0

5 Sisi Nyebelin Dari Orang Tua

Posted by Malestha Andheka on 04:03:00
MASIH inget kali pertama lo di gendong semenjak masih kecil? Masa dimana belum dapat berdiri dengan tegap sesuai orang berjalan pada umumnya. Melalui proses sangat lama peran orangtua mendidik sampe akhirnya lo mampu berdiri sampe bisa lari terbirit-birit.

Sebelum gue menulis ini, gue berpikir dengan introspeksi dalam diri gue sendiri. Sejauh mana selama ini gue lahir sampe akhirnya sudah beranjak dewasa.

Berawal dari kasih sayang dengan penuh perhatian luar biasa, orangtua mendidik dengan hati nuraninya. Mengajarkan berbagai macam cara agar waktu gede nanti berharap menjadi anak yang cendikiawan.

Ok, kita tahan dulu. Dan ingat-ingat kata yang lo baca tadi dalam pikiran dan benak. Selain orangtua memberikan itu semua dengan penuh rasa tulus, ada 5 sisi nyebelin dari orangtua lho. Simak yuuk.



1. Memanjakan.

Saat lanjut usia, orangtua terkadang jauh lebih terlalu memanjakan anaknya ketimbang melatih kemandiriannya. Bukan. Bukan karena orangtua dulu juga sering begitu. Pada awalnya orangtua jauh lebih kerap untuk memanjakan karena jauh lebih agresif dari apa yang pernah ia lihat. Entah dari media cetak ato online (yang gaul) yang keluar kabar panas.

2. Membandingkan.

Ini dia yang ngebuat bete. Dari orangtua se-kompleks pasti selalu membanding-bandingkan anaknya. Entah siapa yang jauh lebih cerdas ato malah jauh lebih sukses. Hal ini sukses dilakukan oleh orangtua seketika, sesaat keinginannya sudah dilaksanakan dengan benar.

3. Batasan.

Karena sebagai orangtua sangatlah tidak mudah maka orangtua selalu memberikan batasan oleh anaknya. Gunanya apa? Agar dia mampu mengendalikan dirinya dari pergaulan terhadap lingkungan. Hal ini kadang bertolak belakang. Kadang kita jauh lebih berpikir kalo hal ini yang ngebuat kita merasa tidak bebas.

4. Ngga Dipercaya.

Berulang kali kata yang keluar untuk meminta izin terkadang orangtua selalu menghalang. Entah apa alasannya jauh lebih kuat ketimbang kita. Alhasil kita kudu mengikuti dari pada suatu saat tidak dianggap sebagai anak. Kalo udah begini, urusan terakhir bakalan berhadapan dengan sang Pencipta.

5. Larangan.

Setelah mengenal beberapa metode pranata luar, orangtua selalu kuat untuk memberikan larangan. Entah larangan apa yang diberikan, membuat kita menjadi muak untuk mendengar. Pengin nyemil tempe, dikatain apalah. Pengin nyemil keripik, dikatain itulah. Dan lain sebagainya.

Kalo misal lo ingat kata yang udah lo simpan di dalam benak dan pikiran tadi, lo bakalan terbuka hati. Yang selama ini yang ngebuat lo sebel terhapus seketika.

Kita hidup tidak sepenuhnya menikmati semua harta, tahta dan sebagainya. Itu hanya titipan Yang Maha Kuasa untuk kita nikmati di dalam bumi. Seandainya sudah tiada, semua titipan akan diteruskan oleh anak cucu kita. Dan kita yang lanjut usia tak selamanya menjadi orang yang berdusta. Karena surga dan neraka akan lebih dekat kita.

Menurut kalian sendiri, hal apa aja sih yang nyebelin dari orangtua? Tulis di kolom comments yuuk.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.