0

Segala Yang Dimiliki Kepribadian Seseorang

Posted by Malestha Andheka on 12:51:00
JELAS semua yang terdapat dalam potensi diri dari seseorang mempunyai tawakal yang berbeda. Inilah yang dimaksud dengan ciri seseorang yang berbeda-beda.

Awalnya seseorang yang mempunyai sebuah kepribadian dalam benaknya, akan mengarahkan jalan hidupnya. Uhm. Ngomong-ngomong soal kepribadian kali ini akan gue bahas serempak.

Gue tipikal orang yang bintitan. Maksudnya engga bintit di kelopak mata gue tuh. Engga tahu apa yang benar gue tulis nih maksudnya begini. Temen gue ingin ini-itu, gue sok kompak juga ingin itu-ini. Sedikit gue balik walau sebenarnya memang sama.

Selain banyak hal yang selalu sama, gue selalu ingin serupa dengan pilihan temen gue. Setelah menjalani semua tindakan yang gue pilih dengan temen gue, hasilnya tentu yang membedakan. Rentang jauh itu pasti. Karena gue yang bego (iya engga amat) selalu kurang beruntung.

Mulai tumbuh dewasa diri gue sekarang akhirnya mulai terbuka tentang kepribadian gue selama ini. Bukan artian pada saat gue masih minus 17 masih ke kanak-kanakan. Yang tiap sore keluar mempamerkan diri gue yang sudah mandi terus di penuhin bedak yang nyonyor seluruh wajah. Tidak.

Sesudah banyak introspeksi dalam diri gue akhirnya gue bangkit. Gue sendiri emang engga mau untuk setiap harinya selalu monoton teruuuus. Yang tiap pagi nyampe malem betah megangin gadget dengan tujuan agar tidak kesepian.

Setelah gue merevolusi kepribadian dalam diri gue, akhirnya gue merasakan adanya revolusi itu. Gue sudah bisa berkembang dan mapan menjadi baik. Kenapa bisa begitu? Berdasarkan dari sebuah pengamatan dan pranata luar yang mendorong gue.

Tunggu-tunggu deh. Gue nulis ini-itu masih nyambung engga ya?

Baik.

Kembali setelah gue merevolusi saja deh.

Maksudnya tuh begini, bermacam kepribadian dari seseorang pasti semua berbeda. Ada yang berprofesi menjadi seorang blogger, dancer, photograph dll. Bahkan ada juga yang mendalami tentang berbagai sumber lain yang tidak berkaitan dengan hal serupa diatas.

Katakanlah semuanya itu adalah keahlian kita hingga akhirnya kita merasa nyaman setelah menuangkan selama ini. Bahkan masalah yang dihadapinya hanya satu, lepas kontrol seseorang harus sesuai dengan profesi itu. Misalnya sebagai berikut.

Anggap saja namanya Suketi. Iya emang namanya kedengarannya desa banget. Tapi dia keren lho di kalangan temennya yang jelek. Suketi berkarakter orang yang dongo. Maksudnya dongo tuh bukannya Suketi tiap malem keluar dari rumahnya hanya untuk aduk-aduk air comberan. Bahkan engga juga ketika tengah malam Suketi keluar hanya untuk berteriak memanggil emaknya yang padahal emaknya sedang tidur di samping kamarnya.

Pelan-pelan deh ya.

Maksudnya begini, dongo-nya yang dimiliki Suketi selalu tergantung dengan temennya tiap kali temennya mendorongnya. *lap iler dulu bentar*

Iya memang Suketi tuh selain orangtuanya menjadi panutan, orang lain pun juga. Akhir-akhir ini pun Suketi selalu melakukan tindakan sama yang dimiliki temennya.

Pada saat itu juga Suketi mulai meditasi yang menerjunkan pikirannya. Kepalanya ia gedorkan di dinding hingga akhirnya harus menginap di ICU. Untungnya Suketi bisa tertolong secara medis.

Dari semua yang Suketi peroleh dari berbagai pengalamannya, Suketi dapat memetik yang baik. Sebagai berikut adalah yang ia dapatkan agar menjadi orang yang berkepribadian yang benar.

1. Berpikirlah secara matang sebelum memastikan yang memang pasti.

2. Tidak mengikuti tindakan yang dilakukan orang lain.

3. Mampu bersikap mandiri.

4. Mempunyai kepribadian yang baik, tidak asal manggut-manggut.

5. Bisa bertanggungjawab.

6. Lebih dilihat orang cendikiawan.

7. Mampu berkreatif dalam keahlian yang dimiliki.

8. Dapat berkarya dari segala ketekunan.

9. Hidupnya tidak tergantung orang lain.

10. Peduli dengan seksama seketika teman meminta saran dan kritikan.

Dari semua hal diatas, kita bisa cantumkan segala yang dimiliki kepribadian seseorang memang beda. Ada yang asal mengikut-ikuti, namun tidak yakin setelah bertindak. Bahkan tidak mengambil alih sebelum semuanya terlanjur.

Demikian yang gue tulis. Walau hanya sesingkat tulisan ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Dan semoga diri kita sendiri dapat berkepribadian menjadi orang sukses. Goodluck!

Poskan komentar kalian dibawah sini ya. Gunakanlah kata-kata yang sopan agar tercipta yang baik.

0

Apa Yang Membuat Orang Betah Nonton TV?

Posted by Malestha Andheka on 08:51:00
SEBAGIAN banyak orang untuk mencari hiburan semata selain internet hanya menonton TV tepatnya. Lebih dari segala hiburan yang ada didalamnya sangat menghibur. Beragam jenis hiburan bisa didapatkan melalui berbagai siaran yang memuat didalamnya.

Menonton televisi (TV) seseorang merasa dirinya menjadi ramai. Bahkan tidak merasakan kesepian. Kalau saja TV belum banyak orang punya, maka sosialisasi seseorang masih sering menonjol dengan berkumpul diluar rumah untuk menonton TV bersamaan di perempatan perumahan.

Pada zaman dahulu TV sangat langka orang punya. Hanya orang kalangan menengah ke atas yang dirumahnya ada TV. Bahkan layar dalam TV itu belum berwarna seperti zaman sekarang.

Berhubung kita hidup dengan beberapa banyak kecanggihan elektronik maupun tekhnologi maka kita lebih betah seharian dengan TV.

Hal-hal yang menyebabkan dalam diri seseorang menjadi betah nonton TV adalah sebagai berikut.

1. Fresh.

Apabila tayangannya menghimbau kita dengan hadiah menarik maka jarang untuk mengganti channel lain. Selain menanti hadiah yang diundi, seseorang pasti merasa lebih fresh pada saat acara berlangsung.

2. Sering Ditonton.

Jika jarang merubah channel TV-nya, maka kita merasa betah terus menonton acaranya. Walaupun acara itu selalu ditayangin sehari 4x kita selalu tak mempermasalahkan apa yang ditayangkan.

3. Santai.

Selain TV untuk bercenderung hiburan, TV juga ngebuat kita menjadi santai. Menikmatinya dengan beberapa siaran yang menurut kita spesial banget untuk di tonton hari ini. Dengan kata lain, seseorang lebih relax dengan semua acara.

4. Media Informasi.

Jika tidak berlangganan media cetak misalnya koran, seseorang mencari berita dengan menonton TV. Saluran berita di TV memang sama dengan koran harian. Bahkan jauh lebih lengkap TV yang membuat orang lebih terkesima menontonnya. Hanya saja, berita yang ada dalam TV tidak bisa ditayangkan ulang. Apabila dalam koran harian, kita bisa membaca ulang jika kita masih menyimpan. :p

Kesimpulannya maka seseorang lebih mudah untuk mendapatkan berbagai sumber berita atau hiburan dengan TV. Yang ngebuat orang betah nonton TV adalah cara kebiasaannya agar kesehariannya merasa terisi dengan segala hiburan yang didapat. Kecenderungan dari seseorang mempunyai unsur menganalisis yang sudah ia tonton.

This is the end of stories.

Itu menurut gue tentang orang jauh lebih betah menonton TV. Dan masih banyak lagi hal menarik lainnya yang menyebabkan orang lebih betah menonton TV. Menurut lo sendiri bagaimana? Isi kolom dibawah sini ya.

0

Liburan ke Inggris

Posted by Malestha Andheka on 22:12:00
NAMA gue Andheka. Lengkap aja deh, Andheka Malestha. Seperti banyak orang katakan, mereka memanggil gue dengan Andhek. Bahkan yang kesal gue menoleh ketika mereka memanggil dengan sebutan, Males. Pffftt.

Gue engga mempersoalkan nama pena atau panggilan kok. Biar lebih akrab, lo boleh manggil gue Deka atau Dika. Dika itu seperti panggilan gue didalam keluarga besar. Entah dari mana panggilan itu, penting gue seneng.

Lulus SMA ini gue nganggur dirumah seharian. Menjelang lulus dari SMA itu gue mempunyai libur berkepanjangan. Liburan kali ini menurut gue sangat suram. Bahkan gue sekarang jarang untuk mendapatkan uang. Meminta kedua orangtua saja, gue enggan untuk mengulurkan tangan. Gue tipikal orang yang mandiri, kan ingin bekerja keras mengejar karya kreatif yang gue buat.

Selama berkonsisten ngeblog, gue sering mengirim beberapa cerpen dan kemudian gue kirimkan ke berbagai majalah. Alhasil yang gue dapatkan hanyalah dikacangin. Gue merasa tidak di hargain dalam hal demikian. Namun kegigihan gue engga berhenti disitu saja. Mungkin gue hanya kurang beruntung. Gue ulang kembali hingga membuatnya jauh lebih baik.

Keseharian yang hanya ngeblog bagi gue engga merasa membosankan. Gue bisa meneruskan hati gue berbicara melalui tulisan ini. Walaupun kelihatannya tidak ada yang membaca, gue engga mau tahu soal itu. Terpenting blog yang gue buat sebagai latihan menulis gue agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Itu ulasan sedikit dari gue. Dan sekarang gue mau ngomogin soal vacation. Ngomong-ngomong soal liburan, gue mempunyai sebuah bayangan untuk pergi ke Inggris. Bahkan ke luar negeri lainnya pernah gue jelajahi lho sebelumnya. Hmm.. Dalam mimpi. Iya sih emang mimpi gue kebesaran, memang.

Kenapa gue pengin banget ke Inggris? Mau beli tahu sama tempe kalau lo tahu. Ya engga lah, itu mah bercanda. Maaf dikit ngelantur aneh gini. Hehehehe.

Tepatnya saat gue lagi menulis ini sebenarnya gue lagi ngikut suatu kompetisi yang diadakan oleh Mister Potato. Blog kompetisi ini dinamakan NGEMIL EKSIS PERGI KE INGGRIS. Hadiahnya tuh menarik banget broh, bisa ke #INGGRISGRATIS emang sengaja gue caps-lock biar jelas. :p

Sedikit gue bercerita nih ya. Soal beruntung atau tidak dalam sebuah audisi gue selalu jatuh kurang beruntung. Bahkan pernah diberi tulisan 'Anda harus belajar lagi'. Gue hanya manggut-manggut membawa selembar kertas kurang keberuntungan itu.

