0

Apa Itu Sosialisasi?

Posted by Malestha Andheka on 07:55:00
SEJAK sebelum mengenal atau bahkan mempergunakan Twitter, Facebook, Line, Path dan apps lainnya, tiap mau kabarin ke temen hanya SMS. Waktu itu gue masih inget banget seketika bokap membelikan hape pertama kalinya.

Waktu itu gue masih make friendster. Kalau Facebook tuh lagi in banget. Dan masih jarang banget orang yang punya. Sekali pun gue online friendster, itu apabila sedang mampir di warung internet (warnet). Karena dirumah gue bukan warnet, bokap tidak pasang modem atau wi-fi untuk menghubungkan internet (ngga nyambung abiss).

Namun pada saat gue belum megang hape sebelumnya, gue selalu samperin ke rumah-rumah temen agar memastikan. Gue engga sendiri. Sekali satu temen gue mengikuti, langsung gue ajakin ke rumah berikutnya.

Gue detail kan lagi begini ceritanya.

Waktu itu gue segera sigap untuk pergi ke rumah temen gue yang berbeda kompleks. Berhubung hape belum punya, gue jalan ngibrit ke rumah Ian dengan menggayuh sepeda.

Sebelum berencana hari ini memang jauh sebelumnya sudah direncanakan. Tepatnya hari kemarin yang sudah dianggap fix oleh teman-teman lain.

Selang engga lama lagi, kami meet up dirumah Tutik. Setelah berkumpul, kita rundingan untuk menengok Arinda yang sedang sakit di rumah sakit. Memang kami tiap kali berkumpul pasti disini. Perjalanan yang kami tempuh dengan mengenakan bmx masing-masing.

Semenjak gue memegang hape, komunikasi secara langsung menjadi renggang. Bahkan temen gue, gue sendiri engga ngerti kontaknya. Setidaknya gue masih simpan nomor rumahnya masing-masing.

Gitu deh singkatnya.

Dari situ kita bisa melihat sejati gue dengan temen gue bukan? Ya. Seimbang dengan rasa simpati dan empati.

Setelah lulus dari SD, hubungan sosialisasi hanya lewat telepon genggam. Temen gue yang sedang sakit, gue mengirim pesan 'GWS' kepadanya. Dulunya, gue berkumpul bersama untuk menengok bersamaan. Seketika temen gue ulang tahun, gue ucapin dirinya 'HPBD' melalui pesan. Jauh sebelumnya, gue datangin dia hanya untuk memberikannya surprise. Sekarang gue di sibukkan oleh telepon genggam yang membedakan semuanya itu. Namun begitu sebaliknya dengan temen gue.

Sebelum gue menulis semuanya ini, gue introspeksi dalam diri gue kelak. Selanjutnya gue apresiasikan menjadi sebuah cerita secara rauncy ini.

Waktu masih SD itu juga menjadi saksi dimana gue berbuat rasa simpati dan empati dengan seseorang. Kemajuannya zaman rasa simpati lah yang muncul tanpa menyatukan rasa empati.

Alangkah baiknya menjadi diri kita sendiri maka meluangkan waktu sedikit akan berguna untuk menyeimbangkan rasa sosialisasi kita kepada seseorang. Yang berguna agar rasa simpati dan empati semakin erat dalam menyeimbangkan cara berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung.

Oke.

End.

Maaf apabila tulisan gue membosankan atau pun membingungkan, setidaknya kita bisa menerjemahkan sendiri makna kata sosialisasi dalam diri kita bukan? Ya. Bisa. Menjawab salah satunya perantara untuk berkomunikasi.

Tinggalkan pos komentar kalian dibawah sini ya. :D

0 Comments

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.