0

Solusi Berjuang Mendapatkan Idaman

Posted by Malestha Andheka on 07:49:00
SEKIAN kalinya gue yang haus berpikir soal cewek bawaannya pengin kepo terus. Kenapa gue kudu kepo? Menurut gue karakter yang ada dalam bersosialisasi hidup di dunia adalah kepo. Karena sesuai dengan, malu bertanya maka sesat di jalan. Malu kepo maka tidak mengerti tujuan.


Akhir bulan Oktober kemarin tepatnya, gue di curhatin oleh temen deket. Nampaknya dia sedang kasmaran. Dia sedang jatuh cinta diam-diam dengan seseorang. Namun apa sebaliknya si doi jatuh cinta diam-diam dengannya? Tidak. Sadis.

Anggap saja namanya Sudi. Malam itu Sudi mengajak gue nongkring di salah satu tempat nongkring pinggir jalan. Dia mengharapkan gue untuk meluangkan waktunya. Karena gue takut terjadi di luar dugaan, akhirnya gue membuang rencana keseluruhan.

Pada saat kami duduk bersebelahan sambil memandangi kerumunan orang memenuhi jalan. Sudi sedikit melontarkan kata ke gue.

"Dek, kenapa ya setiap kali gue suka dengan seseorang. Tapi dia tidak sebaliknya suka dengan gue. Namun pada saat gue tidak pengin. Banyak sejumlah wanita mengkode gue untuk mengungkapkan. Terus lagi, kenapa sekali gue berhubungan langgeng, tapi lain agama ya?" Katanya sambil sruput teh hangat.

Gue terdiam beberapa saat. Memandangi kontras wajahnya yang terlihat memelas membuat buyar pikiran gue dalam menjawab. Enggak lama berselang gue membuang muka untuk mencari tahu jawabannya.

"Namanya juga hidup. Liku-liku persoalan cinta memang kudu berjuang. Upaya kita sebagai seorang laki-laki maka layaknya mencari seorang wanita yang menerima kita. Seorang laki-laki kudu kuat dalam perjuangan itu meski banyak halangan yang membayangi." Balas gue seakan sama dengan nasehat bapaknya.

"Halangan maksud kamu?" Sambung Sudi mengerutkan dahi.

"Halangan itu banyak macamnya. Antara kamu di tikung temen kamu sendiri. Bahkan kamu menyerah sendiri. Yang karena kamu lelah mengejarnya. Masih banyak lagi deh."

"Sakit juga ya kalo temen nikung gitu."

"Iya sakit. Sakit banget malah. Berbulan-bulan lamanya kamu melakukan pedekate yang hasilnya nihil karena di tikung apalagi. Sadis itu bro. Walaupun yang nikung adalah teman kita sendiri, namun dia tidak menghargai arti pertemanan kamu selama ini."

"Wah kamu memang jagonya persoalan cinta ya. Dari pengalaman ya?"

"..."

Cinta sejati lahir dari satu hati bertemu dengan satu hati seorang wanita. Mereka dipertemukan kali pertamanya pada pandangan pertama. Pertemuan awal itu mulai timbul rasa ingin berkenalan. Begitu akrab ingin rasanya mengajak untuk pertemuan awal berdua. Namun setelah itu langkah selanjutnya adalah jadian. Iya, jadian sebagai pendamping hidup.

Tapi karena cinta membutuhkan perjuangan maka tidak bisa di rencanakan semudah itu. Bayangan pasti akan menghalang agar menguji kita menjadi lebih berjuang demi mendapatkan benar sang pujaan.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.