Oke. Balik lagi soal Inggris.

Ngomong-ngomong negara Inggris, siapa sih yang engga menginginkan liburannya kesana? Emak gue aja manggis-manggis melihat siaran TV yang meliput ke luar negeri. Karena gue keluarga sederhana yang pas-pasan, gue hanya mampu berkhayal saja lebih dari cukup untuk mewujudkan.

Biar lebih detail gue sebutin tempat populer di Inggris yang ingin gue kunjungi deh. Simak baik-baik ya.

Here we go!

1 Menara Jam Big Ben.


Big Ben tuh konon katanya sebutan dari Elizabeth Tower atau menara jam yang menjadi landmark di kota London. Sebagai landmark di kota London, tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang terkenal. Selain banyak bule-bule disini, juga banyak wisatawan asing negara lainnya juga lho yang berkunjung. Kalau gue bisa kesana, gue mau foto dengan bule yang ngga kalah absurd gayanya and me.

2. Westminster Palace.


Houses of Parliament adalah gedung parlemen pusat pemerintahan United Kingdom. Bujug buseeeett! Bangunan ini juga pernah menjadi saksi bertemunya dua majelis United Kingdom. Ini mah gedeeee banget gedungnya. Intinya sama gedung kuliah gue emang engga ada apa-apanya, uy!

3. London Eye.


London Eye tuh juga sama tempat para wisatawan tidak melewatkan berkunjung disini. London eye ini merupakan kincir ria yang berada di tepi selatan sungai Thames yang tepatnya di London juga. Lihat deh diatas gambarnya. Iya emang gue nyari di internet, kalau gue cari dirumah adanya parutan keju nyokap. Kalau di kota gue tuh adanya tiap awal tahun di alun-alun. Kita bisa naik kok, engga di patok usia asalkan kita membayar aja sih. Tapi namanya tuh pasar malam bukan London eye.

4. Buckingham Palace.


Ini tempat sebagai kediamannya ratu (gue) Inggris di London. Siapa tahu nanti tempat ini juga menjadi objek wisata gue kalau beruntung menang dalam kompetisi ini, gue bakalan fotoin semua nyampe memori gue full. Berhubung menjadi tempat kediamannya ratu Inggris maka sering banget diselenggarakan upacara juga disini. Kalau tempat gue masih sekolah dulu untuk upacara tiap hari Senin di sekolah. Kalau disini mah gue kurang tahu. Hehehe.

5. Trafalgar Square.


Trafalgar Square adalah pusat segala sesuatuk. Biar kayak Syahrini gitu ngomongnya. Hehehe. Jadi, Trafalgar Square itu semacem ruangan tua lebih tua dari pada gue. Staff nya aja ramah-tamah dan pro aktif gitu broooh. Luaaaaasnya banget-banget lokasi tempat ini. Kalau di kota gue mah kayak gini jadi kebanggaan banget di kota. Menjadi tempatnya anak muda untuk nongkring.

6. Beatles Museum.


Ngomong-ngomong soal The Beatles gue emang penggila beratnya. Karena gue sendiri juga terjun ke aliran dia. Musik? Siapa sih yang engga suka dengerin musik? Dan tentunya musik dari The Beatles. Widiiih. Musisi legendaris mendunia ini emang cool abiss. 

Nih nama-nama personalnya gue sebutin satu persatu. John Lennon (rhythm guitar, vocals), Paul McCartney (bass guitar, vocals), George Harrison (lead guitar, vocals), Ringo Star (drums, vocals). The Beatles sudah released 12 studio albums, 13EPs and 22 single. Band asal Liverpool ini memang dikatakan top abiss banget dalam dunia rock.


Itu dia mereka. Gue tertegun melihat fotonya. Dirumah gue juga punya poster-poster dia lho. Sorry iya kalau gue nambahin kata-kata yang engga penting ini. Hikhikhik. Karena gue emang pengin banget berkunjung kesana. Dan engga hanya angan gue saja yang terbang.

7. King's Cross Station.


Oops gambarnya agak dikit kabur. Maaf ye kak, soalnya waktu gue ambil gambar kameranya fokus ke bule. :p

Begini gue engga cerita banyak tentang King's Cross Station. Yang jelas ini stasiun tertua yang pernah dibuat shooting film Harry Potter lho. Seandainya pada gambar gue jelas, lo pasti bakalan ingin hanyut kesana deh. Stasiun ini juga meninggalkan banyak sejarah pada saat gue belum dilahirin. Ada banyak hal seperti memiliki ciri khas arsitektur yang sama dengan Cordoba dan The Blue Mosque. Stasiun ini mulai dibuka pada tahun 1852. Udah gitu deh. Karena gue bukan ahli sejarah sih. Hehehehe.

Dan berikut 7 Stadion bola legendaris.

1. Stamford Bridge Chelsea.


Itu venue yang gue dapatkan di iPhone. Walaupun gambarnya agak blur atau bikin mata berkedip untuk memfokuskan maaf ye. Oh bukan. Bukan. Ini bukan salahnya yang mengambil gambar. Namun kesalahan gue yang ambilnya hanya screenshot. Karena gue bego ngga ngerti ngambilnya gimana jadi begitulah. Oke. Stadion ini memang selalu rame tiap kali ada pertandingan olimpiade gitu. Didalam stadion, ngga bakalan ada pengamen jalanan sama pedagang yang nawarin es kok. Jadi tak ada salahnya lo bawa sendiri. Namun hati-hati dengan penjaganya yang ketat ya.

2. Emirates Stadium Arsenal.


Stadion gedeeeee banget ini dihunu sejak 2006. Terus, konon katanya dinamakan Emirates Stadium Arsenal karena eh karena team Arsenal lalu mengalami kontrak selama 15 tahun. Gitu deh singkatnya. Kurang lebihnya stadion ini pernah di pake 93 tahun lamanya. Gilaaak! Lama banget bukan? Oke. Sekarang kita bahas selanjutnya saja ya.

3. White Hart Lane Tottenham Hotspur.


Namanya panjaaang juga ya kalau dihafal bakalan nggantung di pikiran. Hiks. Gambar stadion ini gue engga tahu persis yang mana. Yang penting gue udah searching dan hasil yang gue temukan itu. Karena setelah gue searching hasilnya nihil. Atau gue yang bego nyarinya ya? Jadi hasilnya itu aja gambarnya. Sorry kalau gambarnya kurang perfect. :p

4. Old Trafford Manchester United.


Walah-walah ngomongin soal stadion lagi ini. Oke. Jadi begini gue engga bisa cerita banyak. Karena semua stadion yang gue ceritain nilainya mesti sama. Yaitu sama-sama gue deskripsikan kalau stadion ini memang gedeeee banget. Kalau gue lagi dikejar renternir paling larinya juga kesini. :p

5. Etihad Stadium Manchester City.


Cihuuuuy. Ini dia dimana stadion yang termegah. Awalnya gue kira sama dengan yang lain. Namun stadion ini mempunyai sebuah karakter yang berbeda. Apa itu karakter yang membedakannya? Ya. Kalau sama sih iya semua rumputnya engga pernah layu soalnya di rawat. Kalau yang membedakan? Ya. Benar. Dari tiket masuknya. Hehehe.

6. Anfield Liverpool.


Percaya engga percaya stadion ini bisa menampung kapasitas kurang lebih 45,376. Gilaaak! Gedeeeenya luar biasa bukan? Dimensions 105m dikali 68m. Jadi panjang kali lebarnya itu. Kalau kondisi stadionnya iya pasti perfect lah. Selalu terawat dan engga bakalan ada pedagang asongan masuk ke dalam.

7. Goodison Park Everton.


Kali ini gue mau ngomonginnya begini. Kenapa tiap kali ada pertandingan selalu rame? Ya. Karena disana tuh ya, pertandingan atau segala macam acara yang diselenggarakan selalu menarik seseorang. Maka dari itu banyak orang yang selaku untuk meramaikannya. Jika gue beruntung menang dalam kompetisi ini, gue juga akan meramaikannya kok.

London mempunyai budaya yang sangat unik menurut gue. Kota yang lebih indah dari segala keindahan. Entah apa yang ada dalam pikiran gue, hanya menyebutkan kata indah mulai bercampur mengelilingi sekujur kepala.

Jika pada suatu saat nanti gue bisa berencana besar ke Inggris, gue down untuk melanjutkan membayangkan. Seberapa berat yang gue bayangkan semakin jauh kebayang dalam pikiran.

Berawal dari mimpi gue mulai berandai-andai dari kecil hingga besar, gue salurkan dengan segala usaha. Sekecil apa pun gue memimpikan soal Inggris, gue menggumam lama. Yang ngebuat gue mangap tiga hari hanya cerita temen gue yang anaknya pelayaran.

Waktu itu gue engga sengaja ketemu di Alfamart. Kebetulan banget gue meet up dengan dia, walaupun pertemuan kali ini hanya buat gue mangap-mangap. Gue nongkring didepan pada kursi panjang pertokoan samping Alfamart.

"Jadi gimana? Elo belum pernah ke Inggris?"

Gue jawab hanya geleng-geleng.

Apabila gue jawab iya walau kenyataannya tidak, bakalan gue di tepis pundak gue. Jalankan pundak doang, kepala aja pasti. Karena berbohong itu lebih buruk dari kebaikkan (pasti lah).

Gue melanjutkan, "Habis kesana ya?"

"Iya Dik, wuah! Keren banget Inggris tuh ternyata."

Wuah! Emang serius. Gue bisa membayangkannya kok, ngebatin gue.

"Terus, kemana aja disana?"

"Banyak Dik. Kalau gue ceritain semua sampe malem disini kita."

Gue menalan ludah.

"Gue pamit dulu ya Dik. Kapan-kapan deh gue ceritain."

Gue manggut-manggut sambil melambaikan tangan ke arahnya.

Hal yang menarik keliling dunia cuman satu: gratis. Karena mustahil banget gue bisa kesana dengan tabungan gue yang tiap harinya terkumpul lima ribu doang. Huhuhu. Jika ada pasti anak pelayaran. Namun masuk ke dalam pelayaran itu juga engga semudah membalikkan telapak tangan. Bahkan selain engga mudah, masuk ke dalam pelayaran juga engga murah. Karena gue anak yang sederhana, gue ambil dari ceritanya saja.

Kali ini, angan-angan gue mulai berandai keras pergi ke Inggris. Entah apa jalan pikiran gue selalu mengabaikan kata yang mesti kurun menghalangi. Kalau saja gue bisa meraihnya, betapa senangnya gue bisa mewujudkan keinginan gue selama ini yang telah gue mimpikan.


                  Yap! Tersenyumlah!

