0

Review Sebuah Film 3600 Detik

Posted by Malestha Andheka on 08:28:00
YAAAH, film ini sudah tidak tayang lagi di bioskop. Karena gue terharu ketika menonton film ini. Maka gue berantusias membuat review sebuah film 3600 detik. Namun sebelumnya, apakah kamu sudah menonton terlebih dahulu? Jika kalau belum, kamu bisa dapatkan melalui Ganool ya. Maaf, film yang terupdate menurut gue hanya di situ.


Kita langsung masuk ke dalam review-nya gaes. Ok, gue sudah gatal apabila jari jemari ini hanya basa-basi dalam menulis.

Semenjak orangtua Sandra bercerai, hidupnya makin lama tidak terarah. Pada awalnya keluarganya harmonis, kini hanya ada di sinetron atau pun film. Ia rindu dengan canda tawa dalam keluarga.

Namun sekarang, bapaknya tega meninggalkan Sandra dengan ibunya. Bahkan Sandra sendiri tidak terlalu dekat dengan ibunya. Karena ibunya yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sementara itu, bapaknya kudu berpindah pekerjaannya di luar negeri. Kepergian itu juga atas dasar konflik dalam keluarga.

Ketidak harmonisan dalam keluarga Sandra merubah semua cara dia berpenampilan. Hidung yang diberi anting. Kedua telinga diberi anting panjang sampai sebahu. Mungkin dia mengikuti zaman dahulu. Atau mungkin tidak, hanya lifestyle dia yang terkesan terlihat geram.

Sandra tak hanya kehilangan bapak tercintanya saja. Di sekolah ia juga kehilangan sahabatnya. Teman dekat maupun teman sepermainannya. Semuanya sirna tanpa sebab. Dia bingung kudu berteman dengan siapa. Apabila berteman dengan pohon, dia tidak menginginkan orang di sekolah menyangka gila.

Hari pertama ia bersekolah karena berpindah, dia duduk di bangku bersebelahan dengan Leon. Mereka berdua tersipu malu ketika saling bertemu wajahnya. Leon adalah siswa terpandai di kelas. Bahkan dia dijuluki bintang kelas. Berkaca mata hitam tebal. Rambut cepak seakan berwarna, tapi tidak, dia keturunan orang bule. Hidung yang mancung. Dan berkulit putih terang.

Leon adalah anak cupu yang kerap di bully oleh beberapa teman kelasnya. Namun Leon tidak menghiraukan rasa berperibully-an itu. Karena balas dendam adalah suatu tindakan yang tidak seharusnya dilakukan. Leon tidak ada niatan untuk membalas bahkan menerka.

Selain pandai di dalam kelas, Leon juga pandai memainkan piano. Dia paling handal memainkan piano. Instrumen dan nada-nada yang ia mainkan membuat Sandra menganga untuk mengintipnya dari luar. Di sekolah, piano tersebut diletakkan menjadi satu di ruang teater. Agar tidak ada seorang pun yang menganggu Leon dalam memainkan piano. Maka dia menutup rapat bilik pintu.

Singkat cerita, Sandra selalu mendapatkan teguran dari wali kelas. Berulang kali ia mendapatkan nilai merah. Serupa dengan rambutnya yang berwarna merah. Sepatu yang berwarna merah. Bahkan raut wajah yang selalu merah menandakan ia terlihat geram.

Kepedulian Leon mulai antusias merubah hidup Sandra menjadi lebih baik. Ke mana pun Sandra berada, Leon mengikutinya dari belakang dengan mengendap. Leon ingin memberikan curahan teguran agar Sandra dapat berubah. Agar menjadi seorang cewek yang feminin. Tidak nakal semestinya seperti cewek lainnya.

Sampai pada akhirnya, Leon berhasil membujuk Sandra menjadi lebih baik. Sekarang, Sandra terlihat banyak senyum-senyumnya yang karena ada salah seorang cowok yang masih peduli dengan dia. Leon, iya Leon masih peduli dengan Sandra walaupun kali pertama ia bertemu diperlihatkan wajah geramnya. Leon di sekolah sendiri tidak mempunyai teman dekat terkecuali dengan Sandra sendiri. Karena Leon selalu dianggap cupu dan tidak mampu menyesuaikan apa yang lainnya lakukan.

Namun seiring berjalannya waktu, hari demi hari silih berganti. Leon beberapa hari berurutan tidak masuk. Hal itu membuat Sandra panik. Bahkan ingin bertanya-tanya. Berkat salah seorang sahabat Leon, Sandra berlalu menuju rumah sakit untuk menjenguk Leon. Karena penyakit yang menyelimuti dalam diri Leon kerap kambuhnya. Ia menderita sakit kanker darah.

Sesampainya di rumah sakit, Leon terlihat terbaring lemas di atas ranjang. Orangtuanya berdiri tegap memandanginya di balik jendela luar. Melihat akan hal itu membuat air mata Sandra turun seketika. Ia tidak sanggup menahan air mata yang menetes berulang kali.

Beberapa hari kemudian, Leon makin membaik. Sandra mengajak Leon berjalan-jalan ke tempat yang Sandra suka. Ke tempat istimewa mereka nyaman bahkan menyenangkan untuk berduaan. Sandra menginginkan di waktu 3600 detik itu terkesan berbahagia dengan Leon. Kini Sandra mulai terlihat cinta dengan Leon.

Namun kehendak Allah SWT berkata lain. Di restoran saat mereka makan, darah segar keluar dari kedua lubang hidung Leon. Sandra makin menjadi-jadi paniknya. Karena Sandra tidak ingin melihatnya terlalu parah, ia berlalu menuju mobil segera menuju rumah sakit.

Pada saat perjalanan, mobilnya mogok seketika. Hal ini menyebabkan darah segar itu kembali mengalir deras keluar. Mulut Leon mengeluarkan darah segar sampai pada bagian lubang hidung. Semakin mengalir lebih deras hingga akhirnya Leon menghembuskan napasnya yang terakhir.

Terakhir sebelum akhirnya dia meninggal, Leon melontarkan kata bahwa ia sangat sayang dengan Sandra. Cinta dengan Sandra. Bahkan sebaliknya Sandra menyayangi dan cinta sangat dengan Leon. Namun Leon telah berpulang ke rahmat-Nya.

Singkat cerita, di sekolah Sandra mendapatkan penghargaan dari wali kelas. Sebelumnya Sandra terkenal mendapatkan nilai merah. Sekarang, ia menjadi juara kelas. Sandra mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Hal itu ia dapat karena dorongan Leon yang begitu menggebu-gebu merubahnya menjadi lebih terarah dan tidak meresahkan arti kehidupannya.

Pada dasarnya yang kudu kita petik di sini adalah belajar. Kenapa begitu? Setiap orang tidak mampu menuju sukses apabila tidak belajar. Tidak meresahkan apa yang ada dalam kehidupan. Tidak pantang menyerah mesti gagal. Karena kegagalan yang pernah kita dapatkan adalah keberhasilan dalam belajar yang belum tersampaikan.

Dan yang terakhir sebelum gue tutup, jangan kecewakan seseorang yang menghargai kamu meski dia tidak berani mengungkapkan. Walaupun kerap menyimpan rasa diam-diam tanpa orang lain mengerti. Karena demi menjaga keputusan yang disebut penantian agar terwujud suatu harapan.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.