0

Teman Tapi Tidak Mengerti Pertemanan

Posted by Malestha Andheka on 12:35:00
PALING benci banget ngeliat temen yang sikapnya lebih pantas disebut anjing. Iya, karena dia nampak sangat menjengkelkan dan pantas dianggap sebutan nama itu. Terkadang sangat amat lebih membuat makin panas ketika emosi datang seketika.


Emosi datang biasanya datang dari cemooh teman yang kurang berkenan di hati kita. Emosi bisa datang dari indra penglihatan kita. Emosi bisa datang dari hubungan pertemanan yang terpecah. Dan emosi bisa datang karena teman memojokan kita.

Anggap saja namanya Sudi. Dan anggaplah dia sebagai sahabat gue yang sangat gue kenal ketika di masa baiknya. Sangat soleh dan solehah. Bahkan rajin dalam beribadah rutin untuk sholat lima waktu.

Pada awalnya gue kenal Sudi, dia masih terlihat kikuk dalam bersosialisasi ketika gue mengajaknya main bersama teman baru gue yang gue kenalkan dengannya. Dia terlihat seru dan gampang akrab dengan satu persatu temen gue.

Namun setelah berkenal lama dengan Sudi, gue mempunyai rasa hambar kepadanya. Karena dia jauh lebih berbelok dratis dengan sikapnya yang selama ini saat dulu gue kenal dia sebelumnya.

Sudi jadi sering cemooh gue. Sering berindak nyolot saat gue mengusulkan pendapat. Dan lain-lainnya yang kaitannya dengan menerka gue tanpa berperikemanusiaan dalam hubungan persahabatan.

Dalam pertemanan gue dengan Sudi, dia nampak lebih dekat dengan salah seorang temannya yang dirasa cocok dengannya ialah Tono. Iya, obrolan Sudi dengan Tono selalu bersangkutan.

Mulai dari mengobrolkan boy band yang ia suka. Mengobrol tentang idola mereka JKT48. Sampai berkhayal tinggi, ingin mempacari membernya. Dan yang paling mereka suka sampai sekarang adalah games online. Entah dota dan lainnya yang dirasa bagus.

Namun hal ini bertolak belakang dengan Tono. Iya, dia adalah teman gue dan Sudi. Tono terlihat netral ketimbang Sudi. Bahkan Tono selalu bertindak mencairkan suasana dengan baik ketika gue dengan Sudi saling menerka. Sudi memang terlihat labil dan masih kekanak-kanakan dalam mengomong. Yang padahal gue dengannya satu pantaran, namun lebih tua Sudi karena lahir di awal bulan ketimbang gue.

Gue hanya bergumam menganai soal ini. Menyimpan lama tentang apa yang selama ini sudah gue pendam ialah membenci namun tidak bisa. Gue tidak bisa membencinya meski Sudi selalu berbuat hal keji ini kepada gue.

Semuanya itu gue anggap kalo Sudi hanya bergurau dengan gue. Mungkin yang selama ini dia lakukan hanya becandanya. Walaupun becanda yang tidak bermakna. Gue kudu bakoh dan sabar.

Belajar bersabar adalah tantangan menghadapi beberapa cemooh dari seseorang. Semakin berat tantangan itu maka kita harus menahan lebih panjang bersabar itu. Begitu juga yang selama ini gue hadapi. Namun gue tetap selalu bisa mendangakan kepala meski seseorang menerka tanpa ada rasa bersalah. Tanpa melihat dirinya salah. Dan tidak mengerti artinya menyakiti hati seorang teman.

Dari curahan hati gue di atas, apakah kamu pernah mempunyai teman seperti Sudi? Tulis kolom comments yuk.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.