0

Akibat Kalau Kamu Berbohong

Posted by Malestha Andheka on 08:15:00
DALAM cerita seorang pejantan yang suka berbohong maka hidungnya makin lama akan semakin panjang. Iya, cerita itu adalah tentang Pinokio. Siapa sih yang tak kenal dengan cerita tersebut? Namun apa akibatnya kalau kamu berbohong?


Okay, kita simak cerita berikut ini.

Di sekolah SMA SukaSuka sore hari seluruh siswanya sedang menjalani pelajaran tambahan. Entah perpanjang jam pembelajaran atau ekstrakulikuler mereka. Pelajaran tambahan ini mulai di wajibkan sejak awal bulan.

Berada di dalam kelas sambil mainan handphone ialah Sudi. Dia nampaknya sedang riang. Wajahnya yang cengar-cengir menatap nanar layar hpnya. Sambil melakukan senam mata serupa dengan orang kebingungan mencari kesempatan.

Ternyata eh ternyata kelas Sudi tidak ada pelajaran tambahan. Tono selaku ketua kelas pun memberikan pengarahan kepada teman satu kelasnya. Ia berdiri tegap di hadapan satu kelas.

"Halooo gaes." Seru Tono.

"Apa? Apa? Kenapa?" Sahut satu kelas.

"Ada kabar gembira untuk kita semua lhooo."

"Ada apa? Besok libur sampai akhir tahun?"

"Yeee. Bukan, kalo itu mah berhenti sekolah namanya."

"Terus apa dong?!"

"Hari ini kelas kosoooong!"

"Serius enggak nih? Enggak ada tambahan pelajaran?"

"Serius. Aku sudah di SMS sama Bu Yanti nih. Kalo beliau sedang meeting buat seminarnya besok lusa."

"Hoooorrreeee!!"

"Selamat tidur siang gaes."

Satu kelas pun mulai ribut dan meninggalkan ruangan. Kelas mulai sunyi dan sepi tanpa ada seorang siswa pun. Sudi dan Tono berjalan beriringan menuju gerbang. Mereka berencana nanti malam kumpul bareng bersama Didot, Sukiyo, dan Wedi di kafe.

Seiring berjalannya waktu malam hari tidak lama berselang mengubah senja menjadi petang. Sudi segera menuju kafe Kopi Segar yang akan Sudi kunjungi dengan teman-teman. Sudi pun mengenakan kaus hitam polos dengan di selimuti jaket hijau gelap.

Sesampainya di kafe Kopi Segar, Tono sudah terlihat sedang duduk bermain laptop. Dia sedang asik menatap layar laptopnya. Mungkin ia mencari free wi-fi area di kafe ini. Atau mungkin sedang menggarap tugasnya.

Namun begitu Sudi mendekat Tono mengakhiri laptopnya. Bahkan Tono langsung menutup laptopnya agar Sudi tidak melihatnya.

"Loh udah datang lo Sud?" Seru Tono.

"Iya. Barusan kok. Lo udah lama?" Balas Sudi.

"Uhm.. Enggak juga, hanya 15 menit tadi."

"Eh lo udah pesan apa tuh?"

"Nih paketan. Nasi ayam lada hitam sama es teh biasa. Maklum, pengiritan ambilnya paket. Anak kost. Hahaha."

"Huahahaha."

Ngga lama berselang temannya pun berdatangan. Begitu juga dengan Didot, Sukiyo dan Wedi. Mereka adalah teman satu kelasnya sejak kali pertama masuk ke SMA. Mereka terlihat akrab.

Melihat ke akraban mereka, di satu sisi mereka juga akan mengerti sifatnya. Iya, sifat baik dan buruk dari pertemanan. Sudi yang selalu berbohong yang tekadang berbohong seketika. Pada akhirnya akan mulai ketahuan.

Didot pun membuka pembicaraan seketika. Wedi dan Sukiyo serta Tono pun sedang sibuk menatap laptop yang isinya berupa film action.

"Sud, lo yakin pernah naik pesawat saat pesawatnya cuman ada satu sayap?" Seru Didot.

"Emang kenapa?" Balas Sudi.

"I-iy-iya. Enggak apa sih. Cuman nanya aja."

"Uhm.. Pernah.., waktu itu-"

"Terus lo emang juga pernah menyelam di bak mandi sambil kayang?" Timpal Tono.

"Be-belumlah. Gila." Balas Sudi.

"Loh? Bukannya dulu seperti aktivitas ini pernah lo lakukan semua?"

"Siapa bilang?"

"Kan lo sendiri yang cerita. Minggu lalu lo cerita semuanya ini. Hahaha."

Sudi mulai membuang muka ke berbagai sudut. Ia terlihat kikuk ingin menjawab ulang pertanyaan temannya. Beberapa minggu ini bahkan ia merasa sedikit berbeda temannya melakukannya.

Seperti yang Sudi rasakan sekarang. Ia merasa temannya sudah tidak memperhatikannya. Iya, karena akibat kebohongan yang pernah Sudi ucapkan kepada temannya.

Sampai pada akhirnya agar semuanya lebih bersahabat, Sudi mulai terbuka hatinya. Sudi mulai menjelaskan lebih rauncy kepada seluruh temannya. Bahkan temannya pun mendengarkannya dengan serempak. Dan sekaligus memasang telinga agar tidak lepas dari kenyataannya.

Dan sampai akhirnya temannya pun telah percaya yang di katakan oleh Sudi. Bahwa berbohong tidak ada manfaatnya. Tidak ada hasilnya. Tidak ada tujuannya. Bahkan tidak membuat teman menjadi semakin percaya. Yang ada hanya semakin ingin menerka sampai pada akhirnya ingin menjauhi diri kita.

Akibat dari kalau kamu berbohong itu juga akan merugikan diri sendiri. Yang sebelumnya kamu sering bersama teman. Iya, teman yang selalu ada ketika suka atau pun duka itu mulai sirna seketika. Maka berucaplah apa adanya. Agar tidak terjadi kesalahpahaman atau pun cress dalam pertemanan maupun persahabatan yang sudah kamu kenal sejak balita.

Selebihnya silakan tulis komentar kamu di kolom comments ya. Terimakasih apresiasi dari kalian.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.