0

Koleksi Kertas Binder

Posted by Malestha Andheka on 08:29:00

SEJAK gue masih kelas 4 SD dulu, sering banget tulis menulis. Waktu itu belum kenal banget sama blog. Gue masih cara tradisional, menulis itu di selembar kertas yang gue tuliskan di binder.

Kenapa binder? Karena banyak bermacam jenis kertas yang unik ngebuat gue segar dalam menulis. Gilak. Singkat banget jawabnya. Intinya gitu sih. Binder memang bawaan gue waktu duduk di bangku kelas 4 SD.

Saat ke sekolah gue engga bawa tuh binder. Gue hanya simpan itu di dalam almari. Tepatnya didalam kamar gue almari itu di tempatkan. Jauh dalam gue sembunyikan agar orang lain tidk menemukan binder pribadi gue.

Tiap sore hari setelah mandi sore, gue sering nongkring di depan rumah. Tetangga rumah selalu ikut-ikut apa pun yang gue punya. Rumah disini aja gue mesti punya tetangga yang rumahnya di dekat rumah gue (gimana sih?).

Ketika gue duduk sendirian sambil membalik-balikkan kertas di binder, ada salah satu tetangga gue ikutan duduk di samping gue. Jelas, dia mengajak gue untuk tukeran selembar kertas binder yang kita punya.

Banyak banget koleksi lembaran kertas ada dalam binder gue yang beraneka ragam bentuknya. Ada yang berwarna biasa tebal dan ada berbentuk-bentuk. Kertas yang gue punya juga banyak yang tebal. Kadang setelah di pegang dan di rasain tebalnya engga kalah sama ukiran kayu (huuuu).

Setelah selesai tukar menukar- alias barter, gue klik kembali binder itu agar tidak tercecer. Sebagian dari binder gue sudah tertulis coretan-coretan dari temen gue.

Misalnya, gue menyodorkan binder ke temen gue supaya dia menuliskan biodatanya lengkap seperti akte kelahirannya. Biar terlihat bervariasi, gue menambahkan hobi dan makanan, minuman kesukaannya. Yakin. Kalau disebut aneh-aneh, emang engga salah. Gue memang masih seperti kanak-kanak pada zaman bersekolah dasar.

Gue menuliskan semua ini, supaya gue masih tetap mengingatnya. Sebuah kekocakan tingkah laku yang gue lakukan di masa SD. Sebenarnya, dari orang tua gue sendiri tidak gemar menulis seperti yang gue lakukan ini.

Alih-alih gue seperti penjual kertas binder yang mengoleksi berbagai macam kertas di dalamnya. Mengoleksi satu persatu yang gue simpan di dalam binder itu. Sebagian gue membeli kertas di toko terdekat. Lebih dari sekadar sebuah diary yang tidak bisa disebut diary. Kenapa? Karena hanya bertuliskan biodata lengkap dari seseorang saja bukan tulisan pribadi dari seorang penulis.

Binder memang banyak gunanya untuk menuliskan beberapa hal penting. Namun, waktu gue SD dulu memang tidak mengerti kegunaan binder sebagai apa. Gue memang geblek yang tidak mengerti di waktu membeli binder, untuk cara mengambil kertas pada cekipan besi yang merapikan kertas.

Setelah banyak mengerti, gue mulai menambahkan banyak kertas di dalamnya. Sehingga gue bisa mengoleksi banyak di dalam sebuah binder itu. Jadi, memang kaya banget akan kertas yang sampai tertekuk karena kecerobohan gue.

Tiap kali nyokap bokap menulis, pasti menulis yang berkaitan tentang pekerjaannya. Sementara gue engga beda persis dengannya. Gue menulis karena atas dasar kemauan gue untuk bekerja menjadi seorang penulis.

Gue selalu beronsisten, seperti waktu gue mencintai binder gue. Menyimpannya erat-erat dan menjaganya agar tidak hilang entah kemana. Kali ini gue belajar dari menulis tangan. Demi perlembar kertas yang gue tulis lalu gue cantumkan dalam binder.

Demikian dulu yang gue tulis. Mungkin jika mau menambahkan, silakan posting komentar di bawah ini. Thank you!


0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.