Usai sudah yang gue tulis. Intinya tuh berawal dari sebuah mimpi sebagai pantauan arah yang selama ini belum terarahkan. Jika sudah terarah maka berandailah sejauh mungkin. Agar lebih berakurat maka nyatakanlah dengan segala usaha semangat. Walau ujungnya hanya kegagalan, diri gue selalu seneng. Dari kegagalan itulah gue belajar menjadi arahan yang lebih sempurna.

Nih gambar diambil ketika gue belum mandi dengan ngemil Veetos (Mister Potato).

Let's get, let me take a selfie!


Dan ini gambar setelah gue selesai mandi.

Check this out!

Let's get, let me take a selfie!


Gimana? Udah ngerti perubahannya bukan? No filter.

Oke. Jangan lupa tinggalkan pos komentar kalian dibawah sini ya. Gue yakin kalian semua akan sukses apabila sudah merasakan kegagalan.

0

Apa Itu Sosialisasi?

Posted by Malestha Andheka on 07:55:00
SEJAK sebelum mengenal atau bahkan mempergunakan Twitter, Facebook, Line, Path dan apps lainnya, tiap mau kabarin ke temen hanya SMS. Waktu itu gue masih inget banget seketika bokap membelikan hape pertama kalinya.

Waktu itu gue masih make friendster. Kalau Facebook tuh lagi in banget. Dan masih jarang banget orang yang punya. Sekali pun gue online friendster, itu apabila sedang mampir di warung internet (warnet). Karena dirumah gue bukan warnet, bokap tidak pasang modem atau wi-fi untuk menghubungkan internet (ngga nyambung abiss).

Namun pada saat gue belum megang hape sebelumnya, gue selalu samperin ke rumah-rumah temen agar memastikan. Gue engga sendiri. Sekali satu temen gue mengikuti, langsung gue ajakin ke rumah berikutnya.

Gue detail kan lagi begini ceritanya.

Waktu itu gue segera sigap untuk pergi ke rumah temen gue yang berbeda kompleks. Berhubung hape belum punya, gue jalan ngibrit ke rumah Ian dengan menggayuh sepeda.

Sebelum berencana hari ini memang jauh sebelumnya sudah direncanakan. Tepatnya hari kemarin yang sudah dianggap fix oleh teman-teman lain.

Selang engga lama lagi, kami meet up dirumah Tutik. Setelah berkumpul, kita rundingan untuk menengok Arinda yang sedang sakit di rumah sakit. Memang kami tiap kali berkumpul pasti disini. Perjalanan yang kami tempuh dengan mengenakan bmx masing-masing.

Semenjak gue memegang hape, komunikasi secara langsung menjadi renggang. Bahkan temen gue, gue sendiri engga ngerti kontaknya. Setidaknya gue masih simpan nomor rumahnya masing-masing.

Gitu deh singkatnya.

Dari situ kita bisa melihat sejati gue dengan temen gue bukan? Ya. Seimbang dengan rasa simpati dan empati.

Setelah lulus dari SD, hubungan sosialisasi hanya lewat telepon genggam. Temen gue yang sedang sakit, gue mengirim pesan 'GWS' kepadanya. Dulunya, gue berkumpul bersama untuk menengok bersamaan. Seketika temen gue ulang tahun, gue ucapin dirinya 'HPBD' melalui pesan. Jauh sebelumnya, gue datangin dia hanya untuk memberikannya surprise. Sekarang gue di sibukkan oleh telepon genggam yang membedakan semuanya itu. Namun begitu sebaliknya dengan temen gue.

Sebelum gue menulis semuanya ini, gue introspeksi dalam diri gue kelak. Selanjutnya gue apresiasikan menjadi sebuah cerita secara rauncy ini.

Waktu masih SD itu juga menjadi saksi dimana gue berbuat rasa simpati dan empati dengan seseorang. Kemajuannya zaman rasa simpati lah yang muncul tanpa menyatukan rasa empati.

Alangkah baiknya menjadi diri kita sendiri maka meluangkan waktu sedikit akan berguna untuk menyeimbangkan rasa sosialisasi kita kepada seseorang. Yang berguna agar rasa simpati dan empati semakin erat dalam menyeimbangkan cara berkomunikasi secara langsung dan tidak langsung.

Oke.

End.

Maaf apabila tulisan gue membosankan atau pun membingungkan, setidaknya kita bisa menerjemahkan sendiri makna kata sosialisasi dalam diri kita bukan? Ya. Bisa. Menjawab salah satunya perantara untuk berkomunikasi.

Tinggalkan pos komentar kalian dibawah sini ya. :D

0

5 Sebab Orang Malas

Posted by Malestha Andheka on 21:53:00
SAAT gue sudah mencoba introspeksi diri, akhirnya gue tersadarkan beberapa aktivitas selama ini dirumah yang nganggur. Bermacam segala aktivitas yang gue lakukan semua bercenderung membosankan.

Beranekaragam kegiatan gue pun juga terasa menjenuhkan sama sekali. Seakan gue malas, dan bawaannya hanya ingin menghabiskan uang. Namun gue sadar jika gue tidak mempunyai uang di saat liburan maka gue bisa menceritakan pengalaman apa selama liburan.

Dan kemudian gue mencoba mengirimkan beberapa CV ke perusahaan untuk melamar pekerjaan. Hasilnya gue harus menunggu dan menunggu. Setelah lewat beberapa minggu yang menyebalkan, gue hanya di kacangin. Mantap.

Lebih nestapa penderitaan gue kali ini mulai beruntun hari selanjutnya. Gue tipikal orang yang pro aktif dalam segala macam hobi dan ketekunan.

Setelah banyak membaca dari kumpulan blog orang lain, gue mulai terenyah. Akhirnya gue mencoba untuk konsisten agar blog gue bisa dibaca oleh banyak orang. Dan hasilnya.... Gue masih seperti menulis sendiri dan kemudian hanya dibaca sendiri. Namun gue engga mempermasalahkan soal itu semua. Gue kudu tetap semangat! Apa pun hasilnya yang gue dapet, gue memang banyak mempunyai PENGALAMAN.

Entah apa yang gue tulis diatas engga penting. Sekarang gue mau bahas tentang 5 Sebab Orang Malas.

1. Berhura-hura.

Apabila dari seseorang yang menginginkan dirinya lebih bersenang dulu, ngga akan mungkin ada lagi kata senang di kemudian hari. Beberapa banyak orang mengatakan, 'Berakitlah dahulu kan bersenang kemudian' itu memang benar. Ingatlah kata itu selalu dalam pikiran.

2. Santai.

Santai itu perlu. Namun jika belum memperoleh pekerjaan atau pun pengalaman kerja, jangan berharap bisa makan sesuap nasi. Bersantailah seketika sudah menggenggam sebuah pekerjaan semata.

3. Legowo.

Jika hanya menerima dengan ikhlas saja, apakah bisa merubah pengangguran menjadi karyawan menetap? Lebih dari yang tua renta bahkan masih muda sekarang hanya menerima apa adanya pada saat dirinya merasakan kenyamanan dengan saku, namun enggan mencoba beralih ke pekerjaan.

4. Rasa canggung.

Engga perlu sungkan untuk berbicara oleh teman kita yang sudah jadi. Apabila suatu saat lo bisa di rekrut maka apakah kita akan bilang tidak? Hiraukan saja rasa canggung menjadi rasa semangat.

5. Kebiasaan.

Yang terakhir nih, udah menjadi faktor pendorong dalam diri seseorang yang melekat. Pada mulanya seseorang di ciptakan dengan kemampuan daya pikir yang sama. Semua setara apabila melakukan pekerjaan yang sama. Namun bedanya dari sebuah karakteristik seseorang yang bercenderung malas atau pun tidak. Mungkin seseorang terhanyut malas karena kebiasaannya kurang me-managed waktu dengan baik.

Sekian yang gue tulis diatas, semoga bisa mendorong untuk bekerja lebih semangat. Sedikit-sedikit untuk mengurangi kemalasan dalam kejenuhan di setiap harinya. Kemudian sebelum gue tutup, jangan lupa untuk ramaikan kolom dibawah sini ya. :D

0

Rasa Pesimis

Posted by Malestha Andheka on 08:09:00
SETELAH banyak mediasi gue jalankan, semuanya hanya nihil. Gue rasa jika seseorang sudah jatuh pesimis maka mood mulai menurun. Segala aktivitas pun tidak di jalankan kembali.

Misalnya gue memberikan seorang tokoh untuk gue jadikan contoh.

Supri dan Paino ingin sekali mengikuti sebuah audisi solo vocal. Bahkan karier mereka sendiri sangat berbeda. Apabila kita lihat dari namanya, menurut lo lebih jenius siapa?

Ha? Siapa?

Benar. Supri banget. Memang Paino memang lumayan beda hobi dan kelangkaannya dengan Supri.

Paino bercenderung puitis banget apabila membuat sebuah kata-kata yang di share di Twitter. Kadang temennya aja nanggepin bilang, 'Lo kudu belajar bahasa lagi deh Pan!'

Oh ya panggilan Paino di kalangan temen-temennya tuh bukan Paino. Melainkan Pan. Bukan Pan yang artinya Pantat. Dan bukan juga kata Pan diberi imbuan kata u menjadi Pan-u. Tapi Pan iya adalah Pan. Yang artinya Paino Anak Ngeselin.

Kenapa dia disebut anak ngeselin?

Iya memang wajahnya aja yang menunjang.

Balik lagi pada saat mereka mengikuti audisi. Kegigihan mereka dalam mengikuti audisi solo vocal sangat berantusias banget. Bahkan Supri sendiri memberikan support kepada Paino yang mendaratkan kepalanya di sofa.

"Semangat friends. Kita pasti lolos kok terus, jadi finalis." Kata Supri.

"Aku udah pesimis kalah. Alias gagal Sup. Emang dalam dirimu ngga merasakan itu apa?" Sahut Paino mengelak.

Supri mulai menerka-nerka bilang, "Hanya begini sudah menyerah kamu friends?"

Paino hanya manggut-manggut.

Sementara Supri memanggil si Paino dengan kata 'friends' itu berarti 'enemy'. Kok bisa? Karena dalam sebuah audisi kita tetap bersaing fair walaupun teman sendiri memang menjadi peserta. Dalam artian, kita bersaing baik tidak buruk.

"Apa kita mundur aja enemy?" Tanya Supri.

"Sungguh? Serius?!" Ucap Paino.

"Engga ding."

Paino menepis pundak Supri karena berkata konyol.

Setelah mereka berdua berniat maju, akhirnya mereka bisa meninggalkan keraguannya yang akan
mencoba memberhetikan. Bahkan mereka berdua langsung lolos dan langsung menjadi finalis solo vocal yang di selenggarakan pada acara 17-san.

Tepuk tangan warga sekitar membuat mulut Supri dan Paino semakin lebar mempamerkan senyum yang hampir menyentuh kedua telinganya.

*senyum lebar banget sampai aja*

Oke.

This is the end of stories.

Dari cerita diatas, kita bisa cerminkan pada diri kita agar tetap tampil pede. Walaupun ada banyak teman yang mencoba menginginkan kita untuk mundur, teruslah berikan dia support agar menghapus kata mundur menjadi maju.

