0

Rasa Pesimis

Posted by Malestha Andheka on 08:09:00
SETELAH banyak mediasi gue jalankan, semuanya hanya nihil. Gue rasa jika seseorang sudah jatuh pesimis maka mood mulai menurun. Segala aktivitas pun tidak di jalankan kembali.

Misalnya gue memberikan seorang tokoh untuk gue jadikan contoh.

Supri dan Paino ingin sekali mengikuti sebuah audisi solo vocal. Bahkan karier mereka sendiri sangat berbeda. Apabila kita lihat dari namanya, menurut lo lebih jenius siapa?

Ha? Siapa?

Benar. Supri banget. Memang Paino memang lumayan beda hobi dan kelangkaannya dengan Supri.

Paino bercenderung puitis banget apabila membuat sebuah kata-kata yang di share di Twitter. Kadang temennya aja nanggepin bilang, 'Lo kudu belajar bahasa lagi deh Pan!'

Oh ya panggilan Paino di kalangan temen-temennya tuh bukan Paino. Melainkan Pan. Bukan Pan yang artinya Pantat. Dan bukan juga kata Pan diberi imbuan kata u menjadi Pan-u. Tapi Pan iya adalah Pan. Yang artinya Paino Anak Ngeselin.

Kenapa dia disebut anak ngeselin?

Iya memang wajahnya aja yang menunjang.

Balik lagi pada saat mereka mengikuti audisi. Kegigihan mereka dalam mengikuti audisi solo vocal sangat berantusias banget. Bahkan Supri sendiri memberikan support kepada Paino yang mendaratkan kepalanya di sofa.

"Semangat friends. Kita pasti lolos kok terus, jadi finalis." Kata Supri.

"Aku udah pesimis kalah. Alias gagal Sup. Emang dalam dirimu ngga merasakan itu apa?" Sahut Paino mengelak.

Supri mulai menerka-nerka bilang, "Hanya begini sudah menyerah kamu friends?"

Paino hanya manggut-manggut.

Sementara Supri memanggil si Paino dengan kata 'friends' itu berarti 'enemy'. Kok bisa? Karena dalam sebuah audisi kita tetap bersaing fair walaupun teman sendiri memang menjadi peserta. Dalam artian, kita bersaing baik tidak buruk.

"Apa kita mundur aja enemy?" Tanya Supri.

"Sungguh? Serius?!" Ucap Paino.

"Engga ding."

Paino menepis pundak Supri karena berkata konyol.

Setelah mereka berdua berniat maju, akhirnya mereka bisa meninggalkan keraguannya yang akan
mencoba memberhetikan. Bahkan mereka berdua langsung lolos dan langsung menjadi finalis solo vocal yang di selenggarakan pada acara 17-san.

Tepuk tangan warga sekitar membuat mulut Supri dan Paino semakin lebar mempamerkan senyum yang hampir menyentuh kedua telinganya.

*senyum lebar banget sampai aja*

Oke.

This is the end of stories.

Dari cerita diatas, kita bisa cerminkan pada diri kita agar tetap tampil pede. Walaupun ada banyak teman yang mencoba menginginkan kita untuk mundur, teruslah berikan dia support agar menghapus kata mundur menjadi maju.

Rasa pesimis pada diri seseorang akan selalu muncul apabila melihat seseorang yang menurutnya lebih perfect dibandingkan kemampuan yang kita punya. Pada mulanya Tuhan YME menciptakan umatnya dengan kemampuan daya berpikir yang setara tanpa perbedaan.

Hanya dari sebuah karakteristik dari seseoranglah yang bercenderung berbeda dan tidak akan pernah sama dengan orang lain. Karena kita ini adalah kita, dan mereka adalah mereka yang mempunyai karakter mereka sendiri bukan disebut kita.

Hmm. Mungkin itu dulu menurut gue tentang rasa pesimis yang dialami seseorang. Jangan lupa untuk ramaikan kolom dibawah sini ya. Mari kita diskusi bersama. :D

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.