0

My Love With Masta & PPA

Posted by Malestha Andheka on 10:18:00
OSPEK! Ospek! Ospek! Selalu mendengung sudah sangat lama dari telinga gue sendiri. Hari pertama yang dirasakan oleh Seorang MaBa (baca: Mahasiswa Baru) hanyalah seneng. Tau kenapa, pokoknya intinya seneng.

Pada mulanya, sejauh kita pandang muka maka kita dapat berkenalan dengan teman baru. Entah itu termasuk teman lama atau bahkan mantan juga ada. Semuanya berkumpul menjadi sebuah kerumunan orang di kampus.

Oke fix, gue mau ceritain tentang ospek gue yang keliatannya menurut kalian ngeselin. Simak baik-baik ya, siapin koran kalo mau muntah.


Tanggal 18 Agustus 2014 tepatnya menjadi saksi yang mana gue kali pertamanya menjalani ospek. Di Universitas Muhammadiyah Surakarta tepat di mana gue malanjutkan bidang studi lebih tinggi. Waktu itu, gue sudah berada di sana dengan pasang wajah ganteng. Gue terliat ganteng di sana jika kalo diliat bersamaan dengan polkadot yang udah di injek sama nenek gayung sambil diseret. Iya, tapi ngga segitunya juga sih. Gue ganteng kok. Sumpe!
Hari itu embun pagi masih terasa sangat hangat. Pepohonan besar terus memberikan oksigen ke berbagai sudut ruang. Seluruh MaBa mulai berbaris rapi di depan ruang seminar dengan memasang telinga untuk mendengarkan instruksi dari senior.

Sekadar info, di Universitas ini ospek terbagi menjadi 2 macam yakni: Masta & PPA. Masta kepanjangan dari Masa Ta'aruf. Sedangkan Masta itu sendiri merupakan sebuah kegiatan yang menggelar dengan struktur pengenalan maupun menjalin solidaritas antar sesama dengan senior. Jika PPA merupakan kepanjangan dari Pengenalan Program Akademik. Iya, tentang pengenalan lagi, namun yang ngebedain di antara ini dari gagasannya.
Hari pertama berjalan dengan ganteng karena eh karena saat selesai upacara langsung pulang. Itu adalah momen paling di tunggu oleh seorang MaBa yang ngga bakalan betah upacara dari pagi sampe siang yang hampir ngebuat wajah ganteng gue meleleh habis menjadi keteknya monyet yang lagi kena gatal-gatal.

Singkat cerita, Masta berlangsung selama 4 hari berturut-turut. Iya, hal ini memang beda tipis dengan PPA. Jika PPA hanya 3 hari, namun di minggu selanjutnya. Itu yang membuat seseorang terkesima sesaat mendengar kata berturut-turut ternyata eh ternyata dipisahkan minggu yang berbeda.
Jatuh di hari PPA berlangsung ini, para MaBa mulai terliat geram pada kontras wajahnya. Pada mulanya terliat cengar-cengir segede pantat mulai sirna seketika. Kegilaan di minggu sebelumnya dengan Masta itu mulai sirna seketika. Yang seakan dibalik dengan nyata tanpa rekayasa.
PPA yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut itu ngebuat gue menjadi kehilangan nama ganteng gue, ANDHEKA MALESTHA. Biar lebih jelas deh ya, ANDHEKA MALESTHA! Sengaja gue ulang biar terliat tegang.

*usap iler*

Karena pada dasarnya gue sering kali mendengar bentakan oleh senior yang suaranya mirip toa masjid yang udah ketelen di dalam tenggorokannya. Gue yakin pasti di antara mereka ada yang sarapan nelen microwaves tanpa air.

Semangat senior pun menggebu-gebu dengan ucapan berapi-api pada patahan katanya. Dari nampak wajahnya yang memelotot itu jauh lebih sangar ketimbang singa betina yang sedang mengalami PMS. Tapi gue berani menjamin kalo saja mereka bertanding maka senior gue bakalan cepat di larikan ke UGD.

Selama 3 hari dengan menahan ingin meluapkan emosi akhirnya semua telah usai. Hari terakhir tiba, seluruh MaBa mulai sangat senang. Sampe pada akhirnya, mulai menghilangkan sedikit demi sedikit kata-kata yang tidak berkenan itu di hati seorang MaBa. Dan di puncak acara, semua MaBa pun berbaris rapi kembali dengan berjabat tangan. Beriringan akan hal itu, seorang MaBa mulai berbaris rapi kemudian berjabat tangan dengan senior sebagai tanda terimakasih yang selama ini sudah memperkenalkan cara seseorang berkepribadian yang baik.

Oleh karena itu, yang membuat seorang MaBa terharu adalah pengorbanan senior yang berujung membuat seorang MaBa menjadi lebih mandiri dan dewasa. Di saat itu, seorang MaBa memulai memberikan sebuah arti dari: my love with Masta & PPA.

Ps: nikmatilah ospek kamu seperti kamu menikmati harimu dengan kehadiran yang kamu idamkan.

This is the end of stories.

Okey, jadi itu cerita singkat gue. Dan itu adalah kesan-pesan gue tentang menghadapi ospek. Kalo menurut kalian, kesan-pesan selama ini menghadapi ospek apa aja sih? Tulis kolom comments yuk!

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.