0

Cinta Tanpa Kasih

Posted by Malestha Andheka on 15:41:00
HAI, untuk mengawali cerita hal ini, gue tekan kan kepada kalian bahwa cerita ini nyata. Iya, bener-bener kejadian. Tidak ada yang dibuat-buat. Bahkan tidak ada skenario. Atau bahkan drama seperti di FTV gitu. Mungkin di antara kalian pernah mengalami kejadian serupa seperti ini. Silakan membaca dengan cermat dan saksama.


Namun sebelumnya, gue ucapkan terimakasih sudah berniat membaca dan menghargai tulisan gue ini. Selamat membaca...

Anggap saja namanya Odi. Iya, dia nama orang bukan nama toko elektronik. Odi adalah seorang mahasiswa yang sudah resmi bebas dari seragam putih abu-abu di sekolahnya. Odi dinyatakan lulus pada tahun silam.

Awal kali pertama Odi menginjak bangku perkuliahan, dia sedikit kikuk. Hal ini membuat Odi menjadi lebih pendiem seperti copet ketahuan yang sampai akhirnya digebukin nyampe bisa muntah ikan lohan.

Namun semuanya itu mulai sirna seketika. Karena pada mulanya, Odi dan kedua sahabatnya duduk di bangku perkuliahan bersama lagi. Mereka terlihat akrab seperti menjalani pada saat berada di bangku sekolah.

Menjalani kuliah perdananya, Odi dapat beradaptasi dengan teman sekitar. Odi pintar mencairkan suasana di saat temannya sedang mengalami masalah. Bahkan Odi menjadi lebih dikenal di kampus.

Malam hari pada saat mata kantuk Odi sudah tidak bisa ditahan, Odi menerima pesan nyasar di telepon selulernya. Hal itu membuat rasa penasaran Odi tertegun membacanya. Bahkan Odi ngga haus pikir beberapa temennya yang selalu menjahilinya. Namun dia rasa tidak. Karena pesan yang diterimanya terlihat jelas bahwa Odi tidak mengenal orang tersebut. Odi merasa yang mengirim pesan tanpa nama itu adalah seorang wanita yang merindukan mantannya.

Saat mata kantuk sedikit terpejam, ponsel Odi berbunyi kembali seketika. Odi mencoba menggapai ponselnya di atas meja. Pada layar ponselnya terlihat jelas ada pesan yang tidak ada namanya. Pesan itu berupa rasa kangen seseorang dengan pasangannya yang kini menghilang.

"Hai Oldi, bagaimana kabarmu? Kamu baik-baik kan? Aku kangen kamu. Kangen sama pelukanmu. Kangen dengan suaramu. Kangen jalan bersamamu. Kangen semuanya yang pernah kita jalani selama ini. Aku harap semuanya itu kembali seperti yang aku inginkan, yaitu kamu."

Setelah selesai membacanya, Odi menggumam sambil menempelkan ponsel di dadanya. Odi berpikir sejenak sambil mengingat-ingat tulisan yang serupa seperti wanita ini. Namun dia menyebutkan nama Odi dengan berganti Oldi. Berarti dia salah tujuan ketika mengirim pesan.

Karena Odi tidak ingin terganggu tidurnya, ia segera meletakan ponsel di atas meja kembali. Namun setelah ponsel tergletak di atas meja, ponsel berbunyi kembali ngga lama berselang. Layar ponsel Odi pun tertera jelas hanya nomor tadi yang mengirim pesan.

"Kok enggak kamu bales Oldi? :( kamu sekarang sibuk ya? Kasih waktu buat aku dikit dong. Kamu enggak seperti biasanya sekarang. Sudah lupa masa lalu kita gitu?"

Odi mulai bersikeras begitu selesai membaca pesan itu. Menurut pemikiran Odi, perempuan yang mengirim pesannya adalah teman yang suka iseng. Iya, teman yang suka jail dengannya.

Pernah suatu ketika saat Odi mempunyai nomor baru, dia kerap dikerjain oleh temennya. Pantas saja temannya berhobi menjahili teman sendiri. Karena pada mulanya Odi sendiri orangnya sangat jail. Begitulah timbal balik yang finansial.

Perempuan itu tetap kuat mengirim pesan kepada Odi. Dia mengira Odi adalah Oldi yang selama ini dia harapkan. Atau bahkan dia idamkan kehadirannya di saat semuanya sirna. Odi pun tidak mampu melontarkan balasan kepada orang yang belum di rasa kenal.

Singkat cerita, keesokan harinya Odi di sambut pesan dari perempuan itu dengan keceriaan.

"Selamat pagi sayang. Sudah bangun belum hayooo? Kalo belum bangun nanti kuliah kamu telat loh. Nanti kalo telat, dosen bakalan ngajakin kamu nikah loh. Masa kamu mau nikah sama dosen sendiri?"

Odi pun mangap 30 menit selesai membacanya. Mulutnya menganga mengeluarkan busa. Sampai akhirnya dia mampu berbalas yang ngga kalah anehnya dengan perempuan itu.

Aksi kirim pesan ini pun mulai berlanjut dan berkepanjangan. Keseharian Odi menjadi lebih terisi berkat pesan dari perempuan itu. Odi beranjak untuk membalasnya dengan tulus.

Sampai pada akhirnya, perempuan itu pun memberikan identitas namanya. Anggap saja namanya Susi. Ia menginginkan Oldi berada di sampingnya kembali. Bahkan Susi meminta Oldi agar tidak jauh darinya. Namun semuanya itu tidak bisa terwujud. Karena Susi telah mengirim pesan kepada orang yang salah.

Siang hari setelah pulang dari kuliah Odi segera beranjak kembali ke rumah. Odi mengurungkan membalas pesan Susi di kampus. Dia tidak ingin konsentrasinya di kampus buyar karena soal wanita. Odi jauh lebih berpikir bahwa wanita ini masih mencurigakan baginya.

Setelah tiba di rumah, Odi mengunci erat pintu kamarnya. Penjuru ruangan pun terasa hening. Tiada seseorang yang berada di sekelilingnya. Odi pun membuka kembali pesan Susi yang belum sempat dibalasnya.

Dengan sangat cepat Odi berbalas semua pesan itu sampai berakhirnya zaman.

This is the end of stories.

Ok, sudah. Mungkin kalian pasti berpikir kenapa cerita ini menggantung? Iya, benar begitu juga yang gue pikirkan. Karena pada dasarnya, cinta tanpa kasih hanya dapat berharap. Namun yang ia harapkan mulai sirna entah ke mana. Jika di antara salah satu tidak ada yang mengaku siapa dirinya sebenarnya, maka hubungan ini hanya berjalan hambar tanpa ada yang berani beranjak untuk bertemu.

Pernakah kalian mengalami seperti ini?

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.