Rasa pesimis pada diri seseorang akan selalu muncul apabila melihat seseorang yang menurutnya lebih perfect dibandingkan kemampuan yang kita punya. Pada mulanya Tuhan YME menciptakan umatnya dengan kemampuan daya berpikir yang setara tanpa perbedaan.

Hanya dari sebuah karakteristik dari seseoranglah yang bercenderung berbeda dan tidak akan pernah sama dengan orang lain. Karena kita ini adalah kita, dan mereka adalah mereka yang mempunyai karakter mereka sendiri bukan disebut kita.

Hmm. Mungkin itu dulu menurut gue tentang rasa pesimis yang dialami seseorang. Jangan lupa untuk ramaikan kolom dibawah sini ya. Mari kita diskusi bersama. :D

2

Kegagalan

Posted by Malestha Andheka on 19:56:00
KENAPA di saat yang gue harapkan berujung tidak tersampaikan? Kenapa pula ketika saatnya gue harus buka hati, namun tidak nampak kembali rasa seseorang?

Lupakan.

Kali ini gue mau ngomongin soal 'Kegagalan'. Entah itu gagal move-on, mencintai orang, menyelesaikan masalah. Bahkan yang buruk, gagal seleksi.

Yang menggaris bawahi cerita gue kali ini, lebih detail dengan seleksi. Kenapa demikian? Ya. Benar. Karena dari sebuah pengalaman gue. Memang benar hari ini dan memang harus gue jalani seharusnya.

Kemajuan zaman sekarang lebih mendorong diri seseorang menjadi berpikir kuat dan sehat. Sehingga kemampuan dalam diri seseorang menjadi lebih berkembang.

Hari ini menjelang pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa di kenal dengan istilah lain SNMPTN.

Tepat pukul 12 siang, pengumuman mulai di sebar luaskan melalui kabar berita. Entah media cetak maupun online.

Menyebalkan sekali bukan jika setelah pengumuman kita tidak tercantumkan pada daftar nama? Atau kasarnya, kita tidak lolos dalam perselisihan. Sangat mengenaskan dan menyedihkan. Karena banyak diantara kalangan anak muda sekarang berantusias untuk masuk Universitas Negeri dalam kotanya. Namun terdesaknya orang yang lebih jauh pikirannya dengan kita maka kita hanya bisa ikhlas.

Semestinya kita mengulangi kembali dari kesalahan kita ketika mengerjakan soal. Maksudnya kita mengulangi mendaftar ulang dengan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa di singkat dengan istilah SBMPTN. Begitu.

Walaupun kesempatan pertama lo gagal, keluarkan kesempatan kedua lo dengan lebih bersungguh-sungguh.

Ini adalah sebuah nasib kita dalam menuntut ilmu yang lebih tinggi. Akan kita bawa sampai akhirnya dalam pekerjaan di masa mendatang.

Apabila ada kata yang salah atau mungkin salah tulis maaf ya. Engga bisa panjang gue tulis, tambahin ke bawah kolom sini yuk.

0

Pengalaman Duta IM3

Posted by Malestha Andheka on 20:44:00
APA itu Duta IM3? Itu sebuah singkatan ya kak? Hmm... Aku tahu. Jangan kamu jawab dulu deh. Singkatan dari 'Dunia Tamasya IM3' ya? Tunggu! Aku masih penasaran. Kalau bukan, berarti 'Dunia Terkini IM3' ya? Bukan juga? Ah udah deh aku nyerah kak.

Udah?

Oke. Silakan duduk sejenak dan perhatikan gue seksama ya.

"Iya kak." *posisi duduk kedua kaki bersilang lesehan*

Sebelum memulai, tarik napas dulu.

Baik. Udah? Hembuskan... Eh berhenti dulu deh, jangan lewat belakang!!!

Mantap. Fokus ya.

Jadi, Duta IM3 itu iya Duta ngga bisa diubah. Jelasnya Duta itu adalah DUTA BUKAN SINGKATAN. *lap iler*

Program Duta IM3 memang sudah dibuat oleh Indosat yang di populerkan oleh anak muda zaman sekarang. Kurang lebih yang pengin eksis dan ingin mempunyai lebih banyak teman yang sebelumnya kita hanya teman sekolah atau dalam kota. Kita bisa merangkup banyak teman dari berbagai kota.

Duta IM3 menjaring dunia anak muda yang memiliki skill dari keunggulan hobi maupun bakat yang berkreatif mungkin. Semua yang mempunyai bakat, jangan sungkan untuk mengikuti DUTA IM3. Batasan untuk mengikuti Duta, tergantung ketentuan dari Indosat yang berada di kota kita masing-masing. Ini hanya berlaku untuk Duta IM3 (Indosat) doang ya. Jika lo daftar Duta IM3 ke provider lain maka lo bakalan dikacangin. Lo sendiri yang salah.

Apabila sudah mendaftar, lo bakalan di seleksi melalui pertahapan. Dan apa aja itu pertahapannya? Untuk apa harus ada pertahapan? Pertahapannya pertama adalah audisi. Pasti yang mendaftar ngga hanya sepuluh atau lima belas. Karena ini Duta bukan TK atau Playgroup kanak-kanak. Untuk apa harus ada pertahapan? Kalau ngga ada pertahapan, apa harus semua yang mendaftar langsung keterima gitu?

Gile.

Namanya sebuah kompetisi maka akan dianjurkan turut serta audisi. Yang gunanya untuk menjaring yang benar-benar sesuai.

Setelah malampaui semua pertahapan, kita resmi menjadi Brand Ambassador IM3. Yang artinya, kita adalah Brand Ambassadornya (Brand Ambassador Mobile Academy).

Kembali lagi ke pertahapan. Tahap pertama, kita harus lolos dulu di audisi. Dalam audisi tersebut kita boleh menampilkan kreasi maupun kreatif kita. Agar nampak lebih beda dengan yang lain, maka bawalah properti sendiri selagi itu membuat lo menjadi lebih eksostis.

Selain menambahkan properti dalam audisi, kita boleh menampilkan kreatif kita lain dari pada yang lain. Kenapa begitu? Agar tidak terlihat mainstream menurut kita sendiri. Terus, agar dilihat oleh juri yang menilai tidak berpikiran, 'Ah ini sama yang tadi penampilannya'.

Bakat kita sebenarnya berbeda-beda. Semua orang pasti mempunyai kelebihan masing-masing. Seperti temen gue contohnya. Walaupun dia orangnya pemalu, namun bakatnya bukan malu atau malu-maluin. Dia berantusias menampilkan bakatnya ketika pikirannya mulai bekerja keras. Bakatnya gue samarkan, karena orangnya selalu mengelak apabila yang gue tulis kurang logis. Nama? Iya, nama gue samarkan juga. Apabila lo masih menanyakan siapa namanya, sebut saja dia Supri.

Balik lagi ke audisi.

Lolos dari audisi, selanjutnya kita beralih ke pertahapan yang begitu rumit. Dan ini perlu kita tekan kan ke aktifan kita di social media. Kita haruslah memberikan promo melalui akun pribadi kita yang baik.

Promo apa itu? Pastinya keunggulan provider yang kita gunakan: IM3.

Apabila lo dikatain atau di ledekin temen lo seperti, 'Ah tweet lo isinya hanya promosi doang, berhenti dong! Ganggu tahu!' Lo bisa jawab dengan bermakna ngga harus kasar dengan bilang, 'Apabila lo merasa terganggu maka zip it akun ku aja. Maksudnya, apabila lo gunain TweetCaster for Android buat online Twitter, lo bisa pilih zip it pada akun ku. Yang artinya, seberapa banyak aku update maka ngga bakalan muncul di timeline lo sendiri.'

Jika kita membalas seperti itu, temen lo bakalan manggut-manggut deh kayak temen gue. Kemudian, lo bisikan ke telinganya pelan bilang, "Namun lo udah unfriend gue secara diam-diam".

*Jleb*

Setelah sukses juga dari audisi, biasanya lo bakalan menjadi 10 besar atau finalis. Namun akan di seleksi kembali untuk dibawa ke jenjang berikutnya. Pada awalnya ini yang semakin sulit untuk beradu kreatif. Namun terasa mudah apabila kita menekuni kreati itu. Nantinya akan diambil 4 atau 2 orang itu sesuai pilihan pihak penyelenggara.

Sukses lagi dalam seleksi itu, lo akan bersenang-senang. Selain bersenang-senang, lo kudu siapin inspirasi juga ketika di pentaskan di kota Jakarta. Apabila lo tinggal di Jakarta, berarti lo harus bersaing dengan kota lo sendiri. Berdoalah agar menjadi King & Queen pada saat graduation.

Dalam graduation bakalan ngga bisa dilupain deh kenangannya. Kita akan selalu mengenang walau kenangan sudah semakin tua ditelan oleh zaman.

Intinya dalam Duta IM3 ini, lo akan banyak pengalaman yang menyenangkan deh. Lebih menyenangkan melebihi lo ketika diterima pacar. Karena lo bisa saling mengenal dari Duta di sejumlah kota maupun kota besar lainnya.

Selain lo bisa mencari banyak teman, lo juga bisa cari jodoh :p

Gimana? Udah jelas kan?

Apabila belum jelas, boleh kalian baca ulang dari atas. *lap keringet*

Mungkin itu dari pengalaman gue aendiri menjadi Duta IM3. Kurang atau ada kata yang salah maka gue mohon maaf. Jadi, tinggalkan komentar di kolom bawah ya.

0

Gadget

Posted by Malestha Andheka on 19:36:00
GADGET zaman sekarang emang udah meledak pesat. Lebih banyaknya kecanggihan elektronik mulai menyenggol perkembangan gadget zaman sekarang. Di era kemajuan tekhnologi, kita akan lebih mudah cara berkomunikasi dengan orang lain dengan cepat tanpa harus mengirim surat-menyurat atau pun cara tradisional kembali.

Selagi kita sudah di hipnotis oleh beberapa kecanggihan elektronik, kita sering kali merasa tak puas.

Pada mulanya seseorang tidak bakalan mau untuk ketinggalan kecanggihan elektronik. Apalagi kecanggihan hape sekarang sudah banyak yang mengenakan kamera yang sangat jernih seperti kamera digital lainnya.

Selain keunggulan kamera yang jernih, banyak beranekaragam macam fitur-fitur yang dapat diakses dengan cepat. Alangkah mudahnya kita dapat langsung mendownload sesuai ketentuan.

Apabila mengenakan BlackBerry bisa kalian dapatkan macam apps di AppWorld. Jika Android dapat didapatkan di PlayStore. Dan Apple, dapat dicari melalui AppStore.

Kali ini gue mau ngomongin tentang keunggulan dari OPPO Find7a. Hape ini merupakan smartphone yang the best banget untuk kalangan anak muda sekarang.

Kenapa begitu? Ya. Anak muda sekarang pasti menginginkan smartphone dari hapenya dan menginginkan full sekejap ketika sedang di charger.

