0

Sahabat Yang Engga Menghargai Arti Persahabatan

Posted by Malestha Andheka on 08:07:00
"IYA, kamu juga tidur ya kalo aku udah enggak bales sms kamu."
"Besok jangan lupa masuk sekolah loh."
"Jangan lupa kalo tidur mata merem ya."
Begitu terus sampai akhirnya malah begadang. Mungkin itu yang pernah kita lakukan saat sedang asiknya bbm-an maupun sms-an dengan gebetan. Mari bercerita melalui cerita ini.


Ani seorang wanita yang lemah lembut dan rendah hati banget. Sekali ada temennya yang memperlukan dirinya hadir maka Ani selalu membantunya tanpa sungkan. Bahkan Ani tidak pernah mengacuhkan satu persatu dari sahabatnya.

Namun semuanya ini bertolak belakang dengan sahabatnya yang bernama Lestari. Iya, dia berlawanan dengan apa yang Ani miliki. Misalnya, Nining sedang mengalami kesusahan dalam menghadapi tugas maka Lestari hanya berpura-pura tidak mengetahui dan tidak dengan berperikemanusiaan menolong.

Lestari dan Nining adalah sahabat Ani. Di sekolah mereka selalu berjalan beriringan ke mana pun. Ke toilet, kelas, pos satpam sampai di bawah tangga (bersembunyi saat pelajaran matematika).

Pada saat pelajaran olahraga, mereka terlihat terkesima menatap Rido. Iya, Rido adalah seorang lelaki jantan yang pandai bermain bola basket. Rido adalah seorang cowok yang di kagumi oleh banyak wanita di sekolah. Mulai dari gurunya sendiri yang mulai mengatakannya.

"Seandainya aku seusia kamu Rido, aku bakalan nembak kamu!" Kata guru Bahasa Indonesia.

"Kalo saja kamu anakku Rido, kamu saya belikan apa pun yang kamu mau!" Kata guru seni.

"Kamu itu love-able banget tau ngga sih Rido?!" Kata guru sejarah.

"Selain kamu cakep, kamu memang muah-able banget!!" Kata cewek speechless yang pengin ngungkapin.

Ani menatap nanar wajah Rido beberapa saat. Pandangannya mulai kosong dan bengong dengan menggumam sampai berandai-andai. Lestari pun mulai mengupas wajahnya dan tidak mau rasa cemburunya mulai panas.

"Hei, Ani. Kamu ngapain sih pake bengong segala?!" Ujar Lestari.

"Errr, eng-enggak. Gue enggak bengong."

"Dia lagi galau. Bukan bingung sayang." Timpal Nining.

"Kalian itu ya sama cowok gilanya sampai gitu-gitu amat. Jijai tau enggak sih?!"

"Idiiiih. Kayak lo enggak aja Les?!" Bentak Nining.

"Eh! Sorry ya, emang kapan gue kayak Ani begini?!"

Pernah suatu ketika saat Lestari galau karena pria dia menangis tiap malam. Wajahnya terlihat jelek dari pada monyet sedang galau. Bahkan hidungnya pun berair deras. Lestari tidak dapat menahan keluarnya air mata dan meminta solusi kepada Nining. Maka dari itu Nining masih mengingat kejadian itu.

Pada saat jam olahraga berakhir, Rido samperin Ani dengan memasang wajah Al Ghazali. Ani sedang duduk di bangkunya sambil mengurai rambutnya dengan jari jemarinya. Begitu Rido masuk ke dalam kelasnya, Ani pun terkejut.

"Rido?!"

Yang di sapa hanya tersenyum. Rido melangkah mendekati Ani di bangkunya. Bahkan Rido sedang menyembunyikan sesuatu di belakang punggungnya. Langkahnya tergontai-gontai seketika. Pandangannya terfokus dengan Ani yang sedang duduk di bangkunya.

"Kamu kenapa? Ada apa Rido?"

"Errr, aku...."

"Iya Rido?"

"Kamu berdiri dong."

Ani pun beranjak berdiri dari bangkunya. Mereka berdua saling berhadapan. Mata Ani menatap nanar bola mata Rido secara dalam-dalam. Raut wajah Rido pun sedikit gemetaran.

"Kamuuu...."

"Iya?"

"Hmm...."

"Apa sih?!"

"Ani...."

"Iya, kamu kenapa Rido?"

"Pacaran yuk! Aku udah berubah seperti yang kamu mau lho."

Ani pun hanya tertawa sebagai balasannya. Ani belum terlalu serius menanggapi. Ngga lama berselang, Ani membalasnya.

"Iya, aku mau jadi pacar kamu Rido." Kata Ani sambil melemparkan senyuman.

Lantas kemudian mereka bergandengan tangan. Rido menyodorkan sebungkus cokelat yang tersembunyi dibelakang punggungnya. Wajah Rido mulai tersenyum lebar dan tidak grogi lagi.

Ngga lama berselang Nining pun masuk ke dalam kelas bersama dengan Lestari. Sampainya di dalam kelas, Lestari terkagetkan melihat Ani dan Rido sedang bergandengan tangan. Bahkan Ani dan Rido terlihat mesra.

Rasa panas, cemburu, benci mulai muncul dalam benak Lestari. Hatinya mulai hambar. Namun semuanya sudah terpaku oleh cinta. Lestari menyadari bahwa Rido lebih memilih Ani ketimbang dirinya. Dan yang di rasakan Lestari sekarang tinggalah kenangan. Kenangan sejak kali pertama dia ditanggapin oleh Rido, yaitu ketika bbm-an. Namun semuanya itu hanya sebuah harapan yang tidak kujung datang.

Udah, selesai dulu deh ya postingan dari gue hari ini. Jadi, intinya jangan memberikan harapan kepada seorang wanita kalo memang tidak suka. Bahkan hal ini engga berlaku bagi seorang pria saja. Untuk seorang wanita yang pernah atau berencana memberikan harapan palsu kepada seorang pria. Jika memang di rasa suka maka ambilah kepastian untuk mengungkapkan sebenarnya. Hati tidak akan berpaling seandainya cinta terfokus dengan satu orang wanita maupun pria. Apabila berpindah hati maka akan terjadi, seorang sahabat yang tidak pernah mengerti arti dari persahabatan. Yang mana seorang sahabat sendiri yang menikung karena panah asmara.

Yaps. Apabila ada kata yang mungkin sekiranya salah tulis, silakan tulis comments box yuk! Pernahkah kalian mendapat curhatan tentang cerita ini? Tulis di comments box di bawah yuk!

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.