0

Tentang Gue

Posted by Malestha Andheka on 17:32:00
SEJAK pertama kali gue latihan menulis, gue rasa ini banyak banget ceritanya. Pastinya ini merupakan nostalgia gue yang paling absurd banget untuk diceritakan. Oke. Masih sama seperti gue menulis blog sebelumnya. Masih sama gue harus jujur dalam menulis.

Sip.

This is my stories.

Waktu itu gue masih duduk di bangku TK. Masih juniornya anak-anak SD. Menurut gue anak SD itu adalah anak yang serem banget buat di jitakin kepalanya. Gue masih membuang muka tiap kali anak SD memberikan uang seribu rupiah. Apabila dua ribu? Gue masih mikir-mikir deh. Tapi uang dua ribuan waktu itu belum dibuat. Masih dalam proses saja masih belum di rundingkan.

Di TK Bhayangkara tepatnya gue belajar mewarnai. Ya. Gue bisa mewarnai dengan bermacam warna gue satukan. Seperti seragam gue yang warnanya bertabrakan. Kata guru pembimbing gue, seragam ini memang cocok banget buat anak TK apalagi buat diri gue yang tiap kali masukin warna selalu ngga karuhan.

Semenjak meninggalkan TK, gue merasa lumayan berat melupakannya. Karena dorongan bokap yang selalu berantusias maka gue langsung masuk SD kelas satu tepatnya setelah pertahapan dari nol kecil dan nol besar terlewati.

Akhirnya gue mendarat di SD N 63. Engga jauh banget yang gue tempuh menuju sekolah apabila naik kendaraan. Apabila gue jalan kaki bakalan manggis-manggis dan ngos-ngosan. Dan belum lagi jalan untuk pulang. Duhhh.

Kelas 1 SD, gue masih sulit untuk adaptasi. Tiap kali di todong pertanyaan, "Nama kamu siapa?"

Gue jawab, "Sukijo Bu." Padahal nama gue asli Andheka Malestha.

Gue memang goblok banget. Setelah bokap nyokap mengajarkan tentang gue, akhirnya gue paham. Gue mengerti, mencoba untuk berani memperkenalkan diri di depan kelas. Ini merupakan kebanggaan tersendiri di sekolah.

Tiap masuk kelas, nyokap masih nongol dekat jendela. Apabila nyokap gue lihat engga ada, maka gue langsung lari ngobrit keluar. Gue kurang pede sekolah sendiri jika nyokap tidak sebangku dengan gue (lho?).

Pada caturwulan pertama, akhirnya gue mulai bisa beradaptasi. Gue pernah berantem ala anak SD. Yang artinya hanya mempermasalahkan hal sepele seperti berebut sedikit langsung tonjok-tonjokkan hingga akhirnya ngga sengaja jidat gue harus di jahit tujuh. Bukan. Bukan tujuh kali berurut-urut maksud gue. Coba nanya ke dokter, di jahit tujuh gitu. Serius. Bekasnya masih nampak sampai sekarang ini di kiri jidat gue.

Saat kenaikkan kelas tiba, gue di pindahkan sekolah oleh bokap. Nyokap sebenarnya tidak menginginkan pindah, namun lamunan nyokap terpecah oleh bunyaran bokap. Karena itu keputusan bokap, gue resmi pindah sekolah. Mungkin bokap mengalami shock ketika gue sampai di jahit tujuh bagian jidat.

Akhirnya gue melanjutkan sekolah di SD N Madyotaman. Bukan seperti yang gue kira. Ternyata di SD N Madyotaman ini ngga ada tamannya. Nyokap menjelaskan, "Bukan begitu juga maksudnya. Sekolah ini nanti menjadi saksi kamu sampai lulus nanti."

Waktu itu gue jawab, "Kok bisa Ma?" Rasa ingin tahu gue muncul.

Nyokap hanya diam membisu. Seolah tidak ingin melanjutkan keterangannya.

Masih sama seperti gue TK, namun bedanya gue jauh dikenalkan dengan angka dan huruf untuk menebalkannya. Gue langsung tertegun melihat tulisan gue sendiri dan kemudian, gue kutip ulang dirumah.

Pada saat inilah gue menjadi hobi banget tentang tulis menulis. Berawal dari mengkutip menebalkan huruf sampai mengkutipnya ulang. Seperti contohnya yang mengkutip saja ya.

Budi makan tempe. Dan tempe makan Budi. Dan Budi bayarnya hutang.

Gue menulis dengan huruf tegak bersambung. Walaupun gue masih susah menguasainya, akhirnya gue langsung mahir ketika banyak belajar. Mantap.

Saat kenaikkan kelas 6 SD tulisan gue masih menjadi favorit di sekolah. Sampai akhirnya, gue di ikut sertakan perlombaan menulis cerpen dan karya lainnya. Dan dalam perlombaan menulis cepat di komputer, gue berhasil mengkalahkan sekolah lain. Gue mendapatkan penghargaan dari sekolahan berupa buku tulis baru. Asik. Waktu itu nerima buku tulis dan piala sangat senang sekali.

Dan semua yang gue petik dari cerita gue adalah berawal lah dari susah terlebih dahulu. Akan selalu ada waktunya untuk bersenang kemudian melihat hasilnya.

This is the end of stories.

Apabila ingin menambahkan ceritamu sendiri, maka jangan lupa mengisi kolom dibawah ini ya. Thank you. :D

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.