1

Graduation Me

Posted by Malestha Andheka on 14:44:00
MENJELANG hari graduation me, nyokap paling ribet. Harus bingung milih yang mana yang akan dikenakannya nanti. Nyokap gue yang akan menemani nanti di gedung Wanita Sasana Kridha Kusuma.

Bokap gue juga engga kalah untuk bangun pagi. Namun bokap engga juga ikut menemani. Karena bokap tidak ingin meninggalkan pekerjaannya.

"Ini panteskan Dika, Mama make ini?" Tanya nyokap, datar.

"Iya pantes." Sahut gue sambil berdehem.

"Kamu buruan mandi deh. Mama sudah, Mama tunggu di Niniek Salon ya." Jelas nyokap. Niniek Salon engga jauh dari rumah gue. Karena hanya tetanggaan sebelah.

Gue langsung ngirit ke kamar mandi untuk membersihkan badan gue yang nampak penuh jigong.

Selesai deh gue mandi. Tapi engga kayak anak kecil yang tiap selesai mandi langsung wangi dengan bau-bau bedak. Gue langsung nyusul bokap.

Tiba didepan salon, nyokap keluar. Langsung nodong gue buat fotoin. Haaaahhh. Beginilah hasil jepretan gue.


Ini foto hasil jepretan gue.

Lalu, nyokap langsung foto gue. Dan terjadi saling foto.


Asoy. Mantap.

Tepat pukul jam delapan gue and nyokap berangkat dari rumah. Segera langsung untuk menuju gedung perpisahan SMA gue.

Perjalanan yang memakan waktu hanya sepuluh menit. Gue telah tiba di gedung engga tepat waktu. Acara sudah di buka dengan tari-tarian gambyong. Khas banget sesuai adat.

Acara berlangsung sangat meriah banget. Sampai meriah banget berputar meriah aja, bikin siswa siswi sampai engga karuhan. Pengalaman graduation ini sangat berlangsung lancar sampai di perujung acara selesai.

Sebelum gue meninggalkan gedung, gue sempetin foto dulu dengan sobat gue kelak.


Mereka adalah temen gue yang paling dongo yang pernah gue kenal. Engga bakalan gue lupain walaupun foto engga sengaja gue delete.

Dari yang iya banget, sampai engga banget, kami foto tanpa ngelihat kamera.

Geblek.


Ini bukan akting maupun pose, memang kami sendiri yang engga tahu yang potret siapa. Gitu deh.

Selesai foto bersama, akhirnya gedung perpisahaan mulai terlihat sepi. Dan gue mulai meninggalkan gedung untuk kembali pulang ke rumah. Begitu sebaliknya dengan temen gue. Semua pada meninggalkan gedung dengan dampingan orang tua masing-masing.

Good.

Subscribe dibawah sini ya. Thank you.

0

Keperluan Nyokap Gue Ini Itu

Posted by Malestha Andheka on 09:43:00
PERTUALANGAN antara gue dengan nyokap menuju kota Jogja sendirian. Kali ini hanya gue dan nyokap yang akan pergi ke Yogyakarta. Kota Istimewa banyak banget orang Solo yang tiap kali lagi libur main kesana. Karena jaraknya engga begitu jauh sih.

Tujuan gue dan nyokap kesana, buat cariin nyokap jilbab yang baru dan gaun yang akan dikenakan pada perpisahan SMA gue.

Memang engga terencana banget. Siang hari yang begitu menyengat kulit gue, kami berangkat ke stasiun purwosari. Tiba di stasiun Purwosari aja pukul setengah dua belas tepat dan kereta pukul 12.15 WIB.

Sampai di parkiran, nyokap langsung ngibrit ke penjualan tiket. "Mbak, tiket ke Jogja ya 2. Sriwedari AC."

"Iya kak. Totalnya 20ribu."

"Ini." Nyokap nyodorkan uangnya ke jendela kaca tiket.

"Iya. Ini tiketnya kak." Petugas menyodorkan tiket keluar.

Setelah gue selesai parkirkan kendaraan, gue ngibrit ke dalam stasiun. Ditengah langkah gue menuju ke dalam, nyokap teriak-teriak bilang, "Dikaa! Ini tiketnya. Ayo cepet kesini."

Gue langsung berlari yang gue kira udah terlambat dan harus naik ke kereta barang. Sampai di hadapan nyokap, gue dan nyokap langsung menunggu di ruang tunggu didalam.

Selang lima belas menit kemudian, kereta Sriwedari AC tiba di stasiun di jalur ketiga. Para penumpang langsung ngibrit mendekat. Akhirnya kereta telah tiba di hadapan gue dan nyokap.

Gue memegang pegangan bilik pintu kereta dan nyokap pegangan gue untuk meraih naik ke dalam. Sampai ke dalam, gue habiskan waktu dengan mainin hape yang engga terasa membawa gue ke Yogya.

