0

Curahan Hati

Posted by Malestha Andheka on 22:06:00
GUE pernah pengalaman gagal soal cinta. Sejak pertama kenal, hingga akhirnya jadian itu juga proses. Bisa juga dipertengahan gagal, dan bisa juga tidak.

Menyelesaikan semuanya tentang cinta ini hanya dari hati yang memutuskan. Mungkin gue gampang banget jatuh cinta dengan seseorang.

Gue nongkring sendirian di suatu tempat yang selalu dikunjungi temen gue. Di Starbuck Coffee ini gue bisa lebih fresh akan melanjutkan hati gue berbicara. Gue yang sedang asik menulis di sudut kanan dekat rak botol-botol Starbuck dijual.

Gue masih tetap asik menulis. Entah menulis apa, yang penting gue engga hening seperti diri gue disini.

Beberapa menit kemudian, mulai berdatangan lagi pengunjung yang akan meramaikan. Gue menoleh sedikit ke kiri. Kemudian, gue ulangi menulis sambil mengingat kata yang akan dilanjutkan.

Michael dengan segap datang dengan temannya Citra. Dia mengenakan kemeja biru jeans dengan celana jeans. Mereka berjalan menuju arah gue duduk.

Langkah dia terhenti ketika gue menatapnya. Mereka berpura dengan tak acuh seakan gue tidak mengetahui mereka mendekati gue diam-diam.

'Dikaaa!' Sapa Citra, sambil memberikan abab yang memukau penuh.
'Iya. Duduk sini aja gabung.' Gue menganggukkan pala gue, mempersilakan mereka untuk gabung.
'Huahahaha.' Ketawa Michael, melebar memperlihatkan gusinya.

Mereka terbiasa nongkring disini bersamaan. Tanpa sengaja gue berjumpa  dengannya disini. Ya. Di Starbuck Coffee tepatnya.

Gue mencurahkan isi hati gue yang bercenderung dingin. Tadinya gue mengurungkan semuanya itu. Namun, lekas kemudian gue menceritakannya sepatah-patah kata.

Citra menggumam ditengah gue berbicara dengannya. Pipinya merona. Dan kedua matanya berbinar bundar kehitaman. Dibalik itu, dia diam-diam memencet tab nya yang disembunyikan di bawah meja.

Ketika gue berhenti bercerita, dia bengong. Kedua wajahnya bertatapan dengan Michael yang duduk bersebelahan dengannya.

Mereka menepuk pundak gue dengan keras. Dan ketawa riang meringik bagaikan kuda kelindes truk. Gue terdiam. Serasa gue bercerita hanya sia-sia dan hanya didengar lewat dahi mereka. Mungkin mereka salah mendengarkan curhatan gue. Seharusnya mereka mendengarkannya dengan kedua telinganya.

Jadi, ini sekian banyak berbagai curahan hati gue selama ini. Mencintai seseorang kadang dihiraukan. Kadang juga diabaikan semata. Setelah gue dekatkan perhatian, justru tidak memberi dibalik kepastian. Gue harus merenungkan yang selama ini gue alami.

Kegagalan gue mencintai seseorang mungkin engga membuat gue berhenti disini. Sebelum gue mengulang, gue persiapkan ataukah gue benar mencintainya dengan rasa sayang.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.