0

Review Film Tak Kemal Maka Tak Sayang

Posted by Malestha Andheka on 08:10:00
HAHAHAHA sampai saat ini, masih ke bayang terus lucunya film itu. Film ini menceritakan lika-liku seorang tokoh dalam mencari cinta sejatinya. Tentu saja di bungkus dengan genre komedi.


Di Solo tepatnya tempat asal gue. Iya, gue nonton di Solo karena gue bertempat tinggal di Solo. Terus, iya memang ini kagak begitu penting. Ok skip. Kita masuk ke review film Tak Kemal Maka Tak Sayang aja deh.

Di kota Samarinda adalah tempat seorang tokoh tinggal. Iya, Kemal namanya. Dia kini sudah duduk di bangku SMA. Semenjak orangtuanya bercerai, ia sekarang tinggal bersama Bapaknya.

Bapaknya adalah pelatih PON yang sangat handal. Ia selalu melatih Kemal untuk belajar bela diri. Jelas, hal ini di tekankan supaya Kemal dapat mendapatkan ilmu. Seandainya gue punya ilmu ini, gue angkat kedua motor sekaligus dari diler ke rumah.

Di sekolahnya, Kemal mempunyai teman karib yang selalu menemaninya setiap saat, hari-harinya kini ada arti. Kalil namanya. Iya, dia teman akrab yang selalu membantu Kemal antara suka dan duka.

Agar tidak kesepian setiap harinya yang bersama Kalil itu, Kemal beralih mencari seorang wanita. Kemal mengidamkan cewek yang kudu seperti idolanya, Luna Maya. Kalil pun menganga beberapa menit. Luna Maya diam mematung (padahal cuman poster).

Melalui chatting, Kemal mulai dekat dengan Raisya. Iya, cewek idaman yang Kemal suka. Berkat jari jemari dan tokai Kalil yang setiap kali boker dipanggil Kemal untuk membalas chat dari Raisya. Kini Kemal mengajaknya nonton bioskop. Mereka memilih genre horror. Jelas, supaya Raisya ketakutan. Namun malah sebaliknya. Kemal lebih dan lebih ketakutan seperti seseorang yang akan di sunat.

Keakraban mereka mulai terlihat. Di pinggir danau mereka nongkring. Mulai ada Dovi yang mengintai dari belakang. Dia melaporkan ke pak bosnya, Nanda. Iya, dia adalah ketua geng di sekolah. Nanda sendiri adalah mantan Raisya. Ia cowoknya ganteng. Sumpe! Gue tetep aja enggak suka.

Gue normal kelws.

Di sekolah, Kemal kudu berhadapan dengan Nanda dan segeng. Mengobrol yang saling mengotot menghasilkan pertempuran. Minggu jam 5 sore tepatnya mereka akan bertarung. Iya, berantem untuk memecahkan masalah.

Singkat cerita, perkelahian mereka ini berlangsung absurd. Kemal berhasil mengalahkan Nanda. Segengnya pun mulai mundur. Begitu perkelahian mereka usai, Raisya datang seketika. Dia mengatakan kalo dirinya tidak suka dengan Kemal. Karena di matanya Kemal terlihat sangat agresif sama cewek.

Kemal galau. Kemal berteriak sambil telanjang. Eh. Berteriak aja deh.

Karena dibilang agresif, Kemal jadi trauma di deketin sama cewek. Namanya Putri. Iya, dia juga cantik seperti Raisya. Kontras wajahnya, kedua matanya, dua lubang hidungnya pun terlihat jelas bahwa Putri suka dengan Kemal. Namun Kemal tetap selalu jaga jarak dengan Putri. Lantas Kemal cuek, jutek enggak ada ojek gitu deh.

Atas dasar buku panduan bukan Mario Teduh yang dikemukakan oleh om dari Kemal, ia mulai terbuka hatinya. Kemal akan membuka hati untuk Putri. Dia tidak akan mengecewakan seseorang yang dekat dengan dia. Apalagi Putri adalah teman teater dramanya yang menjadi pasangan romeo juliet dalam cerita.

Singkat cerita, Kemal, Jovi dan temannya pergi ke salah satu Mall di Jakarta. Setelah lulus dari SMA, Kemal melanjutkan perkuliahannya di kota Jakarta. Di kampusnya ini, dia mendapatkan sahabat yang bernama Jovi and friend itu.

Enggak lama berselang Kemal bertemu dengan Raisya. Saking lamanya enggak berjumpa mereka bercuap-cuap panjang lebar. Jovi dan temannya ngeledekin mereka ketika duduk bersebelahan. Karena Raisya risih, ia mengajak Kemal bercuap-cuap empat mata.

Raisya meminta maaf atas dasar kesalahan yang ia perbuat dahulu. Sejak dahulu saat dia mengatakan Kemal terlalu agresif sama cewek. Namun jika kamu suka dengan cewek maka justru agresiflah. Karena itu adalah bukti sebagai kamu cinta dia di bandingkan sekadar permainan. Cinta yang utuh dan bukan hanya setengah-setengah. Buktinya, Raisya aja kilav kok.

Raisya memeluk erat Kemal. Atraksi ini dilihat jauh oleh Putri dan temannya. Putri mendadak galau. Karena Putri juga suka dengan Kemal. Putri mengagumi Kemal sebagai cowok idaman.

Singkat cerita, di rumah, Kemal merencanakan untuk mengajak jadian Putri. Dia memilih terakhir pementasan drama adalah yang paling tepat untuk jadian. Namun Kemal terlambat. Putri sudah jadian dengan cowok lain. Wah parah! Dan lebih parahnya lagi dia jadian sama dosennya. PARAAAAHHH!!!

Kemal pergi ke rumah untuk bakar ban. Eh salah maksudnya bakar rumah. Eh salah lagi. Bukan, maksudnya bakar almari yang menyebabkan kamarnya menjadi tidak karuhan.

Berkat Jovi sahabatnya yang sejati, Kemal mereda hatinya yang pada awalnya hambar. Jovi mengajak Kemal di tempat stand up komedi perfom. Walopun stand up Jovi tidak lucu, tapi Kemal lebih mengocok perut lho!

Sekian.

Kalo kamu penasaran dengan review yang gue buat, nonton dong! Jika udah nonton tulis box comment. Cihuuuy~

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.