Sebentar.

Tarik napas dulu.

Oke. Hembuskan.

Keunggulan smartphone ini pada saat charger selama 30 menit akan terisi langsung 75% dalam sekejap. Dan baterai setelah penuh dalam waktu satu jam, akan lowbatt kembali sesuai kegunaan yang kita pake dalam hape itu. Kenapa begitu? Ya. Baterai ini bisa kuat kurang lebih hingga 5-6 jam. Mantap bukan? Pas banget untuk kita.

Tekhnologi ini dinamakan VOOC Rapid Charger. Gue ulangi kembali. Bisa nge-charger dalam waktu singkat. Jadi, kita ngga perlu repot untuk membawa power bank. Karena baterai ini habisnya tidak begitu cepat.

Jika penggunaan kita yang berterus terang menghidupkannya berkali-kali, tidak segan baterai juga bakalan lowbatt.

Versi Android yang dimiliki ini adalah colorOS. Yang artinya, buatlah bulatan pada layar awal dengan keadaan terkunci maka akan otomatis akan membuka kamera. Apabila kita menggoreskan kedua jari kita di layar, maka akan secara otomatis memainkan musik. Jadi mengerti kan colorOS sekarang?

Kamera ini sangat tajam. Ketajaman hasil yang dibuahkan adalah 13MP, bila mana kita cetak hasilnya tidak bakalan pecah. Akan terlihat sempurna ketika pada awalnya sedang mengambil gambar.

Ini sangat tepat sekali buat kita semua yang doyan banget sama selfie. Entah selfie dalam posisi apa pun, kita akan terlihat indah. Di layar akan mengubah wajah kita menjadi lebih fresh tanpa menggunakan apps kamera untuk mempertajam gambar foto.

Ini hasilnya sebagi berikut.


Gimana? Keren banget kan. Flash dari kamera ini juga amat sangat terang ketika kita gunakan di lampu yang padam. Berikut adalah contoh fotonya.


Sorry ya apabila kurang fokus ke kamera :p

Jadi, gimana menurut kalian sendiri? Tambahkan kolom dibawah sini ya. Kita berdiskusi tentang kecanggihan gadget pada zaman sekarang.

2

Kenapa Seseorang Suka Menanya di Twitter?

Posted by Malestha Andheka on 17:07:00
DARI sebuah introspeksi dalam diri gue, akhirnya gue mengerti 'Kenapa seseorang lebih suka menanya di Twitter dari pada di Google'.

Kenapa gue mengetahui itu? Ya. Benar. Berdasarkan pengamatan juga tentunya.

Memang benar apabila kita mananyakan sesuatu yang menurut kita sangat penting di google, kadang setelah dalam tahap pencarian tidak membuahkan hasil.

Seperti misalnya pada saat kita menanyakan 'Tempat nongkring asik anak muda di kota Solo' pasti kalau kita googling, hasilnya beranekaragam. Dan hasil setelah pencarian pun pula tidak begitu masuk akal.

Jika kita tanyakan soal itu ke Twitter, maka akan dibalas hal yang benar. Karena pengguna Twitter juga manusia biasa yang banyak pendapatnya seperti antara kita bukan sekadar kata ilmiah yang berakurat.

Pada dasarnya seseorang yang membalas soal tersebut adalah teman kita sendiri. Bahkan seseorang yang belum kita kenal juga akan memberikan saran kepada kita.

Mulai booming nya Twitter ini, seseorang tidak bisa membedakan seperti halnya di Facebook. Beranekaragam gue melihat di timeline gue masih beredar foto seksi seseorang ketika bangun tidur lah, sebelum tidur lah, ingin mandi lah, entah lah.

Alangkah baiknya gue memberikan sebuah saran, jangan sesekali share itu dalam Twitter atau pun social media lainnya. Kenapa begitu kan itu juga akun-akun gue? Itu akan merugikan diri kita sendiri. Yang maksudnya, ada banyak hal yang dilakukan dalam diri seseorang pada saat di belakang kita.

Seperti orang yang membuat akun baru, namun fotonya mengambil foto terseksi di akun pribadinya. Setelah selesai di buatnya, akun baru itu dipergunakan hal yang semena-mena tidak kita inginkan. Bisa untuk menodong kata orang, berpura-pura kepo dengan orang yang dia inginkan sampai bisa meneruskan pelampiasan dirinya yang sudah keluar menjadi emosi.

Kesimpulannya bukan seharusnya agar lebih amannya di locked foto kita. Namun hindari foto yang tidak sewajarnya untuk di upload dalam social media.

Semua yang diatas, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Kita adalah manusia biasa yang hanya bisa memberikan saran bukan aturan untuk menjalani hidup masing-masing dalam seseorang.

Ramaikan kolom dibawah sini ya, kita diskusi bersama. :D

0

Ikatan Pertemanan

Posted by Malestha Andheka on 12:59:00
DARI keseluruhan pendapat yang gue pernah share di Twitter menurut gue garing banget. Segala referensi yang gue buat kayaknya kurang ampuh juga diresapi. Apa gue goblok banget ya?

Gitu deh.

Itu hanya awalan dalam blog ini. Mungkin gue pengin ngelantur dulu untuk mengawalinya.

Oke.

Gue pengin bahas tentang ikatan pertemanan. Menurut kalian, agar tetap menjalin ikatan pertemanan yang baik maka seseorang harus bagaimana?

Ya. Bener, bener.

....

Kebanyakan jawabnya.

Pertama gue mengawali pertemanan yang buruk. Singkat aja gue contohkan ikatan pertemanan yang buruk. Sebut aja orangnya ini bernama Parman.

Parman adalah tipe orang yang dewasa banget. Status Parman apabila lagi pipis mesti berdiri, udah tahu berarti apa?

Benar. Parman seorang cowok tulen yang tumbuh dewasa.

Kedewasaan Parman mesti selalu memberikan solusi maupun saran temennya yang tiap kali minta pendapat dengannya. Dan hasil yang temen Parman dapatkan olehnya nihil. Ternyata temen Parman hanya mengiyakan seketika Parman berkomat-kamit bibirnya.

Seminggu kemudian, Parman mulai teringat temennya tahun lalu silam ketika melihat photo di dinding kamarnya. Parman cengar-cengir bisa mengenang ketika bisa bersahabat dengan Suki, Esa, Sitijah kelak.

Mereka bertiga adalah sahabat Parman pada saat bergerak dalam menjalani sebuah event kreatif bersama. Di awal mereka menjalani bersama, senyum mereka nampak lebar sampe melebihi pantat masing-masing.

Waktu teringat mengamati koleksi fotonya, membawa Parman ke tahun lalu pada saat kebersamaan dengan mereka.

Pada mulanya mereka selalu bersama-sama mengelilingi kota Jakarta ketika lolos dalam sebuah event kreatif tersebut. Berhubung telah lama berlalu, membuat tali persaudaraan mereka hancurlah sudah. Mereka enggan untuk meluangkan waktu kebersamaannya kembali. Jauh lebih berbeda kelak saat-saat ia menjalani event kreatif tersebut serempak.

Event kreatif tersebut di saksikan oleh banyak orang. Selain banyak orang, Parman, Suki, Esa, Sitijah tertegun seketika mengenal satu sama lain pada saat berkumpul di event tersebut di tempat.

Keheranan yang di rasakan oleh Parman kali ini hanyalah perubahan di mata Suki, Esa dan Sitijah. Seakan jauh lebih dekat dengan temen barunya entah apa yang bercenderung beda dari sebelumnya.

Alangkah baiknya ikatan pertemanan yang logis akan selalu mengingatnya pada saat melalaikan sebuah canda tawa sebelumnya. Kerjasama mereka, jerih payahnya, usaha semangatnya sampai yang berakurat lainnya.

Pada akhirnya sekarang Parman mempunyai seorang sahabat baru yang bernama Udin. Dia selalu bersama seperti jauh sebelumnya dengan Suki, Esa dan Sitijah rasakan. Karena Suki jauh menghilang entah kesibukkannya, sekarang benar menghilang entah kemana.

Ini tidak jauh beda dengan Esa. Yang membuat terlentangnya antara Parman dengan Esa hanyalah jarak. Ya. Sebenarnya hanya jarak, namun juga keterjangkauan mereka untuk bertemu.

Untuk Sitijah, Parman masih bisa menjangkaunya seketika. Jauh sebelumnya hanya kehidupan yang mereka jalani yang mengarahkannya untuk berpisah. Kenapa begitu? Lebih yang tidak heran lagi dibayangkan, Sitijah mulai arogan dengan teman Parman yang jarak pandangnya tidak seperti yang ia kenal pada saat berjumpa pertama dengan teman barunya.

Lebih dari itu sekarang Sitijah merasa sangat nyaman menyimpan rasa simpatinya dalam benaknya. Sitijah hanya kurang rasa empati untuk teman lamanya. Bahkan sekarang Sitijah selalu menganga pada saat teman Parman bercuap-cuap. Seakan memperhatikan, namun kian mengacuhkan.

Lebih booming nya apps Path, Sitijah tidak pernah ketinggalan update. Mungkin dia tidak mau apabila dikatakan gaptek. Dan Sitijah tiap kali di tendang pantatnya pasti bakalan marah dengan raut muka memerah (ya iya lah!).

Tamat.

Dari cerita diatas, kita bisa mencerminkan cara mempererat ikatan pertemanan yang baik dan benar. Kita bisa lebih jelas menilai seseorang dengan mengamati perilakunya pada saat berubah seketika.

Alangkah baiknya, tetap ingatlah temanmu walaupun sekarang menjauhimu. Ingatlah canda tawa sebelumnya pada saat pertama kali mengenalnya.

Zaman sekarang rasa simpati kepada seseorang sudah maksimal seperti yang dituangkan. Namun hanya kurang rasa empati untuk memperlihatkan sebuah kenyataan dari rasa simpati tersebut.

Jadi, jangan lupa isi kolom dibawah ini ya untuk menambahkannya. :D

0

Mahasiswa Baru

Posted by Malestha Andheka on 18:12:00
SENANG, bahagia, riang, ceria mungkin itu semua yang gue rasakan sekarang. Karena gue udah lulus begitu pula dengan teman sekolah rasakan. Ini merupakan momen kebahagiaan yang tidak pernah dilupakan, masuk bersama dan keluar bersama: lulus.

Seminggu kemudian setelah pengumuman, gue ngedaftar salah satu Universitas tetap sama di kota gue sendiri di Solo tepatnya. Dan kenapa gue memilih kuliah di Solo? Ngapain engga ke kota lain? Engga bisa pisah dengan orang tua? Pertanyaan itu sudah banyak di tanyakan ke gue yang akan gue jawab dengan geleng-geleng.

Sebenarnya gue sendiri menginginkan kuliah diluar kota, namun bokap yang berantusias untuk menekankan gue ke Universitas di kota Solo maka gue hanya bisa manggut-manggut.

