0

My Friendster Stories

Posted by Malestha Andheka on 18:06:00
AWAL pertama gue mencari temen tuh gue ngikut saran temen juga kudu buat friendster. Ahaayyyy. Kita bahas friendster deh. Dalam pikiran gue, friendster tuh momen pertama gue kenalan dengan seseorang di social media.

Ingat. Ini kejadian waktu gue SMP.

This is my stories...

Banyak buanget pengguna friendster dulu engga kayak zaman sekarang (ya iya lahhh). Hampir orang tulalit aja mempunyai friendater. Gue masih inget banget ketika gue mempunyai friendster pertama kali langsung pamerin temen-temen yang lagi nongkring di lorong kelas.

Gue berjalan di lorong kelas lain lalu, potong pembicaraan mereka yang lagi bahas sunatan temen gue yang dongo.

"Eh punya friendster ngga? Add punyaku dong."

Dan orang pertama yang ngejawab yang gue engga pernah bakalan lupa berkata, "Telat banget lo!"

Gue enggokan kata lain. Kemudian, gue jalan ke arah lain yang berbeda dari kerumunan siswi yang nongkring tuh.

"Punya friendster ngga?" Kata gue.

"Apa?"

"Iya friendster."

"Oh iya, add ya. Aniiieyndt inGIiennt ClallLyu meladtjuuh kenncAnXGgg diie jAlanndtttt."

"Gilak. Itu username kamu?"

"Iya itu. Nanti aku konfirm deh. Langsung pokoknya."

"...."

Suram.

Username yang dikatain barusan, gue kira mulutnya yang bercuap-cuap ketika nanggepin gue nanya punya friendster atau tidak. Alhasil justru itu username dia.

Gue engga bisa mengolok username dia. Karena username gue sendiri engga begitu jauh dengan punya temen gue. Yang masih selalu gue inget, nama username gue "Dickha Settan". Ngga tahu juga kenapa gue make nama itu.

Pada awalnya, gue goblok banget buat akun email sendiri. Alhasil gue dibuatin tuh sodara gue yang bernama Arum. Akun dia engga kalah gila dengan punya gue dengan, "Aroem Iblies".

Mungkin gue dan Arum adalah salah satu keluarga yang bernama username horor kali ya.

Akhirnya gue bisa kembangin main friendster. Pada saat gue tahu caranya main, gue ganti nama gue dengan "Dika Bandicoot". Dan kenapa itu? Apa itu Bandicoot? Ehm. Jadi gini ceritanya, waktu SD dulu gue ngefans banget ama kaset playstation gue yang namanya Crash Bandicoot. Alhasil nama belakangnya gue pakai aja. Ck ck ck.

Tapi, zaman dulu nama seperti itu lagi trending top banget. Gue tekan kan kembali yap, zaman dahulu. Jika nama friendster engga dibuat satu kalimat, maka temen kita ngga bakalan mengenal kita. *jleb*

Bel masuk jelas sudah terdengar.

Gue langsung ngibrit-ngibrit ke kelas. Temen gue bernama Edward juga buntutin gue masuk ke kelas. Karena pantat dia gede, alhasil menggerakkan komposisi udara dalamnya keluar. BROOTTT. BRIIIIITTT. BROOOT. BRIIT. Begitulah suaranya yang tidak jelas. Kadang ampasnya terperangkap ke dalam celananya yang balapan dengan celana dalam yang dikenakan itu.

Seperti biasa, di kelas gue bercuap-cuap dengan temen sekelas dengan topik yang ending nya nggantung. Yang kata temen gue, sisa ceritanya di lanjutin hari esok supaya esok ada cerita. Gitu.

Kembali gue menawarkan friendster. Temen gue mayoritas banyak banget yang punya. Gue aja sampe mo nangis pas mo download apps friendster ngga bisa di hape. Huhuhuu.

Foto yang gue upload dengan bebagai macam pose. Diantaranya ada yang tangan kiri gue di belakang kepala sambil potret tuh kamera hape yang gue pegang di tangan kanan sambil di miringkan 360 derajat (gilak! Tuh alay atau foto orang saraf?).

Karena pose itu banyak yang gunain, maka saling suka atau like foto temen. Diantara kalangan temen gue saling mendukung dengan gaya apa aja yang penting ada unsur 4laY.

Kenaikkan gue kelas 2 SMP ini mengakibatkan gue engga nyentuh friendster lagi. Karena semua pada beralih ke facebook. Ini adalah social media yang lagi in di kalangan anak muda juga.

Masih tetep sama, foto yang masuk di friendster gue copas di facebook gue yang baru. Gue mandangin aja udah ngakak apalagi orang lain? Dan masih seperti awal pertama buat friendster dulu, gue selalu ketinggalan cepat oleh temen gue seketika. Mereka justru sudah menggunakannya.

Pas gue nanya ke salah satu orang bilang, "Eh Mic, ada facebook engga?"

"Add ya. Michael Rivaldy Mewengkang. Michael Rivaldy Mewengkang Part2. Michael Rivaldy Mewengkang Part3. Dan seterusnya bla bla bla."

Yang gue denger itu nama justru mirip lanjutan film-film yang lagi trend. Kayak "Pocong. Berkembang nerusin jadi, Pocong2. Dan kemudian Pocong3 mungkin seterusnya."

Gue sendiri aja facebook hanya punya satu. Itu lebih dari temen gue yang punya banyak sampai dibikin lanjutan. Atau mungkin di facebook pertamanya banyak yang memuat tautan yang menyebabkan dirinya beralih buat yang baru ya.

Entah lah.

Anyway, gue availabe facebook gue dengan nama akte gue sendiri dengan, "Andheka Malestha". Azeek.

Karena di salah satu temen gue bilang kalau gunain nama facebook tuh pake nama sendiri aja, jangan samain friendster dulu. Terus gue jawab, "Emang kenapa?"

Temen gue hanya garuk-garuk kepalanya. Mungkin dia sendiri mau berkata alay, namun dirinya sendiri masih susah melepas menjadi alay fams.

Emang beda sih nama pada friendster ama facebook gue. Alhasil kalau sama engga bisa disebut facebook (engga nyambung abiss).

Jangan lupa subscribe dibawah sini ya. Thank you.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.