0

Swimming Cool

Posted by Malestha Andheka on 11:51:00
BEBERAPA minggu kali ini gue sering banget habisin waktu untuk renang. Entah kenapa, gue jauh lebih senang luangkan waktu yang menurut gue bermanfaat.

Gue selalu salurkan kebiasaan gue yang langsung diterapkan menjadi hobi. Pada mulanya renang adalah sebagai hobi gue yang terakhir. Kenapa yang terakhir? Karena gue goblok banget dalam berenang. Alhasil gue taruhin ini hobi yang paling akhir dari segala macam hobi gue yang lain.

Mulai ke inget pada waktu gue berlatih renang dulu. Sekian banyak guru perenang handal yang ngajarin gue, hasilnya nihil. Gue masih kalam yang engga bakalan berharap diatas permukaan lagi walaupun ketinggiannya cuman setengah meter dari pinggang gue.

Paling menetapnya, gue renang di hotel Asia. Waktu itu harga tiket masih banyak anak muda sekarang menjangkaunya. Sekadar masuk engga berenang sama aja dikenakan 16ribu. Murah kan?

Dan bersusun sebuah pertanyaan sekian banyak orang memberikan saran termasuk juga bokap bilang, "Kenapa engga nyari swimming pool tempat lain aja?" Bukan karena soal jangkauan, namun ketinggian kedalamannya yang menurut gue makin shock apabila belum terbiasa.

Haaahh. Gue jauh mendahulukan keselamatan di banding lurus dengan kekhawatiran.

Selasa sore gue berangkat swim dengan Michael dan Citra di hotel Asia. Mereka berdua temen gue yang paling dongo banget. Dongonya mereka engga nyampe kalau tiap malem jam 12 keluar rumahnya terus masukkin tangannya ke comberan buat nyari ikan kecil gitu.

Jika Michael mempunyai khas tiap kali mengendarai kendaraan mulutnya berkomat-kamit. Pada saat mengendarai kendaraan di jalan, Michael riang banget wajahnya sampai-sampai mengeluarkan suara yang tak pernah tanggung dengan, "HOOOOOKKKYAAAAAA!!!!!!" Begitulah suaranya, ngga tahu dia maksudnya apa. Mungkin teriakkannya sebagai pengganti klakson pada kendaraannya untuk memberitahu seseorang yang berada didepan.

Dan yang kedua Citra. Nih orang banyak kelebihannya. Ia masuk dalam kategori cewek paling feminime banget diantara kalangan temen cowok-cowok. Pada saat di jalan, Citra bertolak belakang dengan Michael. Dia lebih bercenderung diam dan hanya mulutnya sedikit berkomat-kamit seakan membaca ayat-ayat suci ketika gue boncengin.

Sesampainya di hotel Asia, kami langsung swim. Hotel Asia ini bernuansa remang-remang. Lampu yang mengelilingi kolam tidak begitu banyak. Disini serasa kolam renang pribadi yang tiada orang lagi selain gue dengan orang dongo yang gue bawa. Kami langsung bersiap untuk terjun ke kolam.

Byuuuuuuurrrrrrrrr!!!!!!!

Suara gemuruh air ketika Citra menyeburkan dirinya. Citra makin panik pada saat ia masuk ke dalam. Alhasil bakalan kalam seakan tidak terselamatkan oleh superhero yang ada di Hollowood (apa hubungannya ya?).

Gue langsung tolongin secara spontan dengan Michael. Gue pegang lengannya agar Citra dapat ke permukaan. Michael langsung bilang, "Kamu kenapa Cit?"

"Tenggelam lah! Gua engga bisa jangkau lantai dasarnya!" Kata Citra yang suaranya dibikin sok Bahasa Indonesia.

"Yaudah, sekarang kamu pegangan disini aja ya." Ucap gue, mengarahkan tangan Citra ke tangga kolam.

Setelah Citra bersemayan di dekat tangga kolam, ia tertawa tersendak yang mengakibatkan gigi pasangannya terlepas dari gusinya.

"Eh Cit. Gigimu lepas deh." Kata gue, meragakan seakan berdramatis.

"Ha? Apa ya?" Ujar Citra sambil memegang giginya yang terlepas. "Eh iya Dik. Bujug buseeettt!! Gimana nih. Haduuuhh!!!!"

"Terus gimana?" Ujar gue.

"Hakhakhak." Ketawa Michael yang terdengar seperti dia lagi nelen duren sebijinya.

"Mic!!!!! Serius. Ini gigi mahal kali." Sahut Citra sewot.

"Mic tuh disitu giginya." Kata gue, sambil nunjukkin giginya yang tergeletak di dasar kolam.

Michael langsung menyelam ke dasar dan segera mengambilnya dengan mengenakan kaca mata renang khusus. Tangan Michael meraba-raba dasar kolam dengan kakinya naik diatas permukaan.

Ketika dia sudah kembali menarik napasnya, berarti ia sudah ke permukaan air. Ia sudah menggenggam gigi itu di tangannya. Michael menyodorkan giginya ke Citra.

"Nih gigimu." Kata Michael.

"Akhirnya!!!!" Kata Citra langsung membalikkan badannya dan kemudian memasangnya dengan benar.

Selesai memasangnya dengan benar, Citra engga bakalan lakuin tertawa terdahak-dahak kembali. Alhasil bukan gigi pasangannya lagi yang copot justru malah semua giginya.

Swimming cool kali ini menjadi sebuah pengalaman nista bagi Citra. Dirinya merasa traumanisme yang menyebabkan dirinya enggan tertawa kembali.

Pada akhirnya tertawa itu menurut gue adalah hal menggembirakan. Bisa merubah suasana sedih menjadi senang dan senang menjadi mengharukan.

Dan sampai akhirnya dia akan memberikan sebuah perekat pada bagian gusinya yang bertujuan untuk merekatkan diantara gigi dan gusinya (engga nyambung abiss).

Tinggalin subscribe kamu disini ya, agar kita bisa menertawai sebuah kebiasaan yang semestinya kita bisa tertawa dengan riang tanpa terlepas sebiji pun pada gigi kita. Peace, laught, and swim!

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.