0

Solusi Jika Kamu di Marahin Orangtua

Posted by Malestha Andheka on 07:35:00
MINGGU lalu gue sempat di marahin nyokap karena berdasarkan kesalahan yang gue perbuat. Namun kesalahan itu terasa benar apabila di mata gue sendiri. Tapi bagaimana di mata orang lain? Mungkin kamu pernah mengalaminya dalam cerita berikut.


Gue enggak menulis cerita tentang diri pribadi gue. Sekarang kita fokus dalam sebuah kisah dari cerita fiksi ini. Okey.

Pada suatu hari di malam petang, Tono sudah berdiri tegap di depan pintu pagar rumahnya. Ia menyadari bahwa akan terjadi hal yang tidak ia inginkan menimpanya. Namun keberanian Tono pulang sangat menggebu-gebu.

Karena Tono tidak mau ambil sulit maka dia menelepon nyokapnya yang di dalam. Dua kali nada dering pun telepon di angkat.

"Ma, bukain pintu pagarnya dong. Tono mau masuk ini." Seru Tono.

"Hmm?" Sahut seberang.

"Maa..."

"Kamu telpon mak Ijah aja kenapa sih? Kenapa kudu Mama yang ngebukain pintu. Main sampai larut sendiri, malah Mama yang kudu bukain pintu gerbangnya."

"Halah, buruan Ma.."

Tut. Tut. Tut. Tut.

"Halooo... Ma.. Halo..." Balas Tono.

Telepon seberang menutup telepon seketika.

Tono terlihat mondar-mandir kebingungan. Entah dia sedang berdoa atau bertapa di luar. Pintu pagar pun terbuka lebar seketika. Tono pun tertegun melihat aksi gerbangnya terbuka.

Ternyata eh ternyata yang ngebuka adalah mak Ijah. Iya, mak Ijah yang bekerja di rumahnya sudah 8 tahun berturut-turut. Dia sudah terbiasa terbangun dalam mimpi indahnya hanya membantu majikannya masuk ke dalam rumah.

Sesampainya di dalam rumah, Tono berlalu menaikki tangga menuju ke kamar. Lampu pada ruang keluarga dari gelap gulita mulai menyala seketika. Tono terkagetkan lampu itu. Sehingga dia dapat berdiri dalam satu kaki. Dengan tangan menjulur ke atas kode angkat tangan. Tono memang lelaki yang gampang kaget.

Pernah suatu ketika saat hari ulang tahunnya dia di jaili oleh temannya. Tono di kagetkan saat masuk ke dalam kelas yang sudah di desain oleh temannya. Desain itu pun terlihat nampak seperti kelas setan. Karena di dalamnya terdapat beberapa kembang dan beberapa di antaranya ada dupa maupun arang.

Setelah Tono mulai berkeringat dingin sambil menggigit kedua tangannya, temannya pun berdatangan. Mereka membawa sepotong kue tar. Dan di atasnya diberi lilin yang tingginya 1m.

Kembali lagi saat Tono melewati ruang keluarga. Tono menatap nanar kedua orangtuanya yang sedang duduk di sofa. Mereka terlihat sedang kesal dan jutek melihat aksi Tono yang pulang larut. Ngga lama berselang, Tono di panggil oleh bokapnya.

"Tono, ke sini dulu kamu." Seru bokap.

"Tapi, Tono udah ngantuk Pa."

"ALASAN! Ke sini dulu kamu."

"Kalo kamu enggak nurut sama Papa, uang jajan kamu di potong lho." Timpal nyokapnya.

"Errrr-" sahut Tono. "Iy-iya deh. Ada apa Pa?"

Tono duduk di depan kedua orangtuanya. Beberapa patahan kata nasehat yang lemah lembut dari orangtuanya pun masuk ke dalam kedua telinga Tono.

Dan, sekarang solusi jika kamu di marahin orangtua seperti ini, yang harus kamu lakukan adalah..

Introspeksi diri. Ya, kita kudu sadar bahwa yang kita lakukan salah. Jangan bertindak benar meski berat sebelah. Apabila kamu nekat, maka akan menimpa risikonya. Iya, diusir dari rumah dan tidak dianggap anak.

Sadar. Ya, kita kudu sadar bahwa kita sudah beranjak dewasa. Dan pada dasarnya menjadi seorang dewasa itu mengerti waktu. Sewajarnya kita menghargai waktu dan menghargai orangtua yang selama ini sadar dalam menghadapi anaknya yang sedikit nakal.

Merasa bersalah. Ya, kalo memang sudah merasa bersalah sudah baik untuk di maafkan. Namun jika hanya sekadar omong kosong? Sebaiknya, bersabarlah apa yang di katakan oleh orangtua. Karena kesabaran kita mendengarkan bentakan nasehat dari orangtua itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kesabaran beliau mendidik kita.

Okey. Mungkin itu dulu postingan gue pada hari ini. Kalo kamu sendiri pernahkah bertindak seperti cerita di atas? Silakan tulis box comments yak.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.