0

Ketika Cinta Selalu Kandas

Posted by Malestha Andheka on 18:55:00
MULAI ke ingat lagi nostalgia gue saat caturwulan pertama kelas 3 SMA. Gue merasakan lagi yang namanya jatuh cinta. Entah mengapa, gue engga pernah menyerah walaupun cinta terakhir dulu pernah di putusin secara nista.

Dan alasan kenapa gue di putusin, gue engga tahu persis sebabnya. Dalam pikiran gue ada beberapa hal yang mengatakan. Berikut adalah beberapa seorang wanita yang memutuskan cowok tanpa keterangan yang jelas.

Ada 2 tipe cewek memutuskan secara wajar antara lain sebagai berikut.

1. SECARA TIDAK LANGSUNG
Wanita ingin merasa dirinya bebas. Kenapa begitu? Bisa jadi karena ego dari seorang kekasihnya yang selalu mengekangnya dalam bertindak. Pada saat memutuskannya, seorang wanita mempunyai cara halus agar seorang pria tersebut tidak langsung sakit hati secara kaget 5 bulan. Berikut adalah contohnya melalui telepon selulernya.

Kata sayang sudah diganti dengan nama kita sebagai cowok lalu dilanjutkan dengan, "Sorry hubungan kita mungkin cukup sampai disini. Aku pengin merasakan bebas seperti temanku lainnya. Aku berterimakasih banget buat kamu yang selalu care, bahagiain aku, buatku ketawa, nengokin aku ketika sakit sampai membuatku berubah menjadi sikap yang lebih baik. Untuk itu, aku pengin lepas darimu, namun aku juga tidak akan melupakanmu walaupun kita sudah menjadi teman."

Apabila seorang cewek tidak sempat menuliskan SMS nya, maka tanpa segan ia langsung menelepon.

Pada saat kita sudah mengangkat telepon darinya, ia akan terdiam sebentar dan mengeluarkan air matanya. Sebelum mengatakan kata putus, seorang wanita memberikan ungkapan lain kepada seorang pria.

"Sayang...." Kata seorang wanita sambil menghelakan napas.

"Iya apa sayang?" Balas seorang pria, datar.

"Akuuu..." Terhenti sebentar. "Aku mau kita putus, mungkin hubungan kita cukup sampai disini saja." Ucap seorang wanita, sambil menahan tangis diatas air matanya.

"Apa?! Kenapa kamu meminta begitu?" Ujar seorang pria, terkejut mendengarnya.

Beberapa menit mulai terdiam dan TUT. TUT. TUT. TUT.

Wanita itu menutup teleponnya lalu, menangis didalam kamar sambil megangin guling setengah guling-guling.

Pernah mengalami seperti ini?

2. SECARA LANGSUNG
Cara yang kedua ini memerlukan mental dan keberanian dari seorang wanita maupun pria yang akan memutuskan.

Ditempat dengan suasana yang tepat seorang pria dan wanita sudah bertatap muka atau face-to-face. Seorang pria menggenggam tangan seorang wanita dengan erat.

Diantara mereka berdua yang akan memutuskan, benih air mata mulai terjatuh merambat di kedua pipinya yang merona. Wajahnya mulai merengut dengan dibasahi air mata di sekujur kedua pipinya.

Ketika melepas rasa teganya, ungkapan kata putus terlepas dari ucapannya. Keduanya saling memeluk erat untuk terakhir kali memeluknya.

Beberapa bulan menjelang, keduanya masih mengingat momen ini yang tak lekang diceritakan kepada teman-temannya. Pada dasarnya mereka mencoba berharap ingin bisa bersatu kembali seolah ingin menciptakan kebahagiaan yang berbeda di masa lalunya.

Pernah mengalami serupa dengan ini?

Okay. Balik lagi setelah gue diputusin. Semenjak gue diputusin, gue engga ambil posisi langsung jatuh cinta dengan siapa pun. Gue have fun dengan temen-temen gue untuk melupakannya.

Setelah beberapa bulan menjelang, gue beranikan diri untuk mencari pengganti sebagai tulang rusuk gue yang baru. Agar tidak terlalu mengingat masa lalu, gue harus lekas mencari tulang rusuk itu. Sesakit gue merasakan cinta, gue engga pernah berhenti untuk mencarinya.

Banyak sebuah pengalaman yang gue alami, mulai timbul sebuah pertanyaan yang selalu terbayang-bayangkan.

"Kenapa cinta selalu datang ketika dia sudah mencintai orang lain yang pasti bukan saya? Coba bertanya tentang cinta kembali. Mengapa saya mencintainya pada saat dia mencintai seseorang dan bukan saya? Ataukah cinta kita tidak akan dipertemukan kembali dengan waktu yang selalu berputar menjauhi diantara kita. Walaupun cinta selalu kandas, kenapa saya berkeinginan untuk kembali ke seseorang yang sudah beralih mencintainya. Apabila saya mencintaimu dulu, ataukah sekarang saya tidak akan berbicara denganmu lagi?"

Jangan lupa untuk subscribe dibawah sini ya, aku menunggu posting komentar kalian. Terimakasih sudah berkunjung.

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.