Ditengah perjalanan, gue kebelet banget pipis. Saat gue coba ke toilet, gue kaget ngelihat WC nya yang ada di kereta tuh langsung blong keluar. Wah ini menyadarkan gue kalau tiap naik kendaraan yang melintas di palang kereta api harus nonton-nonton dulu kalau ada eek yang bertumpukkan. Akhirnya gue mengurungkan kencing gue, yang tadinya pengin cepet di keluarin sekarang turun drastis engga kebelet.

Kereta Sriwedari AC membawa gue and nyokap ke stasiun Maguwo. Yap. Gue berhenti disitu. Tujuan gue kali ini cari bus trans Jogja untuk ke Plaza Ambarrukmo buat cari keperluan nyokap.

Menuju Plaza Ambarrukmo, gue and nyokap harus transit dua kali bus trans Jogja. Yang pastinya hanya bayar sekali kok. Siang itu makin panas dan engga mendung.

Tiba di seberang Plaza Ambarrukmo, gue and nyokap langsung menyeberang diatas aspal yang panas. Petugas jalan memberhentikan orang yang sedang lewat sebentar.

"Priiiit. Priiit. Priiiiit." Begitulah suara tiupan petugas jalan.

Tiba diluar Plaza Ambarrukmo, gue and nyokap langsung ngibrit masuk ke dalam. Namun sebelum naik ke atas, nyokap memberhentikan langkahnya untuk melihat pameran setelah masuk ke dalam.

"Tunggu dulu Dika. Mama mau cari disini aja yang murah." Kata nyokap.

"Iya deh." Gue sambil update path, twitter, foursquare, insta, facebook, bla bla bla.

Ketika gue mainin hape, gue mendengar nyokap yang tiap kali nawar bikin nangis penjual. Misalnya.

"Mbak ini harganya 60ribu ya?" Kata nyokap datar.

"Iya kak. Gimana?" Sahut si penjual.

"15ribu aja ya jilbabnya."

"Wah jangan kak."

Yaudah deh 13ribu kalau gitu."

Si penjual garuk-garuk kepala seakan ingin menggulung nyokap gue dengan jilbab.

"La mintanya berapa?" Tanya nyokap.

"60ribu itu kak."

"Itu kan tulisannya bukan mintanya."

"....."

Saat gue masukkin hape ke dalam kantong celana, ternyata semua tidak benar. Nyokap pandai memilih kualitas yang baik dan harganya miring.

Keperluan nyokap udah kelar, sekarang waktunya makan siang. Nyokap sendiri bilang, "Iya kalau cewek tuh ribetnya gini Dika. Tiap kali ada acara formal penginnya yang di pake baru."

Gue hanya menggumam. Serasa gue berjalan sambil nelen ludah yang akhirnya kekurangan air.

Nyokap menghentikan langkahnya dan langsung ngibrit aja ke dalam Solaria. Yaudah deh, gue juga ngikut nyokap yang sudah bersemayan di kursi sofa Solaria. Gile. Pilih yang elit.

Gue engga tanggung-tanggung milih menu. Gue pilih Nasi Goreng Mbak, sambil nunjuk menu yang alasan malas menulis sendiri di daftar menu.

Selesai makan siang dan langit semakin redup, gue and nyokap kembali pulang. Karena jam 4 sore tuh engga dapet kereta, akhirnya terpaksa dengan terpaksa gue naik bus. Bukan. Bukan, bus trans Jogja kok.

Gue and nyokap nunggu bus itu tepat di depan stasiun Maguwo. Lalu, busnya datang yang gue lihat seperti jet cooster yang di desain mirip dengan bus. Memberhentikan bus aja, busnya engga berhenti di posisi gue berdiri. Asoy.

"Mau kemana mas?" Tanya petugas bus.

"Solo." Sahut gue.

"Iya ayo masuk ke dalam." Balas petugas tangannya melambai.

Gue and nyokap masuk ke dalam bus dengan wajah yang super kesal. Karena kereta yang gue tunggu, tiketnya hanya sisa satu. Seandainya tiket itu masih sisa dua, gue engga naik bus yang tiap jalan tanpa rem gini.

Seperti biasa, bus ekonomi tiap kali perjalanan pasti check point untuk mencari penumpang di pinggir jalan. Alhasil engga nyampe-nyampe nih. Haaahhh.

Cape deh.

Mata gue melototin ke depan lalu, kernet menarik bayaran ke gue 14ribu perorang. Gilak! Kereta aja 10ribu, ini bus mintanya 14ribu. Sudah lah. Gue menyodorkan uang ke kernet tuh sambil berdehem.

Tiba di Solo, akhirnya bus membawa gue and nyokap selamat sampai kami kembali di Solo. Gue and nyokap melanjutkan perjalanan kembali ke rumah dengan kendaraan kembali. Jadi, ini hanya perjuangan gue menemani keperluan nyokap.

Gue tunggu subscribe kalian dibawah sini ya. Thank you.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.