Kalau nyokap gue tipe yang agresif banget. Sesekali yang pernah nyokap lihat, tonton bahkan lakukan selalu ditekankan ke gue semua. Misalnya ketika nyokap asik nonton acara favoritnya yang tiap malem joget-joget tuh, selang ngga lama kemudian iklan. Tak sengaja iklan tersebut adalah berita.

'Seorang anak dibawah umur setengah shock ketika di sodomi beberapa orang.'

Setelah berita tersebut berganti, nyokap bilang, "Dika kalau kamu di pelorotin celananya sama orang yang ngga dikenal, jangan mau ya! Bahaya!"

Gue manggut-manggut.

Nyokap melanjutkan, "Tadi ada berita di balik iklan tadi, tapi hanya sesaat reportase. Mungkin besok di tayangkan di TV channel ini."

Gue manggut-manggut.

Nyokap masih bercuap-cuap sampai mulutnya masih siaga berkomat-kamit bilang, "Besok kuliah di Solo aja. Mama sendiri masih was-was melihat berita tadi. Apabila yang di sodomi itu udah dewasa kan juga bisa. Mungkin itu hanya di perlihatkannya anak-anak di bawah umur." Nyokap geleng-geleng.

Gue masih manggut-manggut setengah ingin mematikan TV.

Bujug buset!

Mungkin siaran berita yang lagi booming, selalu di putar-putar kembali yang menyebabkan nyokap gue jadi terhipnotis dalam sekejap.

Mendengar komat-kamit ucapan nyokap kemudian bokap bilang, "Yawis benar di Solo aja. Besok kamu daftar sana ke UMS (baca: Universitas Muhammadiyah Surakarta) sama temenmu."

Gue hanya menganggukan kepala menjawab.

Keesokan harinya, Alfathoni datang ke rumah gue. Sebenarnya gue udah berencana barengan untuk mendaftar kesana. Gue engga hanya dengan Alfathoni untuk ke UMS. Terus, gue juga engga sama orang satu kampung yang tujuannya untuk menemani gue daftar Universitas. Ada Denanda temen gue yang orangnya kurus, berambut klimis dan statusnya tiap kali pipis masih berdiri.

Setelah mempersiapkan segala kesiapan untuk dibawa, gue berangkat nebeng Alfathoni. Iya memang, Alfathoni emang temen gue yang baik dan engga pernah mengelak ketika gue nebeng dia. Walaupun ketika ditengah perjalanan alis dia naik dan kemudian dahinya mengernyit bukan alasan malas jemput gue juga. Dia hanya malas kalau gue sengaja grepe dia dari belakang walau sebenarnya tidak. Mungkin dia shock pada saat kejadian dulu dia boncengin banci di sekitar rumahnya.

Tiba di UMS kami langsung markir kendaraan didepan bank Jateng Syariah. Kemudian muncul seorang pria berbadan kekar mengenakan baju berwarna cokelat menghampiri kami bilang, "Mas, mau daftar ya? Parkirnya jangan disini. Ini buat nasabah saja. Situ lho parkirnya." Telunjuk tangannya mengarah tempat parkir yang benar.

"Oh maaf pak. Saya engga tahu kalau sini untuk mahasiswa baru parkir." Jawab gue.

Akhirnya kendaraan kami bersemayan di tempat parkir yang benar. Engga lama kemudian kami sudah masuk ke tempat registrasi untuk data diri. Setelah lama yang berakhir harus menunggu, akhirnya kami tes satu persatu.

"Psssstttt!!! Kamu engga tes?" Kata gue, datar.

"Engga. Hehehe." Sahut Alfathoni.

"Lah? Kok-"

"Aku udah tes sebelumnya. Passing Grade yang aku raih 44. Kamu harus mencapai 40 agar lulus nanti." Potong Alfathoni.

Gue menepis pundak Alfathoni dan bilang, "Soalnya berapa?"

Alfathoni melihat seluruh penjuru ruangan kemudian bilang, "30 Bro-"

Bujug buset!!! Rasanya ingin sesekali menepis pipinya yang lagi geleng-geleng engga jelas. Karena hati gue lagi reda maka gue mengurungkan untuk menepis pipinya.

"Heh! Tadi bilangmu Passing Grade yang kamu dapet 44 lho, kenapa soalnya 30 ngga mungkin banget! Emang soalnya yang buat emak lo?!" Kata gue sewot.

"Eh salah! 50 soal maksudnya." Alfathoni mulai cengar-cengir yang hampir mengenai kedua telinganya. "Tadi engga begitu fokus pas kamu nanya."

"....."

Alfathoni menunggu di ruang tunggu. Gue dan Denanda masuk ke dalam ruangan untuk menjalani tes. Selang empat puluh lima menit kemudian, gue selesai duluan dari pada Denanda. Gue memberanikan diri buat mengacungkan tangan ke atas.

"Mbak. Udah ini." Kata gue sok abiss.

Mbak-mbak penjaga menghampiri gue dengan LCD komputer untuk mengecek. Setelah di cek, klik ting! 'MAAF ANDA BELUM LULUS!'

Rasanya gue ingin menonjok layar LCD itu dan kemudian gue banting setelah itu gue injak-injak.

Sial.

Gue keluar dengan penuh kekesalan. Gue mengulangi dari awal untuk kedua kalinya di meja ruang tunggu.

Selang lima belas menit kemudian, gue masuk kembali. Semua yang sedang serius menatap layar LCD menatap arah gue. Gue mulai bengong, seakan di pandangi dan di amati dalam-dalam.

Mencoba untuk cuek, akhirnya pantat gue mendarat di bangku nomor 4. Kali ini gue kerjakan dengan sungguh-sungguh. Selang dua puluh menit kemudian, Denanda mengacungkan tangannya dan mbak-mbak penjaga ruangan menghampirinya. Dan hasilnya.... Dia langsung LULUS!

Sial.

Gue menepuk jidat. Seakan ingin melemparkan kepala dia dengan hape, namun hape gue engga boleh masuk ke dalam ruangan.

Dengan penuh usaha keras gue memaksa untuk berpikir jeli. Mata gue sekarang fokus. Menahan gemuruh perut gue yang lapar, gue hanya menepuknya seakan biar bisa tenang.

PLAAKKKK.

Krucuk. Krucuk. Krucuk.

Kayaknya perut gue laper tingkat update. Gue ingin coba mengambil hape untuk segera update di Twitter kayak orang-orang bilang, 'Laper nih.' Hasilnya hanya di lewatin tanpa stalking dari seseorang.

Selang dua puluh lima menit sebelum selesai jam yang ditentukan, gue akhirnya LULUS!

Asoy.

Gue keluar langsung dari bilik pintu dengan raut wajah sumringah. Perut gue berteriak kemenangan. Hantaran lagu 'We Are The Champion' mulai mengiringi gue selagi berjalan keluar.

Saat gue udah di balik pintu, Denanda dan Alfathoni langsung berteriak, "Cieeelaahhhh!!!!!!"

Gitu deh kehebohan mereka.

Jadi, kalian yang sudah keterima ke Universitas selamat ya! Aku ada disini nih untuk pilihan yang keduaku untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi. Pernah mengalami kejadian serupa dengan gue? Tulis kolom dibawah sini ya.

0

Pesan Misterius

Posted by Malestha Andheka on 07:53:00
MASIH terlihat mengada-ada banget, pada saat layar hape gue ada inbox yang masuk. Ternyata ada pesan yang tidak ada nama pengenalnya yang masuk. Kemudian gue buka pesan itu dan segera mengamati apa isi pesan itu.

From: 085xxxx

Tolong yang butuh teman curhat langsung saja hubungi saya di nomor telepon ini ya 081xxxx.

Ini emang masih zaman ya? Gile. Mau gue tanggepin, gue masih berpikir tentang pulsa gue. Akhirnya gue mengurungkan untuk membalasnya.

Selang lima belas menit kemudian, ada inbox masuk kembali di layar hape gue. Tanpa segan gue langsung membukanya. Kebetulan gue lagi buka message.

From: 081xxxx

Tolong transfer uangnya di nomor rekening saya ya, 2638xxxx. Saya sudah bilang sama Papa kamu kok.

Ini apabila dibaca orang idiot yang kebetulan mempunyai hape baru, alangkah kasihannya penipuan kesalahgunaan?! Meski ini dilakukan secara sengaja dengan acakan nomor, namun membuat mata jeli untuk menanggapi. Jika seseorang merasa dirinya membaca tuh tidak penting maka tidak akan dibalas satu pesan pun. Apabila seseorang merasa dirinya kesal dan mencoba membalas maka akan sebaliknya.

Selang satu jam kemudian, gue dapat inbox lagi yang isinya masih tetap sama tentang uang dengan haluan kata yang berbeda seperti ini.

From: 081xxxx

Tolong isikan pulsa ke nomor Papa ya nak, nomornya 085xxxx ngga usah banyak-banyak. Cukup 100ribu saja.

Misterius. Ini memang orang yang kerjaannya hanya kibulin seseorang. Dengan cara seperti ini, seseorang yang ngerjain orang lain apakah sudah cenderung puas?! Apabila demikian, apa sih misinya mengacak nomor dengan sebuah penipuan.

Gue tetep diam dan langsung membaca sebentar kemudian delete pesan itu tanpa lama. Gue engga menyimpan nomor itu, nan kemudian langsung gue delete apabila mendapat pesan yang menyusul.

Pesan misterius ini bercenderung hal yang engga bermutu untuk dicontoh. Sesekali kita contoh, mungkin kita bakalan ditelusuri jika kita tanpa sengaja memberikan nama tanda pengenal di pesan itu. :p

Apabila kalian mengalami hal yang serupa dengan gue alami, subscribe dibawah sini ya. Ingat. Ngga usah ditanggepin pesan misterius yang berujung meminta duit.

0

Sehari Tanpa Internet

Posted by Malestha Andheka on 21:18:00
SEBAGAI mahkluk sosial kita mampu untuk bersosialisasi di lingkungan masyarakat sekitar. Entah secara langsung atau tidak langsung setidaknya kita mampu menyesuaikan diri dalam hidup bermasyarakat.

Pada kalanya saat kita sudah mengenal internet. Siapa sih di era zaman sekarang tidak mengenal internet? Sebelum internet mulai secanggih zaman sekarang, seseorang ingin mengirim pesan masih melalui pos. Karena perkembangan zaman yang begitu pesat, maka terciptalah internet untuk mempermudah pengiriman.

Ingin mengirim pesan bisa langsung dengan Short Message (SMS), bahkan massager. Sampai akhirnya mulai terciptanya social media, akan lebih singkat lagi dalam mengirim pesan.

Proses yang akan dikirim hanya dalam sesingkat waktu. Mungkin hanya beberapa detik pesan yang akan kita kirim akan langsung dibaca oleh penerima. Memang sangat mudah, namun rasa sosialisasi kita akan menurun. Karena lebih memilih bercuap-cuap di media social dibandingkan secara langsung bertemu dengan seseorang.

