Pada mulanya Tuhan YME menciptakan umatnya dengan kemampuan daya berpikir yang setara tanpa perbedaan.

Hanya dari sebuah karakteristik dari seseoranglah yang bercenderung berbeda dan tidak akan pernah sama dengan orang lain. Karena kita ini adalah kita, dan mereka adalah mereka yang mempunyai karakter mereka sendiri bukan disebut kita.

Hmm. Mungkin itu dulu menurut gue tentang rasa pesimis yang dialami seseorang. Jangan lupa untuk ramaikan kolom dibawah sini ya. Mari kita diskusi bersama. :D

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.