0

Hari Terakhir Sekolah

Posted by Malestha Andheka on 17:49:00

BLOG urutan ke-9.

Pagi hari yang masih dingin, gue langsung membuka mata sok semangat. Yang membuat gue semangat, karena hari ini adalah hari terakhir gue bersekolah: SMA.

Berjalan menuju ke kamar mandi, dengan mata yang masih terpejam sedikit.

Nyokap mempersiapkan sarapan pagi sebelom gue berangkat. Sementara bokap masih pules dengan mimpinya. Gue bergegas cepat. Semua gue lakukan dengan semangat.

Pesan nyokap ke gue agar mengerjakan UAN nanti dengan teliti. Dengan banyak nasehat yang gue dengar. Gue menganggukan kepala ketika nyokap memberikan nasehat.

Sebelom gue berangkat, bokap bangun. Bokap memberi uang saku tambahan. Mungkin ini hadiah bagi gue, dalam batin.

Setelah gue terima, gue panaskan kendaraan berada diluar. Nyokap ikut melihatnya diteras rumah.
'Hati-hati dalam mengerjakan soal Dik.' Kata nyokap, dengan suara ke ibu-ibuan.
'Iya. Yang penting gue jujur dalam mengerjakan.' Sahut gue, kalem.
'Jujur adalah cermin kepribadianmu.'
'Yaak benar!' Sahut gue, semangat.

Nyokap tanpa segan mengulainya berulang kali. Katanya, supaya gue tidak terjerumus hal negative. Gue berpikir dengan mencernanya dalam hati. Selain itu, gue jadikan arahan dalam jalan idup gue yang selama ini naik turun seperti naik gunung.

Sesampai disekolah, gue parkirkan kendaraan di dalam. Gue parkirkan di samping kendaraan Gusti teman kelas gue.

Gue berjalan menuju lorong kelas. Namun, langkah gue, gue hentikan. GUE LUPA LEPAS HELM! Akhirnya gue kembali menuju kendaraan. Dengan cekatan gue sambil lari.

Setelah meletakkan helm di kendaraan, gue mengulangi berjalan menuju lorong kelas kembali. Kali ini gue tidak lagi lupa melepasnya.

'Optimis mengerjakan hari terakhir yes!' Kata gue, datar.
'Ok bro!' Sahut Gusti, pasang muka sok abiss menatap.
'Ada apa?' Tanya gue. 'Kok cengar-cengir gitu?'
'Hehehehe'

Mungkin hari terakhir UAN ini membuat dirinya secara tidak langsung menjadi down. Dapat dikatakan orang ini mempunyai saraf yang berlebihan.

Sekitar 4 jam ditambah istirahat 30 menit berlangsungnya UAN, kemudian bel terakhir berdering.

Tet. Tet. Tet. Tet.

AKHIRNYA! Kata satu kelas bersamaan.

Gue berjalan menuruni tangga melewati lorong kelas. Melangkah perlahan menuju lobi. Mulai kumpul di lobi tengah dengan Ayus, Anin, Gusti, Bintang, Bagas, Denanda, Irfan, Alfathoni yang berdatangan.

'Gimana sukses kah?' Kata gue ke Ayus.
'Sukses dong.' Sahut Ayus, sambil cengar-cengir melebar ngelewatin telinga.

Gue alihkan tatapan gue ke Irfan.
'Gimana bro, sukses kah?' Kata gue, datar.
'Hohoho. Sukses dong.' Sahut Irfan, sambil meringis pamerin gusinya.

Mereka adalah keluarga yang bermamalia serupa. Cara menjawabnya sama dengan diakhiri cengar-cengir yang harus dipertanyakan oleh Mak Erot.

Sementara, Alfathoni mengajak gue berencana ke Yogyakarta besok pagi. Dia mem-planning dengan penuh kepastian. Mungkin ini adalah suatu rencana besar yang dipendamnya selama ini ketika menghadapi UAN. Dan planning itu sebagai refreshing dia dengan berekreasi bersama dengan teman.

Dan Denanda sahabat gue yang kadang dipanggil teman kelasnya Udin, berceria mukanya. Dia berhormon normal. Denanda adalah laki-laki tulen. Apabila dibandingkan dengan wanita, dia tidak sama. Itulah mengapa dia disebut laki-laki.

Anin, Gusti, Bagas, Bintang berdiri dengan melampirkan tasnya dalam pundak mereka sama. Mereka adalah satu tipe. Namun, Anin adalah seorang wanita feminine dan ngga bisa disebut sama dengan Gusti, Bagas, Bintang. Mereka adalah laki-laki sejati yang selalu memake seragam sekolah ketika berangkat.


Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.