Melebihi dari sebuah simpati terhadap seseorang, namun kurang menjalin rasa empati kepada seseorang.

Apalagi pada kalangan anak muda zaman sekarang. Jauh lebih pandai dan mahir menggunakan gadget yang semakin meningkat. Selain gampang di akses, seseorang mudah untuk mencari sebuah kabar atau pun berita terkini secara singkat.

Kadang tak hanya untuk menjuruskan ke hal yang positif. Dari seseorang yang tidaklah sama, akan selalu ada menelusuri situs yang kurang bermanfaat. Mungkin dari seseorang ini hanya kurang memanfaatkan internet secara bermutu dibandingkan dengan sisi negatifnya.

Kembali lagi tentang gadget. Lebih banyak sebuah apps sekarang untuk mempermudah cara kita akan bersosialisasi dengan teman. Bahkan menangkap semua teman jauh dari kita yang lama (atau dalam pencarian) dapat ditemukan. Sebagai contohnya untuk menjangkau banyak teman ialah, apps social networking.

Sehari tanpa internet menurut gue terasa sangat hampa. Jalankan seperti tidak mempunyai pulsa. Ingin membalas pesan, masih mikir untuk caranya tetap masuk namun sadar pulsa tidak menjangkau.

Pada akhirnya internet dan diri seseorang memang sulit untuk di pisahkan. Seperti suatu pasangan sandal yang ada kanan-kiri. Apabila satunya tidak ada maka terasa sangat membutuhkan untuk mencari kehampaan yang ingin di lekatkan untuk berjalan.

Menurut kalian sendiri, sehari tanpa internet gimana? Isi kolom dibawah ini ya. :D

0

Tentang Gue

Posted by Malestha Andheka on 17:32:00
SEJAK pertama kali gue latihan menulis, gue rasa ini banyak banget ceritanya. Pastinya ini merupakan nostalgia gue yang paling absurd banget untuk diceritakan. Oke. Masih sama seperti gue menulis blog sebelumnya. Masih sama gue harus jujur dalam menulis.

Sip.

This is my stories.

Waktu itu gue masih duduk di bangku TK. Masih juniornya anak-anak SD. Menurut gue anak SD itu adalah anak yang serem banget buat di jitakin kepalanya. Gue masih membuang muka tiap kali anak SD memberikan uang seribu rupiah. Apabila dua ribu? Gue masih mikir-mikir deh. Tapi uang dua ribuan waktu itu belum dibuat. Masih dalam proses saja masih belum di rundingkan.

Di TK Bhayangkara tepatnya gue belajar mewarnai. Ya. Gue bisa mewarnai dengan bermacam warna gue satukan. Seperti seragam gue yang warnanya bertabrakan. Kata guru pembimbing gue, seragam ini memang cocok banget buat anak TK apalagi buat diri gue yang tiap kali masukin warna selalu ngga karuhan.

Semenjak meninggalkan TK, gue merasa lumayan berat melupakannya. Karena dorongan bokap yang selalu berantusias maka gue langsung masuk SD kelas satu tepatnya setelah pertahapan dari nol kecil dan nol besar terlewati.

Akhirnya gue mendarat di SD N 63. Engga jauh banget yang gue tempuh menuju sekolah apabila naik kendaraan. Apabila gue jalan kaki bakalan manggis-manggis dan ngos-ngosan. Dan belum lagi jalan untuk pulang. Duhhh.

Kelas 1 SD, gue masih sulit untuk adaptasi. Tiap kali di todong pertanyaan, "Nama kamu siapa?"

Gue jawab, "Sukijo Bu." Padahal nama gue asli Andheka Malestha.

Gue memang goblok banget. Setelah bokap nyokap mengajarkan tentang gue, akhirnya gue paham. Gue mengerti, mencoba untuk berani memperkenalkan diri di depan kelas. Ini merupakan kebanggaan tersendiri di sekolah.

Tiap masuk kelas, nyokap masih nongol dekat jendela. Apabila nyokap gue lihat engga ada, maka gue langsung lari ngobrit keluar. Gue kurang pede sekolah sendiri jika nyokap tidak sebangku dengan gue (lho?).

Pada caturwulan pertama, akhirnya gue mulai bisa beradaptasi. Gue pernah berantem ala anak SD. Yang artinya hanya mempermasalahkan hal sepele seperti berebut sedikit langsung tonjok-tonjokkan hingga akhirnya ngga sengaja jidat gue harus di jahit tujuh. Bukan. Bukan tujuh kali berurut-urut maksud gue. Coba nanya ke dokter, di jahit tujuh gitu. Serius. Bekasnya masih nampak sampai sekarang ini di kiri jidat gue.

Saat kenaikkan kelas tiba, gue di pindahkan sekolah oleh bokap. Nyokap sebenarnya tidak menginginkan pindah, namun lamunan nyokap terpecah oleh bunyaran bokap. Karena itu keputusan bokap, gue resmi pindah sekolah. Mungkin bokap mengalami shock ketika gue sampai di jahit tujuh bagian jidat.

Akhirnya gue melanjutkan sekolah di SD N Madyotaman. Bukan seperti yang gue kira. Ternyata di SD N Madyotaman ini ngga ada tamannya. Nyokap menjelaskan, "Bukan begitu juga maksudnya. Sekolah ini nanti menjadi saksi kamu sampai lulus nanti."

Waktu itu gue jawab, "Kok bisa Ma?" Rasa ingin tahu gue muncul.

Nyokap hanya diam membisu. Seolah tidak ingin melanjutkan keterangannya.

Masih sama seperti gue TK, namun bedanya gue jauh dikenalkan dengan angka dan huruf untuk menebalkannya. Gue langsung tertegun melihat tulisan gue sendiri dan kemudian, gue kutip ulang dirumah.

Pada saat inilah gue menjadi hobi banget tentang tulis menulis. Berawal dari mengkutip menebalkan huruf sampai mengkutipnya ulang. Seperti contohnya yang mengkutip saja ya.

Budi makan tempe. Dan tempe makan Budi. Dan Budi bayarnya hutang.

Gue menulis dengan huruf tegak bersambung. Walaupun gue masih susah menguasainya, akhirnya gue langsung mahir ketika banyak belajar. Mantap.

Saat kenaikkan kelas 6 SD tulisan gue masih menjadi favorit di sekolah. Sampai akhirnya, gue di ikut sertakan perlombaan menulis cerpen dan karya lainnya. Dan dalam perlombaan menulis cepat di komputer, gue berhasil mengkalahkan sekolah lain. Gue mendapatkan penghargaan dari sekolahan berupa buku tulis baru. Asik. Waktu itu nerima buku tulis dan piala sangat senang sekali.

Dan semua yang gue petik dari cerita gue adalah berawal lah dari susah terlebih dahulu. Akan selalu ada waktunya untuk bersenang kemudian melihat hasilnya.

This is the end of stories.

Apabila ingin menambahkan ceritamu sendiri, maka jangan lupa mengisi kolom dibawah ini ya. Thank you. :D

0

Berteriaklah LULUS!

Posted by Malestha Andheka on 20:36:00
LEPAS hari pengumuman kelulusan ngebuat hati makin plong. Bahkan engga ada beban yang mengganjal sedikit pun. Sesekali ada sedikit, mungkin hutang gue yang belum ke bayar.

Corat-coret seragam mulai berhamburan di pinggir jalan. Bahkan engga banget di ruang guru sekolah. Gue menanda tangani di sekujur badan temen gue. Eh maaf. Maksudnya di seluruh seragam temen gue yang sudah dikenakannya.

Sampai akhirnya seragam yang dikenakan sangat banyak tanda tangan dari semua siswa. Urut mulai beruntun satu demi satu hingga akhirnya menyeluruh.

Rasa senang dan bahagia yang gue rasakan kali ini melebihi ketika gue diterima pacar. Semua murid dari sekolah lain pun sangat berbahagia semua.

Post yang gue tulis kali ini berasal karena kesenangan gue. Gue senang. Gue bahagia. Gue merasakan itu semua di sekeliling yang ada didalam benak gue.

Sejauh gue berpikir tentang konvoi-konvoi di jalanan, alhasil merugikan diri sendiri. Yang ada hanyalah untuk pengalaman yang nista apabila nantinya akan menimpa suatu masalah yang semestinya tidak kita inginkan terjadi.

Hal sewajarnya dilakukan, seperti gue yang tiap malem tajir untuk medekatkan diri kepada Tuhan YME. Hehehe. Bersyukurlah selagi bisa merasakan kebahagiaan tanpa melebihkan suatu kebahagiaan dengan terlewatkan.

Coba kembali ke pikiran awal sebelum menghadapi ujian. Ataukah kita mengerjakannya atas dasar keuletan pikiran kita. Bahkan banyak campur tangan atas dasar bantuan orang lain.

Boleh sih untuk corat-coret asalkan bisa membaginya supaya hal yang kita lakukan tidak terlewatkan bagi orang lain. Semestinya yang dilakukan adalah berkumpul dengan teman dan merayakan akhir pekan kali ini dengan syukuran.

Uhm. Gue engga memaksa untuk berpikir seperti yang gue kemukakan. Gue hanya melanjutkan yang ada dalam pikiran melalui banyak introspeksi dalam diri sendiri. Agar terlihat sama dengan kalian, salam kebahagiaan untuk kita semua yang LULUS!!!!

Untuk kalian yang ingin menambahkan, silakan share di kolom box dibawah sini ya. Thank you. Goodluck!

0

Berandai-andai

Posted by Malestha Andheka on 17:49:00
KEBIASAAN yang menurut gue udah engga lagi bisa di katakan ironis, maka gue sangkutkan menjadi hobi. Kenapa begitu? Ya. Karena gue merasa nyaman banget dari kebiasaan yang nyaman merubahnya menjadi hobi, asalkan engga hobi maling.

Terlelap bulan lalu silam, gue berpikir gampang-gampang sulit untuk menjawab beberapa temen gue tentang sebuah hobi. Yang tiap kali yang gue lakukan terus gue dorongin supaya mengucapkan (maksa buanget pokoknya). Alhasil malah nihil. Jawabnya justru makin engga karuhan yang engga pernah ada sangkut pautnya.

Jawaban yang susah di jawab misalnya seperti sebagai berikut.

"Bro ayo tebak, gue make celana dalem apa?" Gue bertanya.

"Pink!" Sahut temen gue.

"Melamun mesti ya?!" Ucap gue. Jari telunjuk menunjuk wajahnya.

"Kamu itu kenapa to Dek?!"

"....."

Dan ini jawaban yang gampang banget di jawab misalnya.

"JANGAN AMBIL CATOON BUDS GUE DIEM-DIEM DONG. MAU GUE TARIK BULU IDUNG LO APA?!!"

"Eh. Eh. Siapa ya?! Orang gue tiap kali bersihin telinga make gulungan selembar kertas kok. Sorry ya!" Sahut temen gue.

"Yeee. Songong banget lo!"

"Gaya banget lo. Dasar!!!"

Di saat lagi emosi kayak gitu, seseorang entah kenapa cara berpikirnya lebih cepat dari pada menjawab soal matematika. Itu mesti.

Sesulit ngebayangin jawaban seperti diatas, sama artinya ketika gue belajar menulis. Seperti misalnya pada waktu gue memegang pensil untuk menulis masih dibilang susah dibanding melemparkannya ke jidat temen yang lagi menguap.

PLAAKKKK.

Ngomong-ngomong soal hobi deh. Dan ini menurut gue bukan menurut survey atau bla bla bla yap. Hobi merupakan kebiasaan yang menyenangkan dan sangat nyaman yang melekat di diri kita. Apabila kita memang merasa mudah menjalaninya dan sangat senang, maka itu adalah hobi. You know? Kalau iya menganggukkan kepala ya.

Kita beralih misalnya ke karakter tokoh aja kali ya. Simak baik-baik berikut.

Joni masih tergolong anak balita setengah dewasa. Artinya, seorang balita yang berat badannya seukuran anak dewasa (gilak! Ini perut atau tabung gas?!). Joni adalah seorang pria tulen yang tiap kali pipis pasti berdiri. Sebelum dia terjun dunia bola, Joni mendalami tentang pranata luar: basket. Bukan berarti sesama bola bundarnya ia suka. Mungkin bola bowling atau bola ping pong Joni tidak pernah terjun kedunianya.

Menurut prediksi temennya, Joni orangnya sangat plin plan dalam memilih hobi. Di usia dia yang sekarang masih duduk di bangku kelas 6 SD ini memang belum menonjol pesat. Padahal semestinya, ia harus memperlihatkan sedikit kesukaannya kelak.

Pada suatu hari dengan suasananya panas yang menggerahkan badan nyampe telinga, Budi mengajak Joni agar join ke dalam les berenangnya. Pikiran Joni hanya menggebu-gebu. Antara bimbang untuk menolak atau berangkat.

Karena Joni enggan menolak, ia ngga tanggung-tanggung. Joni langsung tancap dan berangkat dengan menyelempangkan tas yang sudah di packing mendadak.

Pada saat di kolam renang, Joni hanya duduk di pinggiran dan melihat air yang bergoyang. Kedua kaki Joni ditenggelamkan ke permukaan air. Sementara teman-temannya yang les sedang aktif berenang di tengah. Joni mulai di panggil oleh salah satu temennya.

"Jon!!! Masuk sini." Teriak Budi tangannya melambai ke atas.

"Aku engga jago renang bro!" Sahut Joni.

"Apa gunanya kau ikut les bego?!" Bentak Johan menjelaskan.

Joni menjawab hanya menganggukan kepalanya.

Kedua tangan Joni bersedekap diatas pinggangnya. Seakan kedinginan, namun yang terasa sangat panas dengan sinar matahari yang menyinar terang.

Selesai berenang, malamnya Joni harus futsal. Karena Joni mempunyai sebuah pandangan menjadi terarah.

Ketika mulai beranjak duduk di bangku SMP ini, Joni terarah dengan berjalan tentang apa adalannya.

Selesai Joni pikirkan dan merenungkan, yang Joni suka adalah membaca dan menulis. Entah itu dalam selembar kertas atau pun menulis didalam laptop yang tiap hari menjadi kegiatan rutinnya.

Keesokan harinya, Joni sudah mengerti apa yang ia gemari sekarang. Pada awalnya, Joni memang sama dengan teman-teman dengan temen lainnya yang hobi hang out.

Entah suka adventure dan semacamnya, Joni tidak ingin merubah hobinya. Setelah mendengar Joni yang secara merubah hobinya dengan menetap, banyak kalangan teman sekelasnya kaget. Seolah ini adalah mimpi.

Kedua orang tua Joni hanya aktif mendukung. Agar Joni dapat mengendalikan kembali pendiriannya menjadi seorang bijak.

Saat Joni sudah beranjak dewasa, ia menjadi sukses dan berkembang membuat usaha sendiri. Jauh dari dulu setelah ia lama membuat niat terasa tidak sia-sia sampe sekarang.

Tamat.

Kesimpulannya sih bisa diukir dengan kemampuan kita sekarang. Semua yang kita jalani dari hobi kita maka tekunilah sejenak. Semakin berkonsisten agar menjadi berkembang baik, alangkah lebih baiknya kudu di tingkatin.

Sampai akhirnya kita bisa membuahkan hasil dari sebuah karya kita dengan kinerja usaha dan semangat.

Jangan lupa buat subscribe dibawah sini ya, thank you.


0

Senandung Pertemanan

Posted by Malestha Andheka on 08:48:00
TENTANG temen gue, entah siapa yang ngerasa atau tidak. Bahkan atau mungkin teman baru maupun lama atau yang sudah tidak mengenal gue kelak. Jauh meninggalkan kata kandas yang menggores hati masing-masing diantara kita atau pun satu diantara kita.

Menurut kalian sendiri bagaimana arti sahabat yang benar?

Ya. Benar. Sahabat adalah teman kita paling terdekat. Dimana kita sedang kesepian, selalu menghibur seperti pacar, namun tidak apabila sama jenis dengan kelamin diri kita sendiri.

Di kala kita sedang terusik banyak masalah, teman akan memberikan solusi jalan terbaik untuk kita. Tapi, jika kita berpikir teman selalu menghibur kita di kala kesepian, itu salah. Diantara kita haruslah mengerti masing-masing aktivitas atau pun kegiatan sehari-hari.

Kita beralih misalnya dengan Sudi. Ia adalah seorang laki-laki jantan yang berbadan tinggi. Sudi mempunyai sifat ramah kepada orang lain yang sudah dikenal atau pun belum dikenalnya.

Melihat semuanya itu, Sudi tidak mau membedakan temannya walaupun temannya ada yang membedakan diantara kalangan teman lain di sekolahnya.

Masa Sudi yang masih sekolah masih lama untuk menamatkan. Dalam hati Sudi selalu berteriak keras ingin pulang ke rumah. Karena di sekolah, ia sering dibuly oleh temen sekelasnya. Tapi, setelah Sudi berpikir, hinaan temannya tidak ia masukkan dalam hati. Namun hinaan temannya melebihi batas kesabaran dia yang begitu terlewatkan.

Habislah sudah kesabaran Sudi, namun ia tetap menahan batinnya yang kelak berteriak ingin membalas. Sudi mampu meredakan emosinya di kala sedang banyak yang mengoloknya kurang wajar.

Salah satu sahabatnya di sekolah yang akrab juga dengannya adalah Bejo. Tapi yang tidak di sukai Sudi dari Bejo ialah dia tidak pernah menganggap Sudi sebagai teman cs nya seperti perkumpulan dari kerumunan teman Bejo lainnya.

Bejo selalu aktif dalam bidang ekstrakulikuler di sekolahnya. Meski tidak di pandang baik dengan kelas lainnya, Bejo terlalu pede membalasnya dengan pendapat dia yang sok banget.

Melihat sifat Bejo begitu licik dengan Sudi, ia tidak membalas licik. Sudi tetap rendah hati. Apabila di luar lingkungan sekolahnya, Bejo justru berteman baik dengan Sudi yang engga ada rasa bersalah dengan perlakuannya sendiri ketika di sekolah.

Apakah makna teman di mata Bejo? Ataukah menganggap perselisihan teman karena Sudi yang tidak sama dengan perkumpulan teman lainnya? Apakah mungkin Sudi mempunyai hal keji dengan Bejo yang sangat dalam? Dan yang terakhir, atau Bejo hanya ingin di hargai, namun tidak ingin menghargai seserang?

Pernah mengalami seorang teman seperti Bejo?

Kesimpulannya adalah jika kita mempunyai teman serupa dengan itu, tanggapilah sewajarnya dengan teman kita yang lain. Apabila dia mulai dijauhi oleh perkumpulan teman lainnya, maka dengan spontan akan kembali dengan kita dengan wajah penuh kekesalan.

Sebelum mulai di hargai oleh orang lain, maka hargailah orang lain pula. Apabila memang diri kita menganggap lebih tua dengannya, kita haruslah menganggapnya tua dari kita walaupun memang aslinya benar.

Jika memang mengerti satu sama lain, pertemanan akan selalu baik tanpa ada pertentangan yang di sembunyikan dalam batin. Ingatlah temanmu yang selalu baik denganmu. Ajaklah dia kembali dengan suasana yang baru denganmu, merasakan kebahagiaan seperti kita bisa tertawa lebih bersama-sama.

Tamat.

Itu dia kisah dari Sudi dan Bejo dalam pertemanan. Jangan lupa subscribe dibawah sini ya, thank you.

0

3 Cara Agar Tidak Dikatakan Sombong

Posted by Malestha Andheka on 23:50:00
SERING di katain temen sombong? Atau mungkin malah tambah parah lagi. Sering di katain temen dari belakang? Atau yang sudah di permak. Sering dibuat temen seneng?

Oke deh. Gue jawab satu persatu. Apabila sering di katain temen sombong itu berarti elo kudu ngerubah sikap.

1. Penampilan.

Langkah pertama ini yang sangat mudah. Sebelum elo mulai lost kontak, elo kudu mengingat penampilan dulu yang elo pake sebelumnya. Apabila dari segi penampilan elo yang sama, orang yang katain elo engga bakalan jauh bilang, 'Lah, sekarang lo engga sombong deh tapi gitu aja.'

2. Wangi.

Ini kudu di ingat. Apabila bau parfurm elo tercium beda, lo masih di katain sombong. Namun jika lo ganti parfurm sebelumnya, lo bakalan di ingat sampe mantan atau gebetan lo yang pernah deket. Jadi apabila ditengah jalan sengaja bertemu dengan wangi yang sama, temen lo bakalan bilang, 'Eh elo ya! Apa kabar? Bla bla bla.'

3. Sikap.

Ini kudu dimengerti. Karena ini bagian yang sulit. Apabila melangkah satu ini kurang mahir, bersikaplah sama dengan dia. Meniru gaya dia sih bukan sama halnya dengan duplicate kok. Bedanya sih nipis, tapi engga kelihat. Serius. Kalau memang udah mahir, maka share aja ke sohib lo yang merupakan sejati lo dimana pun keberadaan elo sekarang. Asoy.

Dan yang terakhir. Jika udah di bikin seneng atau banyak kebahagiaan dengan temen, balaslah simple aja. Engga perlu balas dengan harta atau pun barang. Cukup hanya tidak melupakannya meski diri kita sudah mengenal teman baru.

Banyak diantara kalangan anak muda sekarang tuh sering mengeluh tentang teman. Apabila saling mengerti keadaan maka kita saling mengerti tujuan kita masing-masing: mengingat.

Jadi apabila mempunyai teman baru, bertemanlah juga dengan teman lama. Tiada teman lama maka tidak akan muncul teman baru kita.

Yes. Mungkin itu dulu ya. Atau ada yang salah ya? Tahu lah. Subscribe disini ya biar makin gue ingat.

Copyright © 2009 ANDHEKA MALESTHA All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.